Rumah Adat Banjar Terkena Banjir, Inilah Hikmah yang Dapat Diambil dari Suatu Bencana!

0
27

Rumah Adat – Dalam setiap harinya, Indonesia memiliki kabar duka berupa bencana maupun musibah. Salah satu yang baru terjadi yakni banjir yang melanda Provinsi Kalimantan bagian Selatan. Terdapat Rumah Adat yang sudah berusia sekitar 100 tahun dimasuki air banjir. Sejak bencana banjir tahun 1971 pun, rumah tersebut masih bisa menopang dan tahan terhadap banjir. Lain halnya dengan goncangan banjir yang terjadi di tahun 2021, karena terlalu besar hingga air bisa memasuki rumah.

Beragam musibah dan bencana yang terjadi tentunya adalah bukti kekuasaan Allah swt. Lantas, di balik setiap bencana yang terjadi akan terdapat hikmah yang amat mendalam. Oleh karena itu, Sobat Cahaya Islam tidak seharusnya menyikapi sebuah musibah dan bencana dengan putus asa, melainkan dengan penuh sabar dan ikhlas. Hal ini dikarenakan setiap bencana yang terjadi akan ada hikmah yang dapat dipetik.

Hikmah Dibalik Suatu Bencana

Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa seorang ulul albab adalah mereka yang banyak mengingat kepada Allah swt serta merenungi setiap kepingan peristiwa yang terjadi. Begitu pun dengan bencana banjir yang menimpa Rumah Adat Banjar serta kawasan lainnya di Provinsi Kalimantan Selatan. Adapun hikmah yang dapat dipetik yakni sebagai berikut.

1.    Bukti Kekuasaan Allah SWT

Bencana seperti halnya banjir yang terjadi di kawasan Kalimantan Selatan merupakan salah satu bukti kekuasaan Allah swt. Hal ini sebagai salah satu pengingat bagi setiap hamba-Nya untuk senantiasa menaati apa yang diperintahkannya dan menjauhi segenap larangannya. Air yang tenang pun bisa tunduk kepada Allah swt, maka sebagai umat Islam yang baik hendaknya senantiasa bertasbih kepada-Nya.

Firman Allah swt dalam Al-Quran Surat Al-Isra ayat 44:

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِن لَّا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. Al-Isra’: 44)”.

2.    Bukti Bahwa Setiap yang Berlebihan Memiliki Madharat

Selanjutnya, bencana yang terjadi mengajarkan bahwa setiap hal yang berlebihan akan membawa madharat. Begitu halnya dengan air, jika sedikit amatlah bermanfaat, tetapi jika banyak mengundang madharat. Oleh karena itu, banjir mengajarkan agar Sobat Cahaya Islam senantiasa bersikap tidak berlebih-lebihan dalam berbagai asek kehidupan.

Salah satu yang diajarkan dalam Islam yakni untuk tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum. Selain itu, Rasulullah saw pun mengajarkan untuk tidak berlebihan dalam beribadah. Lakukan sesuai dengan kontiunitas yang sudah diajarkan atau pun sesuai syariat Islam.

3.    Senantiasa Bermuhasabah Diri

Hikmah lainnya yakni menjadikan setiap muslim untuk senantiasa bermuhasabah diri. Pada dasarnya setiap bencana yang datang sebagai salah satu pengingat terhadap dosa dan kesalahan yang diperbuat oleh setiap manusia.  Sebagaimana yang dijelaskan dalam Firman Allah swt yang berbunyi:

  ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. Ar-Rum: 41)

Melalui ayat di atas, Allah swt, mengingatkan setiap hamba-Nya untuk senantiasa bermuhasabah. Bencana yang terjadi sebagai pengingat bahwa setiap hal yang terjadi tidak lepas dari perbuatan manusia itu sendiri. Tidak perlu menunjuk kesalahan pada orang lain, introspeksi pada diri sendiri, sudahkah menjadi muslim yang baik atau belum.

4.    Meningkatkan Rasa Simpati Terhadap Sesama

Berbagai musibah dan bencana yang terjadi sebagai salah satu pemicu dalam meningkatkan rasa simpati terhadap sesama. Ketika saudara semuslim mengalami bencana, tentu ada rasa kepedulian dalam diri. Hal ini sebagai salah satu penyokong yang akan memperkuat tali persaudaraan sesama umat muslim. Selain itu, jalinan kasih sayang pun akan semakin erat dengan adanya ujian dan cobaan yang dihadapi secara bersama-sama.

Nah, Sobat Cahaya Islam, itulah beberapa hikmah yang dapat dipetik dari setiap bencana yang terjadi. Begitu halnya dengan banjir yang terjadi pada Rumah Adat Banjar serta kawasan lainnya di Provinsi Kalimantan Selatan terdapat hikmah yang dapat dipetik. Semoga setiap korban diberikan ketabahan serta kesabaran dalam menghadapinya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY