Kasus Anak Titipkan Ibunya ke Panti Jompo, Islam Ingatkan Bakti kepada Orang Tua

0
506
anak titipkan ibunya ke panti jompo

Anak titipkan ibunya ke panti jompo – Dalam ajaran Islam, berbuat baik dan merawat orang tua merupakan kewajiban anak. Lalu, bagaimana hukum anak titipkan ibunya ke panti jompo? Viral kasus anak yang menitipkan nenek renta berusia 47 tahun. Sebab, kedua anak tersebut secara terang-terangan meminta pihak tak perlu memberi kabar jika ibunya kelak meninggal dunia. 

Viral Kasus Anak Titipkan Ibunya ke Panti Jompo

Seorang nenek renta berusia 74 tahun tengah viral di media sosial lantaran dititipkan kedua anaknya ke Panti Jompo. Wanita bernama Nasikah tinggal di Griya Lansia Husnul Khatimah yang terletak di Sidoarjo. Kisah memilukan datang dari nenek yang wajahnya menyiratkan kepasrahan. 

Nasikah diserahkan oleh kedua anak perempuanya, lengkap dengan surat perjanjian yang isinya mereka tidak ingin dikabari jika ibunya meninggal dunia. Publik dibuat geram dengan kasus anak titipkan ibunya ke panti jompo. Kisah memilukan ini menjadi cerminan suram atas pudarnya nilai-nilai kekeluargaan. 

Saat orang tua semakin renta dan membutuhkan perhatian anaknya, justru anak-anak mereka memutuskan hubungan hanya fisik, melainkan juga batin. 

Pandangan Islam tentang Berbakti kepada Orang Tua

Islam mewajibkan setiap anak selalu berbakti kepada orang tua sebagai balasan dari kebaikan dan kebijakan yang diberikan selama ini. Sebab, setiap orang tua berkeinginan memberikan terbaik untuk anaknya. Sudah sepantasnya seorang anak selalu memuliakan orang tuanya, termasuk merawatnya ketika lanjut usia. 

Perintah memuliakan orang tua terdapat dalam ayat berikut ini:

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) terhadap kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah, bahkan menyusukan pula selama kurang lebih 2 tahun. Maka dari itu bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku sajalah tempat kamu kembali.” 1

Berkaca dari ayat di atas, sudah sepatutnya anak berbakti kepada orang tua dengan melayani. Selain itu, merawat orang tua juga termasuk sebagai jihad di jalan Allah. Para ulama sepakat bahwa anak titipkan ibunya ke panti jompo tidak boleh, kecuali karena keterpaksaan. Pada dasarnya orang tua selalu ingin dekat dengan anaknya.

Sebisa mungkin Sobat harus merawat dan mengurus orang tua ketika mereka lanjut usia. Sebab, merawat orang tua merupakan salah satu pintu menuju surga Allah. 

Pahala Merawat Orang Tua

Seiring perkembangan zaman, panti jompo mulai bermunculan sebagai alternatif merawat orang tua yang telah lanjut usia. Sayangnya, panti jompo memiliki stigma negatif di masyarakat Indonesia. Sebab, kultur di Indonesia menganggap menitipkan orang tua ke panti jompo termasuk perbuatan durhaka.

Banyak yang menganggap bahwa menitipkan orang tua ke panti jompo merupakan tindakan pengabaian atau menghindari tanggung jawab. Meskipun tradisi kekeluargaan di Indonesia masih sangat kuat, namu realitas sosial yang saat ini terjadi kini memaksa Sobat untuk melakukan evaluasi dalam merawat orang tua lanjut usia. 

anak titipkan ibunya ke panti jompo

Banyak suami istri yang sama-sama bekerja, sehingga memiliki keterbatasan waktu. Terlebih lagi ada tanggung jawab lain, seperti merawat anak-anak. Oleh karena itu, terkadang Sobat tidak bisa memberikan perawatan sepenuhnya kepada orang tua. 

Kasus anak dititipkan ibunya ke panti jompo juga terjadi karena latar belakang ketidakmampuan anak.Padahal orang tua yang telah lanjut usia menjadi gerbang untuk masuk surga. Bahkan amalan ini jika Sobat kerjakan dengan ikhlas, Allah menjamin surga sebagai jaminanya. 

Tidak hanya itu, amalan merawat orang tua juga akan lebih cepat menggugurkan dosa-dosa besar sebagaimana hadits:

“Orang yang mendapati salah satu orang tuanya atau dua-duanya dalam keadaan tua, kemudian (anak tersebut) tidak masuk surga”. 2

Dari kasus anak titipkan ibunya ke panti jompo, Sobat bisa mengambil banyak pelajaran. Jangan sampai Sobat menjadi kaum muslimin yang durhaka kepada orang tua karena termasuk salah satu dosa besar. 


  1. (Q.S. Luqman [31]: 15) ↩︎
  2. (HR Muslim, no. 2551) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY