Rakornas MPKSDI 2025 Fokus pada Penguatan Kader

0
290
Rakornas MPKSDI 2025

Rakornas MPKSDI 2025 – Rapat Koordinasi Nasional atau Rakornas MPKSDI 2025 Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi dimulai di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani telah membuka rapat koordinasi pada 24 hingga 26 Oktober 2025. Muhammadiyah tengah fokus melakukan penguatan kader unggulan. 

Pelaksanaan Rakornas MPKSDI 2025

Acara Rakornas MPKSDI 2025 ini menjadi ajang penting bagi penguatan arah perkaderan Muhammadiyah di tengah perubahan zaman yang dinamis. Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan Rakornas pertama di pertengahan periode kepemimpinan. 

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dihadiri oleh 33 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah. Kepercayaan yang pimpinan berikan dan warga Muhammadiyah menjadi tanggung jawab besar yang harus anggota jalankan sebaik-baiknya.

Bachtiar menegaskan bahwa MPKSDI berkomitmen melahirkan kader-kader unggulan Muhammadiyah secara berkelanjutan. Ia menilai amanah ini berat, namun dengan dukungan, kolaborasi, serta program berkesinambungan upaya peningkatan kualitas kader akan terus dilakukan.

Dukungan Penuh dari Rektor UMS

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Harun Joko Prayitno menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan kader Muhammadiyah di lingkungan kampus. Ia menilai UMS harus menjadi perguruan tinggi yang bermutu dan berperan strategis dalam penguatan pendidikan tinggi di Indonesia. 

Harun menekankan bahwa sinergi antara UMS dan MPKSDI dapat memperkuat upaya bersama dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing global. Melalui pelaksanaan Rakornas MPSKDI 2025 ini, Muhammadiyah diharapkan mampu memperkuat sistem kaderisasi. 

Harapannya, kaderisasi bisa lebih adaptif terhadap tantangan zaman serta terus menjadi pelopor pendidikan dan pembinaan sumber daya insani yang berkemajuan di Indonesia. 

Empat Pilar Dasar Penguatan Kaderisasi

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menjelaskan empat pilar utama yang menjadi dasar penguatan kaderisasi. Hal ini bertujuan untuk pengembangan sumber daya manusia Muhammadiyah di masa depan. 

Rakornas MPKSDI 2025

Hal tersebut beliau sampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional MPKSDI PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta pada 24 Oktober 2025. Haedar menilai bahwa Muhammadiyah harus terus dipahami sebagai gerakan yang bertumpu pada nilai. 

Nilai-nilai Islam disebutnya menjadi dasar bagi setiap tindakan, pemikiran, dan orientasi hidup warga persyarikatan. Ia juga menekankan bahwa Islam merupakan landasan utama bagi seluruh aspek kehidupan kader Muhammadiyah.

Selanjutnya, Ketum Pusat Muhammadiyah menjelaskan pentingnya mengembangkan nilai tersebut menjadi sistem pemikiran yang sistematis. Menurutnya, pola pikir yang terstruktur akan melahirkan ilmu pengetahuan, ideologi, dan teknologi. 

Ia juga mengingatkan bahwa konsep Islam berkemajuan perlu terus menjadi acuan berpikir kader Muhammadiyah masa kini dan mendatang. Haedar menuturkan bahwa sejak berdiri, Muhammadiyah telah berkembang menjadi sistem persyarikatan yang menjadi tumpuan seluruh anggotanya. 

Oleh karena itu, ia mengimbau agar setiap kader mampu menjalankan sistem tersebut dengan baik dan tidak menempatkan diri di atasnya. Ia menegaskan bahwa sistem harus dijaga oleh para kader agar organisasi tetap kuat dan berkelanjutan. 

Terakhir, Haedar menekankan bahwa nilai, pemikiran, dan sistem tidak akan berjalan tanpa manusia yang menjalankannya. Penguatan sumber daya manusia sebagai prioritas utama dalam Rakornas MPKSDI 2025 tentang kaderisasi Muhammadiyah.  Ia menilai ketiga aspek tersebut harus diintegrasikan oleh kader yang berkualitas agar mampu mewujudkan visi Islam berkemajuan secara nyata di tengah masyarakat modern.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY