Pesan dari Tulus di Album Terbarunya, Ini Tanggapan Islam

0
1306
Pesan dari Tulus

Pesan dari Tulus – Pesan dari Tulus yang baru saja merilis album terbarunya yang bertajuk “Manusia” tengah menjadi satu topik perbincangan hangat. Karyanya itu pun menjadi tanda satu decade Tulus telah berkarir di Industri musik Tanah Air.

Album tersebut berisi 10 lagu dengan isi pesan mendalam yang dikhususkan kepada para penikmat lagu-lagu miliknya.

Di dalamnya pun terinspirasi dari interaksi sesama manusia yang ada di lingkungan sekitarnya.

Yang mana hampir seluruh lagunya tak lain diambil dari sejumlah pengalamannya langsung saat bertemu dengan banyak orang dalam hidupnya sehari-hari.

Semua pengalaman itu lalu dituangkan menjadi sebuah lagu, dikumpulkan lalu terbentuklah sebuah album.

Sedangkan pesan yang disampaikan adalah mengenai manusia dan segala dinamikanya, serta perasaan yang sangat dalam dari kita.

Banyak yang ditulis Tulus dalam liriknya demi bisa membesarkan hati seluruh orang yang mendengarkan lagu-lagunya tersebut.

Dalam albumnya kali ini, Tulus bekerja sama dengan produser yang sudah menghasilkan ragam karya, Ari Renaldi.

Selain itu, dia juga berkolaborasi bersama Dere, Topan Abimanyu, Petra Sihombing dan Yseph Sitompul dalam menulis lagu.

Kini, seluruh lagu yang ada dalam album “Manusia” sudah bisa didengarkan di berbagai platform music digital yang tersedia di Indonesia.

Nah, Sobat Cahaya Islam, membahas tentang dinamika kehidupan manusia yang dipaparkan dalam lagu-lagu Tulus,

Pastinya membuat Sobat penasaran seperti apa perspektif agama Islam terhadap hal tersebut. Demikian penjelasannya.

Manusia diciptakan oleh Allah SWT dari Al-Alaq, yang artinya sesuatu yang tergantung pada yang lain.

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (QS. Al-Alaq : 2)

Manusia tidak pernah bisa hidup sendiri tanpa bantuan dan juga keberadaan pihak lain.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَاۤءُ اِلَى اللّٰهِ ۚوَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ

“Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji.” (QS. Al-Fathir : 150)

Selain membutuhkan Allah SWT dalam mewujudkan segala sesuatu yang diharapkan, manusia juga butuh adanya peran orang lain.

Contohnya saja orang kaya, setiap memenuhi apa yang diinginkan dibutuhkan adanya kekuatan fisik atau keterampilan dari orang miskin.

Pesan dari Tulus

Pun sebaliknya dengan orang miskin, yang butuh uang serta pekerjaan dari orang kaya yang bisa menggunakan jasa dan menggajinya.

Dengan adanya saling butuh tersebut maka sesama manusia akan hidup berdampingan dengan baik dan saling bekerja sama untuk membentuk dinamika kehidupan yang baik.

Dampak Buruk dari Sikap Tidak Butuh Orang Lain

Ada beberapa hal yang menjadi dampak buruk apabila seseorang merasa tidak membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Apa saja?

Enggan Menjalin Hubungan

Orang yang sudah enggan menjalin hubungan bahkan mengenal orang lain maka akibatnya adalah rusaknya sebuah tali persaudaraan.

Pesan dari Tulus

Padahal mustahil suatu saat orang tersebut tidak membutuhkan siapa pun, dan jika itu benar terjadi maka akan mendatangkan keburukan bagi dirinya sendiri

Timbul Persaingan

Orang yang tidak mau bersosialisasi dengan baik maka dapat memicu suatu persaingan antara dirinya dengan pihak lain.

Akan muncul jiwa kompetitif yang fatalnya berujung pada sifat iri dengki bagi sesame karena kurangnya kerukunan di antara mereka.

Demikian di atas adalah ulasan mengenai pesan dari Tulus di album terbarunya yang menyinggung tentang dinamika kehidupan.

Serta bagaimana jika hal tersebut dilihat dari perspektif agama Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY