Pernikahan Maudy Ayunda – Baru – baru ini, netizen menjadi geger lantaran berita pernikahan Maudy Ayunda tersebar luas. Tak disangka, diam – diam wanita yang menginspirasi ini sudah melangsungkan akad.
Tentu saja, penggemarnya makin banyak. Menikah di usia yang cukup dengan segudang prestasi tentu juga menjadi keinginan para muslimah di luar sana.
Sobat Cahaya Islam, selain pernikahan Maudy Ayunda ada banyak pernikahan para selebgram yang bisa juga menjadi panutan.
Bukan hanya dari segi kemewahan namun lebih kepada bagaimana konsep penjagaan Islam dapat terwujud dalam pernikahan. Sebab jika menikah lantaran keinginan tanpa berlandaskan syariat, tentu hanya akan menyisakan dosa.
Mengambil Hikmah dari Pernikahan Maudy Ayunda
Sobat Cahaya Islam, pernikahan Maudy Ayunda tentu akan menjadi bahasan perbincangan baik di ranah sosial media maupun keseharian masyarakat.
Sebab sosok fenomenal ini sudah menancap dalam hati sebagian generasi lantaran giatnya beliau dalam memotivasi untuk selalu mengedepankan pendidikan.
Berikut hikmah yang bisa diambil dari pernikahan tersebut yakni :
1. Menjaga Privasi
Salah satu hikmah yang bisa diambil yakni dengan kesepakatan dalam menjaga privasi hubungan. Dalam Islam sendiri, hal – hal yang terjadi sebelum pernikahan misal seperti taaruf dan khitbah, perlu untuk diberi privasi. Artinya jangan sampai prosesi tersebut malah tersebar luaskan.
Bukan karena Anda tak bahagia, namun Islam ingin melakukan penjagaan agar terhindar dari fitnah orang lain. Selain itu, keberadaan laki – laki dan wanita dalam Islam sebelum prosesi ‘akad’ merupakan dua lawan jenis yang tidak terikat apapun sehingga keduanya tetap orang asing.
Beberapa hal yang tak bisa keduanya lakukan yakni berduaan bersama, maupun bergandengan sebab bukan mahramnya. Hal ini terurai dengan jelas sebagaimana firman Allah Ta’ala yakni dalam surat An Nur ayat 31 yakni :
وَقُلْ لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اٰبَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَاۤىِٕهِنَّ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التَّابِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَاۤءِ ۖوَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّۗ وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Artinya : Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.
2. Memilih Pasangan Berdasar Pandangan Islam


Salah satu pemberitaan yang beredar mengenai pasangan Maudy Ayunda, bahwa dirinya telah menjadi seorang mualaf sebelum menikahi Maudy. Hal ini patut menjadi panutan.
Di tengah naiknya gelombang pernikahan beda agama Maudy tetap mengorientasikan untuk memilih pria yang seagama dibandingkan harus meninggalkan keyakinan karena modal cinta.
Padahal nyatanya cinta yang terbaik datangnya dari Allah Ta’ala. Bila pernikahan beda agama terjadi, lantas sudikah Pencipta mewujudkan ketinggian cinta dalam rumah tangganya? Tentu jawabannya, tidak. Sebab rahmah-nya Allah hanya akan diberikan pada orang – orang beriman.
3. Keduanya Bagian dari Orang Berilmu


Fakta lain yang membahagiakan yakni latar belakang keduanya yang merupakan para pecinta ilmu. Hal ini perlu untuk senantiasa dijadikan panutan sebab serupa sebagaimana Islam dalam membentuk keluarga Rabbani.
Sebuah keluarga rabbani tak akan mudah diwujudkan tanpa kehadiran Ayah dan Ibu yang memiliki ketinggian ilmu terutama ilmu akhirat.
Sehingga sejak kecil para keturunannya akan memahami bahwa syariat Islam merupakan satu – satunya hal yang perlu ditinggikan dan ditegakkan.
Bakan para keturunan ini telah memiliki azzam dalam diri untuk terus selalu berkiprah dan memberikan kontribusi dalam Islam.
Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai pernikahan Maudy Ayunda. Semoga ulasannya bermanfaat!
































