Pengetahuan Islam: Perayaan Natal Ternyata “Bid’ah” dalam Kepercayaan Kristiani Lho!

0
375

*Tanpa ada unsur menjelek-jelekkan agama lain. Artikel ini dibuat hanya sekedar sebagai pengetahuan semata. Adapun landasan yang ada di dalamnya berasal dari banyak sumber.

Tanggal 25 Desember selalu diperingati dengan hari raya umat Kristiani atau lebih dikenal dengan hari natal. Hari natal ini diperingati karena dipercaya sebagai hari kelahiran Yesus Kristus yang menjadi Tuhan umat kristiani. Dalam ajaran agama Islam, Yesus yang dimaksut umat Kristen adalah nabi Isa AS, dimana dalam Islam Nabi Isa telah diangkat ke langit dan digantikan seseorang yang mirip dengan Nabi Isa AS. Banyak orang yang mempertanyakan asal usul Natal ini, sebab perintah peringatan Natal tidak pernah dicontohkan oleh Yesus dan tidak terdapat pada Bible. Natal sendiri ternyata dicetuskan oleh Gereja kepada seluruh umat kristiani di dunia. Lambat laun, hal ini kemudian menjadi sebuah hari raya bagi umat kristiani. Mari kita simak lebih lengkapnya mengenai Natal.

Sejarah Hari Natal yang dikaitkan dengan adat peringatan dewa matahari

Asal usul natal diambil dari Kata “natal” dalam bahasa latin berarti “lahir”, dan umat kristiani diyakini sebagai hari kelahiran Yesus. Sebenarnya perayaan ini baru ada sejak abad ke 4 Masehi, diyakini bahwa peringatan ini tercetus antara tahun 325 – 354 oleh Paus Liberius. Dimasa itu rakyat Romawi masih menganut paganis politheisme. Ketika Kaisar Kostantin memeluk agama Kristen, rakyat berbondong bondong ikut memeluk agama Kristen Katolik. Tetapi rakyat tidak dapat meninggalkan budaya adat mereka yang telah menjadi bagian dari kehidupan yakni merayakan kelahiran dewa matahari.

Agar agama Katolik ini diterima, kaisar Konstantin mengadakan sinkretisme yakni perpaduan agama dan budaya, dengan menyatukan perayaan kelahiran sun of God (Dewa matahari) dengan sun of God (Anak Tuhan yaitu Yesus Kristus). Sinkretisme ini menghasilkan tanggal 25 desember sebagai perayaan hari kelahiran tokoh penting dalam dunia Romawi. Lambang Dewa matahari berupa silang cahaya (salib) kini menjadi lambang kristiani. Bila menelisik lebih dalam akan sangat panjang mengenai asal usul Natal tersebut.

Sejarah Pohon Natal

Sahabat cahaya Islam pasti tahu ketika perayaan Natal akan banyak dijumpai pohon natal. Pohon Natal umumnya merupakan pohon cemara yang diberikan hiasan serta pernak pernik. Ternyata kebiasaan pemasangan pohon natal ini dimulai dari Jerman yang dimulai pada abad ke 16. Hingga saat ini pemasangan pohon Natal masih menjadi polemik umat Kristiani. Masih ada sebagian gereja yang tidak memperbolehkan pemasangan pohon natal.

Berdasarkan asal usul Natal, dikisahkan bahwa pada zaman dahulu, bangsa Romawi menggunakan pohon cemara untuk perayaan Saturnalia, yakni kelahiran Dewa Matahari, Mithras pada 25 Desember. Pohon cemara ini dihiasi pula dengan berbagai hiasan kecil dan topeng topeng kecil. Sejarah bangsa Romawi inilah yang memunculkan pohon Natal ketika perayaan Natal. Jadi adanya pohon natal bukan karena terdapat pada bible, namun bagian dari budaya yang berpadu dengan agama tersebut.

Asal Usul Santa Clause / Sinterklas

Selain asal usul natal, sinterklas juga selalu hadir ketika natal. Lalu dari mana sejarah natal, pohon natal dan sinterklas, dan siapa sebenarnya Sinterklas atau santa clause ini? Ternyata Santa Clause ini terinspirasi dari figur seorang pastur bernama Santo Nicolas yang hidup pada abad ke 4 M. Dia merupakan pastur di Myra yang sangat diagung agungkan oleh orang Yunani dan Latin. Dimana dia memiliki kebiasaan memberi hadiah secara sembungi-sembunyi kepada anak-anak dan wanita miskin. Kebiasaannya ini dulu dilakukan setiap tanggal 6 Desember, namun kini digabungkan bersama perayaan Natal.

Ternyata tidak hanya islam saja ya, yang memiliki hal-hal “Bid’ah” yang selalu dibicarakan dan diperdebatkan. Saudara kita yang beragama kritiani pun begitu. Itulah ulasan singkat kita mengenai asal usul natal, pohon natal dan juga Santa clause. Bagaimana menurut kalian sahabat Cahaya Islam? Kita sebagai umat islam yang baik cukup memahami saja tanpa harus memberikan komentar negatif pada agama lain. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!