Sungguh Berbahaya Efek Orang yang Mengikuti Hawa Nafsu

0
891
Sungguh Berbahaya Efek Orang yang Mengikuti Hawa Nafsu

Orang yang mengikuti hawa nafsu – Pernah nggak sih sobat cahaya islam berhadapan dengan orang yang tindakannya serba ngawur. Pokoknya terabas aja gitu. Nggak pedulu konsekuensi apa dibalik hal serampangan itu. Orang yang cenderung emosian dan nggak bisa kontrol amarahnya sendiri. Yang ternyata sejalan dengan otaknya yang bebal, karena mau kita nasihatin gimanapun tetap mental. Kami yakin pernah! – Soalnya buanyak banget orang modelan begitu sih. Allah SWT memperingatkan dalam Al-Qur’an tentang hal ini dalam surat Al Jatsiyah ayat 23:

أَفَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِۦ وَقَلْبِهِ

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya? Allah kemudian menyesatkannya dalam apa yang ia ketahui, dengan menutup mata dan telinganya”

Orang orang modelan begini variasinya banyak ya. Bahkan dari golongan yang pintar dan berilmu. Namun bagaimanapun, spesiesnya sama. Yakni orang yang dominan hawa nafsunya. Ayat ini nunjukin bahwa mengikuti hawa nafsu berlebihan bisa menyebabkan seseorang menomorduakan perintah Allah dan lebih mementingkan keinginan pribadinya. Sama aja kayak syirik bukan?

Dalam Islam, hawa nafsu adalah dorongan atau keinginan yang cenderung pada hal-hal duniawi dan sering kali menjerumuskan manusia ke dalam keburukan. Mengikuti hawa nafsu tanpa kendali dapat membawa dampak negatif bagi kehidupan seseorang, baik di dunia maupun akhirat.

Efek Negatif Bagi Orang yang Mengikuti Hawa Nafsu?

Bahaya dari mengikuti hawa nafsu sangat banyak. Yang jelas adalah (1) hawa nafsu bisa membuat seseorang mudah terjebak dalam perbuatan dosa. Orang yang mementingkan hawa nafsunya bakal gampang berbuat berbohong, berbuat zalim, dan merugikan orang lain. Hal ini karena emang mereka punya kecenderungan untuk mewujudkan keinginannya dengan cara apapun. (2) hawa nafsu sering kali merusak kehidupan sosial. Hawa nafsu yang nggak bisa dikontrol akan mendorong orang itu untuk bersikap egois dan sombong, yang dapat merusak hubungan sosial dan menciptakan ketidakharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Parahnya, banyak beberapa kasuss bahkan orang tersebut nggak sadar kalau dirinya merugikan orang lain. Seperti apa yang kita sitir dalam ayat sebelumnya. Mata dan telinga mereka seperti ada penutupnya.

***

Dalam ajaran Islam, kita belajar agar selalu mengendalikan hawa nafsu dengan memperkuat iman dan taqwa. Salah satu cara yang berupa ibadah adalah dengan berpuasa. Puasa membantu menahan diri dari dorongan hawa nafsu, baik yang bersifat jasmani maupun rohani. Kalo kata para alim ulama sih, simplenya kita belajar dulu mengendalikan apa yang kita makan (Cukup dan tidak berlebihan). Dari situ insha Allah akan meningkat kepada hal hal baik lainnya yang berkaitan dengan pengendalian hawa nafsu.

عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم “لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ”. حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ، رَوَيْنَاهُ فِي كِتَابِ “الْحُجَّةِ” بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah beriman seseorang dari kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.” (Hadits Arbain Nawawi).

Hadis ini menekankan bahwa seorang Muslim harus menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman utama dalam mengendalikan hawa nafsu. Pada akhirnya, dengan mengendalikan hawa nafsu, seseorang akan lebih dekat kepada Allah dan hidupnya akan lebih damai dan terarah sesuai dengan ridha-Nya. Semoga kita selalu menjadi hamba Allah yang tidak mudah terombang ambing oleh hawa nafsu kita sendiri ya. Semoga bermanfaat!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY