Pembalap Marc Marquez Berhenti Bicara dengan Rossi, Apa Hukumnya?

0
936

Pembalap Marc Marquez – Prestasi pembalap Marc Marquez tentu mengharumkan dan membanggakan bagi semua penggemar seri balapan. Walaupun begitu, prestasi seorang Marc Marquez kerap bersamaan dengan kontroversinya.

Salah satu kontroversi yang paling populer adalah perseteruan antara Marc Marquez dengan Valentino Rossi. Sontak saja timbul pertanyaan apa yang terjadi antara kedua pembalap internasional tersebut.

Pengakuan Pembalap Marc Marquez Berhenti Berbicara dengan Rossi

Perseteruan antara pembalap Marc Marquez dengan Rossi mencuat kembali usai perilisan film dokumenter Marquez. Bahkan Marc Marquez juga mengungkapkan alasan sampai ia berhenti berbicara dengan Rossi.

Menurut pengakuannya, ia berhenti berbicara dengan Rossi sejak pertandingan di Argentina pada tahun 2018 lalu. Pada saat itu, Marquez start dari urutan ke 19 namun melaju kencang padahal tengah dalam hukuman penalti.

Setelah itu, Marquez pun berada di urutan ketujuh tepat di belakang Rossi. Marquez kemudian melakukan overtake yang sangat agresif sehingga membuat Rossi terjatuh.

Karena itulah, Marquez mendapatkan penalty selama 30 detik. Sejak saat itulah, Marquez mengaku ia berhenti berbicara dengan Rossi dan tak mau tahu apa yang sang legenda pembalap lakukan.

Marquez mengaku ia yang salah karena menyebabkan Rossi terjatuh. Namun menurutnya, Rossi terus menyalahkan dirinya sampai bertubi-tubi.

Permusuhan di dalam Islam

Apa yang terjadi antara pembalap Marc Marquez dan Valentino Rossi merupakan permusuhan atau perselisihan antara dua orang pembalap professional. Memang dalam sebuah hubungan, sering kali terjadi kekeliruan, perselisihan, dan kekhilafan.

Dalam islam, agama mengajarkan agar umatnya yang saling berselisih untuk tidak mendiamkan saudaranya sampai lebih dari 3 hari. Ini sama seperti apa yang terjadi antara Marc Marquez dan Valentino Rossi.

Bahkan islam juga merupakan agama yang mengajarkan umatnya untuk saling bermaafan. Hal ini tentu bertujuan agar selalu tercipta perdamaian, dan hubungan yang baik antara kedua belah pihak.

Pandangan Islam Terhadap Orang yang Mendiamkan Saudaranya

Sobat Cahaya Islam, agama islam merupakan agama yang sangat sempurna. Karena itulah islam memiliki pandangan tersendiri dalam kondisi sesama teman, saudara, ataupun suami dan istri yang saling bermusuhan sampai mendiamkan saudaranya.

Bagaimana pandangan islam? Berikut ini informasi selengkapnya untuk Anda.

1.       Berdosa

Seseorang yang marah lebih dari tiga hari dalam islam dipandang sudah melakukan kesalahan, bahkan menambah dosa. Pasalnya, perbuatan marah merupakan hal yang begitu disukai syaitan.

Karena itulah, penting untuk Anda mengetahui cara menjaga amarah dalam islam. Hal ini tertuang dalam HR Muslim Hadits Nomor 2560 yang berbunyi:

 “Dari Abî Ayûb al-Anshâriy, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ‘bersabda; ‘Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam di mana keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Yang terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan salam’. “(HR. Muslim, Hadits No. 2560).

2.       Perbuatan yang Tidak Halal

Para ulama menuturkan bahwa mukmin tak boleh memusuhi saudaranya lebih dari 3 hari. Apabila sesudah berlalu tiga hari, maka ia harus menemuinya lalu mengucapkan salam terhadapnya.

Apabila saudaranya itu menjawab salamnya, maka mereka sama-sama mendapat pahala. Kalau saudaranya tidak menjawab, maka ia sudah menempatkan dirinya dalam dosa.

Hal itu ditegaskan dalam HR. Muslim Hadits Nomor 2561 yakni:

 نْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «لَا يَحِلُّ لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ»

“Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: ‘Tidak halal bagi seorang mukmin mendiamkan saudaranya melebihi tiga hari’.”(HR. Muslim, Hadits No. 2561).

3.       Haram Jika Saling Mendiamkan

Islam dengan tegas melarang manusia dan mengharamkan manusia saling mendiamkan, marah, tak menegur, bermusuhan antara satu sama lain lebih dari tiga hari. Ini juga tertuang dalam HR Muslim Nomor 35 yang berbunyi:

 Dari Abî Hurairah RA. Dia berkata, “Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda; “Janganlah kalian saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling menjauhi dan janganlah membeli barang yang sedang ditawar orang lain. Dan jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain, maka tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, mendustainya dan menghinakannya. Taqwa itu ada di sini (seraya menunjuk dada beliau tiga kali). Seseorang telah dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram darahnya bagi muslim yang lain, demikian juga harta dan kehormatannya”. (HR. Muslim, Arba’în al-Nawawiy, Hadits No.35).

Oleh sebab itu, apa yang dilakukan pembalap Marc Marquez merupakan perbuatan terlarang. Sobat Cahaya Islam sebaiknya tidak melakukan hal tersebut.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY