Pelabuhan Merak Cilegon – Setelah bulan Ramadan, umat islam akan merayakan hari Idul Fitri atau lebaran. Tak heran jika banyak orang yang mulai memadati Pelabuhan Merak Cilegon.
Menuju Pelabuhan Merak, para pemudik bisa ke kampung halamannya melalui kapal. Oleh sebab itulah, jumlah kendaraan di Pelatihan Merak sudah mulai naik.
Peraturan Mudik di Pelabuhan Merak Cilegon
Beberapa waktu lalu, Kemenhub resmi merilis peraturan mudik Lebaran 2023 tepat di Pelabuhan Merak Cilegon. Selain itu, Kemenhub juga sudah mengupayakan langkah antisipasi kepadatan kendaraan yang berada di pelabuhan.
Sebagai antisipasi kepadatan kendaraan yang ada di Pelabuhan Merak maupun Bakauheni, maka pihaknya melakukan pembagian. Adapun pembagian tersebut tergantung berdasarkan jenis kendaraan pemudik.
Dengan begitu untuk mudik di tahun ini, maka pemudik juga bisa memakai Pelabuhan Ciwandan dan Panjang bagi kendaraan sepeda motor dan truk. Peraturan mudik tersebut resmi berlaku berdasarkan keputusan bersama berbagai pihak terkait.
Hal ini bertujuan untuk terhindar dari kendaraan pemudik yang menumpuk di Pelabuhan Merak saja. Peraturan tersebut juga berguna agar tidak terjadi lagi kemacetan parah menuju Pelabuhan Merak.
Kemenhub juga memberlakukan peraturan berupa penundaan perjalanan. Namun perubahan tersebut bisa berubah tiba0tiba sesuai diskresi Polri.
Mudik dalam Islam
Sobat Cahaya Islam, apakah Anda akan mudik melalui Pelabuhan Merak Cilegon juga di tahun ini? Jika iya, maka penting untuk selalu berhati-hati.
Pasalnya, selama di perjalanan, manusia tak tahu apa yang akan terjadi nanti. Tak jarang ada kecelakaan yang menimbulkan korban luka sampai tewas selama mudik.
Tentu saja, semua orang berharap selamat selama perjalanan mudik. Walaupun begitu, manusia hanya bisa memasrahkan takdirnya kepada Allah SWT termasuk di perjalanan mudik mendatang.
Oleh sebab itulah, selama perjalanan mudik, Sobat Cahaya Islam harus senantiasa mengingat Allah SWT. Jangan lupa untuk memanjatkan doa agar Allah mengamankan perjalanan dan membuat hal itu menjadi berkah.
Kumpulan Doa Saat Mudik
Sobat Cahaya Islam, berikut ini ada beberapa doa yang bisa Anda panjatkan ketika hendak melakukan perjalanan mudik:
1. Doa Saat Naik Kendaraan
Ketika melakukan perjalanan mudik, Anda jangan sampai lupa berdoa saat naik kendaraan. Doa ini bisa dipanjatkan baik saat naik kendaraan umum ataupun pribadi, darat dan laut.


Bacaan doa yang nabi Muhammad SAW ajarkan kepada umatnya yakni:
بِاسْمِ اللَّهِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ
{ سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ } { وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ }
(3x) الْحَمْدُ لِلَّهِ
(3x) اللَّهُ أَكْبَرُ
سُبْحَانَكَ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
“Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Rabb yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Robb kami (di hari kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Allah Maha Besar (3x), Maha Suci Engkau Ya Allah, sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”
(HR. Abu Dawud (no.2602), at-Tirmidzi (no.3446)
2. Doa Selama Perjalanan
Sebagai informasi, ketika mudik biasanya Anda melakukan safar sehingga bisa disebut sebagai musafir. Oleh sebab itulah, sebaiknya Sobat Cahaya Islam tak hanya membaca doa naik kendaraan.
Sebab sunnah hukumnya memanjatkan doa safar di bawah ini:
سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ
“Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga.” (HR. Muslim (II/998)
3. Doa Memasuki Desa maupun Kota


Ketika mudik, Anda pastinya akan memasuki desa atau kota yang berbeda dengan tempat tinggal sebelumnya.
Karena itulah, Sobat Cahaya Islam bisa memanjatkan doa berikut ini:
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَاأَظْلَلْنَ، وَرَبَّ اْلأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَمَاأَقْلَلْنَ،وَرَبَّ الشَّيَاطِيْنَ وَمَاأَضْلَلْن، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَاذَرَيْنَ. أَسْأَلُكَ خَيْرَهَذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَأَهْلِهَا، وَخَيْرَمَافِيْهَا،وَأَعُوْذُبِكَ مِنْشَرِّهَا وَشَرِّأَهْلِهَا وَشَرِّمَافِيْهَا
“Ya Allah, Rabb tujuh langit dan apa yang dinaunginya, Rabb Penguasa tujuh bumi dan apa yang ada di atasnya, Rabb yang menguasai setan-setan dan apa yang mereka sesatkan, Rabb yang mengendalikan angin dan apa yang diterbangkannya. Aku mohon kepada-Mu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan desa ini, kejelekan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya.”
(HR. An-Nasai dalam Sunanul Kubra (no.8775, 8776), dan ‘Amalul Yaum wal Lailah (no.547, 548). Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (no.524), al-Hakim (II/100).
Itulah beberapa doa yang bisa Sobat Cahaya Islam panjatkan ketika menjalani perjalanan mudik seperti melalui Pelabuhan Merak Cilegon. Semoga saja Anda selalu berada dalam perlindungan Allah SWT dan selamat saat berada di mana saja.






























