Nobar Timnas – Nobar Timnas bersama segerombolan teman tentu menjadi aktivitas menarik.
Laga pertandingan final memperebutkan Piala AFF Suzuki Cup 2020 tersebut, menjadi daya tarik tersendiri.
Pertandingan sengit antara Indonesia dan Thailand akan menjadi momen seru yang tak terlewatkan.
Sobat Cahaya Islam, selain seru dan menarik, momen nobar Timnas biasanya akan memicu beberapa aktivitas yang dapat menjadikan umat bermaksiat.
Salah satunya yakni ucapan – ucapan kotor yang terlontar manakala apa yang terlihat dalam pertandingan tak sesuai dengan ekspektasi.
Bagaimana Tanggapan Umat terhadap Perilaku yang Biasanya Muncul di Nobar Timnas?
Sobat Cahaya Islam, umat muslim perlu mengetahui bahwa berbagai aktivitas termasuk Nobar Timnas sendiri akan dipertanggungjawabkan kelak.
Jika tidak, maka umat akan merugi dan malah membuat mereka jauh dari sang Khaliq.
Kondisi merasa jauh dari Allah sendiri akan menyebabkan umat bisa saja terjebak dalam kemaksiatan. Kalau sudah demikian, tentu akan membahayakan bukan?
Hindari Beberapa Aktivitas Sebelum Nobar
Fenomena hari ini, seringkali menunjukkan ada banyak aktivitas yang bertentangan dengan syariat manakala agenda nobar berlangsung. Beberapa diantaranya yakni :
1. Rawan Ikhtilat
Acara nonton bareng memang mulai nge-trend sejak awal mula sistem kehidupan yang membiarkan kebebasan berjalan.
Konsep nobar ini pun tak membatasi siapapun. Asalkan satu visi, komunitas maupun organisasi maka sebenarnya mereka udah tergabung dalam acara nonton bareng.


Nah, masalahnya jika nonton bareng ini malah mencampurkan laki – laki dan perempuan dalam satu tempat, kemudian saling berinteraksi tanpa bahasan yang syar’i, jelas hal tersebut bukanlah aktivitas yang boleh dalam Islam.
Sebab, pada dasarnya umat memahami bahwa Allah Ta’ala memberikan hukum mutlak bahwa laki – laki dan perempuan terpisah.
Keterpisahan ini memang tidak sepenuhnya. Ada beberapa perkara yang membolehkan laki – laki dan perempuan saling berinteraksi. Misalnya aktivitas jual beli, rumah sakit dan transportasi umum.
Namun kendati aktivitas tersebut diperbolehkan untuk bercampur antara laki – laki dan perempuan, tetap saja umat harus bertindak sesuai dengan batasan syariat.
2. Mengucapkan Kata – Kata Kotor
Selain itu, bisa saja dalam nobar umat rentan untuk melontarkan berbagai kata kotor. Tentu saja hal tersebut tak dibolehkan dalam Islam. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah yakni :
مَا شَيْءٌ أَثْقَلُ فِيْ مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ وَإِنَّ اللهَ لَيُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيْءَ
Artinya : Sesungguhnya tidak ada sesuatu apapun yang paling berat ditimbangan kebaikan seorang mu’min pada hari kiamat seperti akhlaq yang mulia, dan sungguh-sungguh (benar-benar) Allah benci dengan orang yang lisannya kotor dan kasar.”
(Hadits Riwayat At Tirmidzi nomor 2002, hadits ini hasan shahih, lafazh ini milik At Tirmidzi, lihat Silsilatul Ahadits Ash Shahihah no 876)
Kendati tidak ada keharamannya, namun kata – kata tersebut dapat berakibat menyinggung perasaan sekitar.
Kondisi ini sangat bertentangan dengan keharusan umat Islam berperilaku baik dimanapun berada.
3. Bertindak Anarkis
Selain itu, tindakan anarkis maupun vandalisme saat dan sesudah nobar adalah hal yang sama sekali tidak bermanfaat.


Namun terkadang hal ini sering generasi lakukan sebagai pelampiasan semisal klub yang amat dicintai kalah dalam pertandingan. Naudzubillah.
Justru hal tersebut malah menjadikan umat rugi dari segi waktu maupun biaya karena harus mengurusi hal tersebut.
Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai Nobar Timnas dan beberapa dampak negatif dari kegiatan tersebut jika dibiarkan berlalu begitu saja tanpa pengontrolan.
Semoga ulasan ini dapat menjadi referensi terbaik dlmanapun umat berada. Aamiin Yarobbal ‘aalamiin.
































