Matt Hancock dari Pemerintahan, Mengapa?

0
58

Matt Hancock – Baru – baru ini, berita dunia sedang ramai dengan pembahasan mundurnya seorang Matt Hancock sebagai Menteri Kesehatan pemerintahan Inggris. Desas – desus kemundurannya bukan sebab sakit maupun kondisi yang tidak memungkinkan, melainkan karena melanggar aturan pemerintahan. Ia ketahuan sedang melakukan aktivitas tak pantas bersama ajudannya.

Sobat Cahaya Islam, pelanggaran yang Matt Hancock lakukan bisa saja dialami oleh umat Islam ketika menjabat sebagai pemimpin ataupun koordinator divisi dalam pemerintahan. Apalagi sebagai manusia, godaan akan fitrah tentu akan selalu menjadi godaan tersendiri. Salah satunya godaan dari lawan jenis.

Bagaimana Sikap Umat Merespon Ulah Matt Hancock? 

Salah satu sikap yang dapat umat tunjukkan tentu geram dengan tindakan tersebut. Walaupun Matt seorang non-muslim namun perilakunya sebagai anggota pemerintahan tentu harus segera tersolusikan.

Kemundurannya sebagai Menteri Kesehatan Inggris adalah upaya jangka pendek agar  aktivitas demikian tak lagi menjadi trend di kalangan orang berpengaruh. Sebab jika hal tersebut berjalan secara terus menerus, maka semakin lama umat akan mewajarkan hal tersebut.

Padahal, dalam agama manapun khususnya Islam sendiri tidak mengajarkan bahwa aktivitas tak pantas antara lawan jenis adalah ikatan yang sah di mata agama. Sebab selain menjijikkan, aktivitas tersebut akan menghinakan umat manapun serta berpotensi merendahkan harga dirinya. Tentu sobat Cahaya Islam tak mau kan dipandang rendah?

Secara fitrah, setiap manusia pasti ingin dipandang sebagai seseorang yang baik dengan kehormatan yang ia sandang. Namun, keistimewaan tersebut akan luntur bahkan menghilang ketika umat tak pandai menjaga kehormatan dirinya, salah satunya yakni berhubungan dengan lawan jenis di luar batas wajar.

Batas kewajaran dalam Islam, hubungan antara laki – laki dan wanita adalah terpisah secara mutlak. Kemutlakan tersebut menjadi gugur manakala umat perlu berinteraksi dengan lawan jenis dalam hal tolong menolong, jasa, transportasi, jual beli, kesehatan maupun pendidikan. Aspek – aspek ini memperbolehkan umat muslim dan muslimah untuk saling berinteraksi.

Kendati demikian, interaksi yang diperbolehkan hanya sebatas komunikasi secara umum saja, bukan dalam hal ranah pribadi. Konsep pergaulan dalam Islam ini memang terkesan seperti strict, namun terdapat berbagai manfaat yang umat dapatkan sebagai konsekuensi menerapkan syariat Islam ini.

Manfaat Menerapkan Syariat Islam tentang Pergaulan

1.    Mendapatkan Ridho Allah SWT

Manfaat terbaik yang umat dapatkan yakni bisa meraih ridho Allah Ta’ala. Umat perlu memahami, bahwa ridho Allah SWT tak dapat dicapai dengan mudah, Umat membutuhkan kesabaran dan perjuangan. Di zaman serba bebas sekarang yakni bagaimana umat dapat senantiasa menanamkan dalam diri bahwa segala sesuatu yang ia lakukan dalam hidup hanyalah untuk meraih ridho Allah SWT.

2.    Menjadi Penjagaan Diri

Selain itu, umat dapat lebih mudah untuk saling menjaga diri, Jika laki – laki dan wanita muslim saling memahami hakikat pergaulan, maka mereka dapat lebih mudah untuk berjaga jarak. Tantangan terbesar era sekarang yakni bagaimana generasi tak mudah terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala dalam surat An Nur ayat 30 yakni :

قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ

Artinya : Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

Nah, Sobat Cahaya Islam demikianlah ulasan terkait Matt Hancock serta bagaimana Islam memandang. Semoga artikel ini dapat menjadi referensi bacana bagi umat terkaait pandangan Islam terkait pergaulan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY