Rizki DA Curiga Usia Kehamilan Nadya Padahal Baru Menikah, Ini Hukumnya Menurut Islam Soal Wanita Hamil

0
31

Rizki DA – Retaknya pernikahan Pedangdut Rizki D Academy (DA) dan Nadya Mustika Rahayu masih menjadi sorotan publik. Pasalnya Rizki dikabarkan meragukan kehamilan Nadya yang melebihi usia pernikahannya.

Publik dikejutkan dengan pernyataan sahabat Nadya yang mengatakan bahwa Rizki tak ingin mengakui kandungan Nadya karena dianggap janggal. Meski demikian, saudara kembar Rizki, Ridho menegaskan bahwa saudara kembarnya itu akan tetap bertanggung jawab meski hasil tes DNA sudah terbukti.

Namun Rizki DA sendiri masih enggan berkomentar terakait isu tersebut. Ia hanya mengatakan masih berkomunikasi baik dengan Nadya.

Sobat Cahaya Islam membahas mengenai persoalan tersebut, dalam pandangan Islam ada dua kondisi untuk menikahi wanita hamil. Yakni wanita yang diceraikan suaminya dalam keadaan hamil dan wanita yang belum menikah tapi hamil karena berzina.

Lantas bagaimana hukumnya menurut Al Quran? berikut informasinya.

Rizki DA Janji Bertanggung Jawab dengan Kandungan Nadya Mustika, Hukum Menikah Saat Hamil Menurut Islam

Dalam Al Quran dikatakan bahwa wanita yang dinikahi dalam masa iddahnya (masa menunggu) yaitu tidak sah. Hal itu tercantum dalam surat At-Talaq Ayat 4, yang berbunyi:

وَٱلَّٰٓـِٔى يَئِسْنَ مِنَ ٱلْمَحِيضِ مِن نِّسَآئِكُمْ إِنِ ٱرْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَٰثَةُ أَشْهُرٍ وَٱلَّٰٓـِٔى لَمْ يَحِضْنَ ۚ وَأُو۟لَٰتُ ٱلْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَن يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مِنْ أَمْرِهِۦ يُسْرًا

“Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya” (QS ath-Thalaq [65]: 4).

Maka bersabarlah untuk laki-laki sampai masa iddah wanitanya selesai dengan sempurna. Seperti dalam firman Allah di surat Al-Baqarah ayat 2, yang berbunyi:

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,”  (QS al-Baqarah:2)

Hukum Menikahi Wanita Hamil karena Berzina

Wanita yang hamil karena berzina seringkali langsung dinikahi dengan laki-lakinya untuk menutup aibnya. Mayoritas ulama memperbolehkan hal ini, namun pendapat ulama yang lebih rajih mengisyaratkan kedua calon mempelai dengan masalah tersebut untuk segera bertobat.

Di negara Islam sendiri, wanita yang berbuat zina wajib hukumnya menjalankan hudud dengan cara dieksekusi oleh pemerintah. Untuk pezina yang masih lajang akan didera sebanyak seratus kali.

Namun di negara sekuler yang tidak memberlakukan hukuman secara Islam maka wanita pezina harus bertobat secara nasuha. Tobat secara nasuha memiliki 5 kriteria, yaitu

  • Bertobat secara ikhlas karena Allah SWT
  • Menyesali perbuatannya
  • Meninggalkan dosa tersebut dengan bersungguh-sungguh
  • Bertekad tidak akan mengulangi dosa tersebut
  • Memperbanyak ibadah untuk menggugurkan dosa yang telah dilakukannya

Setelah melakukan pertobatan barulah wanita yang hamil karena zina diperbolehkan dinikahi dengan laki-laki yang menghamilinya. Hal itu juga termaktub dalam UU Pasal 53 Kompilasi Hukum Islam Islam yang menyatakan bahwa seorang wanita yang hamil diluar nikah bisa dikawinkan dengan laki-laki yang menghamilinya.

Melihat hukum tersebut maka kita bisa melihat bagaimana Islam tetap menjaga keturunannya, kehormatan serta kasih sayangnya pada sesama manusia. Sungguh berat jika wanita yang sedang hamil baik karena perkosaan atau pun perzinaan harus menanggung bebannya sendiri.

Sementara laki-laki yang menghamilinya tidak bertanggung jawab dan pergi begitu saja. Padahal kehadiran suami semasa wanita hamil sangatlah penting.

Adapun wanita hamil yang telah diceraikan suaminya maka suaminya berkewajiban menanggung seluruh kebutuhan mantan istrinya hingga ia selesai masa iddahnya. Sehingga wajib bagi laki-laki untuk mencukupi seluruh kebutuhan istrinya.

Lalu jika memang benar Rizki DA menikahi Nadya Mustika yang sedang hamil maka wajib hukumnya menunggu Nadya untuk melahirkan terlebih dahulu. Semoga saja persoalan ini segera menemui kebenaran, Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!