MTs Muhammadiyah Kaluarrang berkolaborasi dengan KUA Bontonompo beserta Polsek Bontonompo dan Mahasiswa KKN UIN Alauddin Angkatan 75. KUA tersebut mengadakan penyuluhan serta sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja di MTs Muhammadiyah Kaluarrang, Kamis (22/8/2024).
Dihadiri pula 100 siswa dari semua kelas, penyuluhan tersebut membahas tentang tiga isu penting. Diantaranya seperti penyalahgunaan narkoba, pernikahan usia anak, serta bullying.
MTs Muhammadiyah Kaluarrang Kolaborasi dengan KUA
Dalam sesi pertama, para peserta ini telah mendapatkan informasi mendalam tentang bahaya narkoba. Bahkan, dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental.
Menghadirkan pembicara, Bhabinkamtibmas Desa Manjapai yang telah mewakili Kapolsek Bontonompo. Di mana dirinya menekankan betapa pentingnya deteksi dini dan pencegahan narkoba. Berikut ini penjelasan lengkapnya:
1. Penyuluhan Narkoba


Muh. Firdaus ini mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan kunci untuk bisa menghindari perangkap narkoba. Diharapkan melalui penyuluhan ini, peserta bisa lebih memahami risiko serta cara menghindarinya.
Sesi berikutnya akan berfokus pada isu pernikahan usia anak. Di mana hal ini masih menjadi masalah di beberapa daerah. Wahyuddin, selaku Kepala KUA Bontonompo telah menjelaskan konsekuensi hukum dan sosial dari pernikahan dini.
2. Pernikahan Usia Dini
Wahyuddin juga mengatakan bahwa pernikahan pada usia dini bisa saja berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik anak. Di mana telah berkomitmen untuk bisa mendukung kebijakan dan program yang melindungi hak-hak anak.
Penyuluhan ini biasanya akan ditutup dengan isu yang saat ini marak di kalangan remaja, yaitu bullying. Para peserta akan belajar tentang tanda-tanda bullying, lalu bagaimana melaporkannya, dan cara mendukung korban.
Pembicara Muh. Rustan Wahab selaku Penyuluh Agama Islam KUA Bontonompo ini nantinya akan memberikan tips praktis. Tujuannya untuk bisa mencegah dan mengatasi bullying di sekolah dan lingkungan sosial.
Rustan sendiri mengatakan bahwa Bullying tidak hanya merusak korban namun juga komunitas. Di mana harus bersama-sama bisa menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung.
3.Dampak Positif Kolaborasi


Kolaborasi ini diharapkan menunjukkan dampak yang positif bagi para siswa MTs Muhammadiyah Kaluarrang. Di mana para siswa menjadi lebih memahami pentingnya pendidikan agama dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki kesadaran yang lebih tinggi terkait narkoba dan bullying.
Selain itu, program-program yang telah dijalankan juga dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan keagamaan. Hingga pada gilirannya memperkuat karakter dan akhlak mereka.
Ke depannya, baik itu MTs Muhammadiyah Kaluarrang maupun KUA Bontonompo berkomitmen untuk terus memperluas dan memperdalam kerja sama ini. Diharapkan, kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para siswa, namun juga bagi masyarakat sekitar.
Hal ini dilakukan untuk menciptakan generasi Sobat Cahaya Islami yang berpengetahuan luas, berakhlak mulia. Selain itu, juga siap menghadapi tantangan zaman dengan iman yang kuat.
Acara ini sendiri telah ditutup dengan pembacaan doa dan foto bersama seluruh jajaran Madrasah, pembicara, Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Bontonompo, Mahasiswa KKN UIN Alauddin dan siswa MTs Muhammadiyah Kaluarrang.































