Menjaga Perasaan Orang Lain Wajib Bagi Setiap Muslim

0
1605
Menjaga Perasaan Orang Lain Wajib Bagi Setiap Muslim

Menjaga Perasaan Orang Lain – Kita semua tahu bahwa manusia adalah makhluk sosial sehingga tidak dapat hidup sendiri. Dalam beraktivitas, manusia perlu berinteraksi dengan sesama. Oleh karena itu, manusia harus menjaga sikap, adap, hingga perasaan orang lain. Tentu saja, Islam telah mengatur hal ini dengan sempurna. Pasalnya, seseorang harus saling perhatian dan menjaga perasaan agar hubungan antar sesama berjalan baik.

Saling Perhatian Terhadap Sesama

Dalam hidup bermasyarakat, Islam menganjurkan umatnya untuk peduli terhadap sesama. Pasalnya, perhatian adalah bentuk kepedulian kita terhadap orang lain, lebih-lebih sesama muslim. Dalam hal ini, Allah berfirman:

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ

“Kemudia ia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan berkasih sayang.” (1)

Tentu saja, ada banyak bentuk perhatian yang bisa kita lakukan. Dan saling menasehati dan mengingatkan adalah salah satu contohnya. Misalnya adalah saling berpesan untuk sabar dan berkasih sayang seperti dalam ayat Al-Qur’an di atas. Intinya, kita harus perhatian dan peduli dengan sesama manusia serta saling membantu sebisa mungkin.

Ajaran Islam Tentang Menjaga Perasaan Orang Lain

Islam mengajarkan tentang cara menjaga perasaan orang lain. Termasuk saat kita duduk bertiga, dua di antara mereka tidak boleh berbisik-bisik sehingga salah satu di antara mereka tidak mendengar. Dalilnya adalah hadits Nabi berikut ini:

إِذَا كُنْتُمْ ثَلاَثَةً فَلاَ يَتَنَاجَى رَجُلاَنِ دُونَ الآخَرِ، حَتَّى تَخْتَلِطُوا بِالنَّاسِ، أَجْلَ أَنْ يُحْزِنَهُ

“Jika kalian bertiga, janganlah dua orang berbisik-bisik sementara yang ketika tidak diajak, karena hal ini dapat membuatnya bersedih.” (2)

Sebagai contoh, ada 3 remaja yang sedang duduk-duduk di teras. Dua di antara mereka membicarakan keunggulan masing-masing dalam satu bidang. Sementara itu, satu yang lainnya tidak termasuk dalam keunggulan itu, hingga ia hanya bisa diam saja. Tentu saja, ini membuat perasaanya sedih. Memang, perasaan manusia sangat sensitive sehingga kita harus berhati-hati agar tidak menyinggung perasaan orang lain.

Jangan Menampakkan Kebahagiaan di Atas Penderitaan Orang Lain

Salah satu cara menjaga perasaan terhadap orang lain adalah saat sedang Bahagia, kita tidak menampakkannya kepada saudara yang sedang berduka atau bersedih. Jadi, menjaga perasaan sesama sangat penting sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadits di bawah ini:

لاَ تُظْهِرِ الشَّمَاتَةَ لأَخِيكَ فَيَرْحَمُهُ اللَّهُ وَيَبْتَلِيكَ

“Jangan menampakkan kebahagiaan di atas penderitaan saudaramu, karena Allah akan merahmatinya sedangkan engkau akan diuji.” (3)

Jadi, menampakkan kebahagiaan di depan orang yang sedang menderita tidak mencerminkan sikap seorang mukmin. Pasalnya, seorang mukmin seharusnya tidak merasa Bahagia ketika saudaranya mengalami kesedihan atau penderitaan.

Tentunya, setiap manusia ingin Bahagia. Tapi, Allah selalu memberikan ujian hidup kepada setiap hamba-Nya. Sebenarnya, ujian tersebut adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Mudah-mudahaan, sobat Cahaya Islam dapat melewati setiap ujian yang Allah berikan dalam hidup ini.


Referensi:

(1) Q.S. Al-Balad Ayat 17

(2) Sahih al-Bukhari 6290

(3) Jami’ at-Tirmidhi 2506

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY