Meninjau Usaha Online Melalui Sudut Pandang Agama Islam

0
664
Usaha online

Usaha Online – Artikel kali ini akan membahas tentang usaha online namun dilihat dari kacamata agama Islam.

Jaman kini kemajuan teknologi informasi telah berhasil memudahkan dan memanjakan manusia.

Tidak seperti dulu, yang mana semua kegiatan ekonomi terutama perdagangan sangat dibatasi oleh tempat dan waktu.

Tetapi sekarang hal tersebut sudah bukan lagi menjadi suatu masalah sebab Anda bisa melakukan bisnis apapun melalui bantuan teknologi yang semakin canggih.

Salah satu teknologi informasi tersebut adalah Internet.

Di mana internet berperan membantu usaha perdagangan menjadi lebih mudah dan praktis.

Melalui akses jaringan online, maka Anda bisa memasarkan dagangan serta mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya dengan cara yang tidak lagi sulit.

Namun tahukah Anda, Sobat Cahaya Islam? Bagaimana Islam kita meninjau usaha online yang sudah marak dilakukan oleh banyak orang saat ini?

Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Meninjau Usaha Online Melalui Sudut Pandang Agama Islam

Usaha Online memang lebih mudah dan sangat nyaman untuk melakukan transaksi antara penjual dan pembeli meski berjauhan tempat tinggal.

Jarak kini bukan alasan lagi yang bisa membuat Anda menjadi kesulitan mendapatkan barang untuk dibeli.

Namun dalam melakukan bisnis secara online, bukan berarti bisa dilakukan sesuka hati dengan mengabaikan syariat yang diajarkan oleh agama Islam.

Anda harus tetap mematuhi apa yang dilarang dalam menjalankan bisnis berbasis online tersebut.

Hal-hal yang Menjadi Batasan dalam Menjalankan Usaha Online:

Harus Produk Halal

Yang pertama harus ditaati oleh penjual adalah kehalalan produk yang ia pasarkan.

Usaha online

Sebagaimana agama Islam melarang perdagangan barang dan jasa yang haram maka hal ini juga berlaku dalam jenis transaksi jual beli langsung maupun melalui situs online.

Seperti yang disebutkan dalam dalil di bawah ini :

يَآيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ والأَنْصَابُ والأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. – المائدة

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras (khamar), berjudi (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan,” (QS Al-Ma’idah: 90).

Saat melakukan jual beli online, memang tidak langsung mempertemukan kedua belah pihak.

Namun tetap saja masalah halal dan haram menjadi hal yang paling diutamakan dalam melakukan transaksi yang sah sesuai syariat.

Status yang Jelas

Hal penting yang tidak boleh dilewatkan lagi adalah mengenai kejelasan status barang yang Anda jual.

Di mana hal itu terkait barang tersebut merupakan milik Anda pribadi atau sebagai wakil dari pemilik barang aslinya.

Usaha online

Tentu saja masalah ini harus ditampakkan secara transparan agar pembeli mengetahui Anda berhak menjual barang tersebut atau tidak.

Misalnya Anda hanya menawarkan barang atau jasa dengan mengenakan tarif tertentu untuk layanan tersebut.

Atau hanya orang yang tidak memiliki barangnya akan tetapi bisa mendatangkan barang yang sudah Anda tawarkan terhadap calon pembeli.

Batasan-batasan yang telah dipaparkan tadi tentu harus ditaati sebagaimana mestinya.

Karena dengan demikian maka transaksi jual beli melalui situs online dapat dikatakan sah sesuai dengan syariat.

Anda juga bisa mulai melakukan bisnis dari sekarang dengan akses internet namun harus tetap memperhatikan apa yang dilarang dan apa yang diperbolehkan.

penjelasan di atas merupakan pembahasan tentang usaha online apabila ditinjau dari sudut pandang agama Islam seperti juga yang telah disebutkan dalam Alquran.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY