Meninggalnya Haji Lulung, Renungan Bagi Umat untuk Segerakan Amal Baik

0
937
Haji Lulung

Haji Lulung – Beberapa hari ini, umat kembali merasakan duka atas meninggalnya Haji Lulung. Beliau sangat menginspirasi banyak orang sekitar. Sehingga tak heran, kepergiannya membuat orang semakin sedih.

Sobat Cahaya Islam, kesedihan yang umat alami atas meninggalnya Haji Lulung juga sangat meninggalkan luka mendalam bagi keluarga.

Pasalnya, setiap keluarga yang ditinggalkan pasti tak menyangka jika kepergian tersebut untuk selama – lamanya.

Bagaimana Seharusnya Umat Menanggapi Kematian Haji Lulung?

Sobat Cahaya Islam, sebagaimana kematian pada umumnya maka umat juga perlu berempati kepada keluarga yang ditinggalkan Haji Lulung.

Empati tersebut dapat umat wujudkan melalui berbagai aktifitas misalnya, membantu ekonomi keluarga dan menghibur mereka.

Haji Lulung

Selain itu, wajib bagi umat untuk bertakziah pada keluarganya. Utamanya, umat mendatangi secara langsung. Bukan lewat kata – kata dalam chat sosial media.

Mengapa demikian? Sebab hari ini, umat kebanyakan lebih sering mengucapkan kalimat takziah dalam sosial media seperti Facebook, Instagram dan lainnya.

Sebab kedatangan umat ke keluarga tersebut akan sangat berharga dan menghibur. Selain itu, dengan mendatangi keluarga yang ditinggalkan maka umat telah menunaikan hak umat muslim lainnya.

Selain itu, wajib bagi umat untuk bertakziah pada keluarganya. Utamanya, umat mendatangi secara langsung. Bukan lewat kata – kata dalam chat sosial media.

Mengapa demikian? Sebab hari ini, umat kebanyakan lebih sering mengucapkan kalimat takziah dalam sosial media seperti Facebook, Instagram dan lainnya.

Sebab kedatangan umat ke keluarga tersebut akan sangat berharga dan menghibur. Selain itu, dengan mendatangi keluarga yang ditinggalkan maka umat telah menunaikan hak umat muslim lainnya.

Kondisi pandemi sekarnag juga nyatanya telah mereduksi semangat umat dalam melakukan takziah. Padahal hal tersebut dapat umat siasati dengan senantiasa menjaga protokol kesehatan.

Kematian, Renungan Terbaik Bagi Umat

Sobat Cahaya Islam, dari sekian renungan yang ada di dunia kematianlah yang paling nyata bagi umat.

Haji Lulung

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Ar Rahman ayat 26 -27 yakni :


كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ * وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Artinya : Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetaplah kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.

Hanya saja, tak banyak umat yang sering mengingat akan kematian sebab takut atau bahkan lupa kalau kehidupan ada akhirnya. Beberapa faktor di antaranya yang menyebabkan umat melupakan kematian :

1.    Terlena dengan Dunia

Sobat Cahaya Islam, salah satu hal yang membuat umat tak dapat merenungi kematian tersebab seringnya mereka terlena dengan keduniawian.

Teknologi, fashion, makanan dan konsep pergaulan era bebas hari ini nyatanya sanggup menjadi benteng besar bagi umat untuk merenungi kematian.

Umat seakan – akan terbutakan oleh usia mudanya. Walhasil, masa tersebut hanya umat habiskan untuk bersenang – senang tanpa memikirkan kematian ada di depan mata. Naudzubillah.

2.    Tak Memiliki Kekuatan Aqidah

Selain itu, faktor yang membuat umat tak dapat merenungi kematian karena memang kurangnya aqidah dalam diri. Umat yang demikian pasti ta dapat memahami esensi kehidupan.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan terkait berita kematian Haji Lulung. Semoga umat dapat lebih banyak melakukan renungan terkait kematian sehingga bisa lebih siap dengan bekal akhirat dan tidak terlena dengan dunia.

Besar harapannya, ulasan artikel ini dapat menjadi referensi bagi umat baik di kala waktu senggang maupun bercengkrama dengan teman sholih. Aamiin Yarobbal ‘Alamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY