Menggambar Atau Membuat Makhluk Bernyawa Dalam Islam, Boleh Atau Tidak?

0
859

Pasti banyak yang bertanya, sebenarnya apa hukum Menggambar Atau Membuat Makhluk Bernyawa Dalam Islam, Boleh Atau Tidak?. Seperti membuat kartun, patung, video animasi dan masih banyak lainnya. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ مُسْلِمٍ قَالَ كُنَّا مَعَ مَسْرُوقٍ فِي دَارِ يَسَارِ بْنِ نُمَيْرٍ فَرَأَى فِي صُفَّتِهِ تَمَاثِيلَ فَقَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ

Telah menceritakan kepada kami [Al Humaidi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepada kami [Al A’masy] dari [Muslim] dia berkata; Kami bersama [Masruq] berada di rumah Yasar bin Numair, lantas dia melihat patung di dalam (gambar) patung rumahnya, lantas Masruq berkata; “Saya pernah mendengar [Abdullah] berkata; saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling keras siksaannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah orang-orang yang suka menggambar.” [1]

Ada banyak perbedaan mengenai maksut dari pelaku tashwir (gambar) itu sendiri. Ada yang berkata hanya bentuk gambar tiga dimensi yang memiliki bayangan sendiri seperti makhluk hidup. Ada juga yang menafsirkan dalam bentuk gambar apapun. Tak hanya gambar tiga dimensi saja. Hal ini menjadi banyak pertentangan di kalangan ulama. Oleh karena itu, kita akan membahas kajian islam ini dengan lebih dalam lagi dibawah ini.

Menggambar Atau Membuat Makhluk Bernyawa Dalam Islam, Boleh Atau Tidak?

Dalil Larangan Tentang Menggambar Makhluk Bernyawa

Ada banyak sekali kajian islam hadist yang menjelaskan tentang larangan menggambar makhluk bernyawa. Bahkan banyak hadist yang shahih yang menjelaskan tentang hal ini. Berikut ini beberapa hadistnya:

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الَّذِينَ يَصْنَعُونَ هَذِهِ الصُّوَرَ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ

Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Al Mundzir] telah menceritakan kepada kami [Anas bin Iyadl] dari [‘Ubaidullah] dari [Nafi’] bahwa [Abdullah bin Umar] radliallahu ‘anhuma telah mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang membuat gambar-gambar ini akan disiksa di hari Kiamat, di katakan kepadanya; “Hidupkanlah apa yang telah kamu gambar ini.” [2]

حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَوْنُ بْنُ أَبِي جُحَيْفَةَ قَالَ رَأَيْتُ أَبِي اشْتَرَى حَجَّامًا فَأَمَرَ بِمَحَاجِمِهِ فَكُسِرَتْ فَسَأَلْتُهُ عَنْ ذَلِكَ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ ثَمَنِ الدَّمِ وَثَمَنِ الْكَلْبِ وَكَسْبِ الْأَمَةِ وَلَعَنَ الْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ وَآكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَلَعَنَ الْمُصَوِّرَ

Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj bin Minhal] telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] berkata, telah mengabarkan kepada saya [‘Aun bin Abu Juhaifah] berkata; Aku melihat [Bapakku] membeli tukang bekam lalu memerintahkan untuk menghancurkan alat-alat bekamnya. Kemudian aku tanyakan masalah itu. Lalu Bapakku berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang harga (uang hasil jual beli) darah, anjing, memeras budak wanita dan melarang orang yang membuat tato dan yang minta ditato dan pemakan riba’ dan yang meminjamkan riba, serta melaknat pembuat patung“. [3]

Sebenarnya masih banyak sekali hadist yang menerangkan tentang kajian islam larangan menggambar makhluk bernyawa. Ada sebuah hadist yang mengatakan,

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ ح حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي أَخِي عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي عَتِيقٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو طَلْحَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ قَدْ شَهِدَ بَدْرًا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلَا صُورَةٌ يُرِيدُ التَّمَاثِيلَ الَّتِي فِيهَا الْأَرْوَاحُ

Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Musa] telah mengabarkan kepada kami [Hisyam] dari [Ma’mar] dari [Az Zuhri]. (dan diriwayatkan dari jalur lain), telah menceritakan kepada kami [Isma’il] dia berkata, telah menceritakan kepadaku [Saudaraku] dari [Sulaiman] dari [Muhammad bin ‘Atiq] dari [Ibnu Syihab] dari [‘Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’ud] bahwa [Ibnu Abbas] radliallahu ‘anhuma berkata, telah mengabarkan kepadaku [Abu Thalhah] radliallahu ‘anhu -seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan seseorang yang pernah ikut serta dalam perang Badr bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam- bahwa beliau bersabda: “Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar.” Maksudnya adalah gambar yang bernyawa. [4]

Semua hadist tersebut sahih dan dapat di percaya. Tapi memang ada sedikit perdebatan di kalangan ulama, mengenai arti dari tashwir atau menggambar. Ini yang membuat banyak orang merasa bingung. Apalagi di kehidupan sehari-hari seperti saat ini, kita tidak bisa terlepas dari yang namanya gambar dan patung.

Tafsiran Para Ulama Mengenai Arti Tashwir

Para ulama membagi arti kata tashwir menjadi tiga kategori, yaitu : pertama, membentuk atau menggambar makhluk hidup yang bernyawa dengan tangan dalam bentuk fisik, misalnya patung. Kedua, menggambar makhluk hidup yang bernyawa memakai tangan dalam bentuk non fisik, Misalnya gambar kartun, lukisan dan lainnya. Ketiga menggambar makhluk hidup yang bernyawa dengan memakai alat, Seperti kamera. Jadi kajian islam ini memang masih simpang siur kejelasannya. Yang dimaksud tashwir adalah ketiga dari penjelasan tersebut atau hanya salah satunya saja.

Lalu bagaimana tentang hukumnya? Dari perbedaan diatas, dapat dijelaskan menjadi beberapa bagian. Kajian islam ini memang harus dikaji dengan lebih dalam lagi. Pertama hukum membuat patung, tentunya haram. Karena dalam bahasa arab. Tashwir sudah jelas artinya patung. Jadi membuat patung hukumnya haram, Kedua untuk membuat atau menggambar kartun atau gambar bukan tiga dimensi. Banyak yang memperbolehkan, Karena gambar bukan dalam bentuk yang bernyawa. Makna dari tashwir pun patung bukan sebuah lukisan.

Lalu untuk menggambar dengan memakai alat modern. Seperti mengambil foto atau video masih diperbolehkan. Hal ini dikarenakan mengambil foto bukan meniru ciptaanNya, tapi mengabdikan atau mereka sesuatu ciptaan Allah. Jadi hukumnya tidak haram. Lalu bagaimana buat menggambar animasi di komputer. Untuk hal ini memang belum begitu jelas, hukumnya. Ada yang memperbolehkan dan ada yang melarang. Karena bentuk animasi sudah bergerak dan menyerupai ciptaan Allah SWT. Sedangkan saat ini banyak kartun animasi yang dijadikan sarana berdakwa untuk anak-anak. Hal inilah yang membuat semuanya belum begitu jelas.

Dengan memahami kajian islam diatas, kita jadi tahu apa hukum dari menggambar atau membuat sebuah patung. Anda jadi bisa menghindari hal-hal yang memang dilarang oleh Allah SWT. Itulah sedikit informasi yang bisa kami sampaikan, semoga bisa memberikan ilmu yang bermanfaat buat anda.

[1] H.R. Bukhori 5494 (shahih)

[2] H.R. Bukhori 5495 (shahih)

[3] H.R. Bukhori 2084 (shahih)

[4] H.R. Bukhori 3701 (shahih)

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!