Islam dan Ilmu Pengetahuan: Hukum Donor Organ Menurut Islam

0
1482

Dengan semakin modernya dunia dimana kita tinggal dan hidup ini, segala hal menjadi lebih mudah dan praktis. Tidak hanya itu, hal-hal yang dimasa lalu dianggap tidak memungkinkan untuk terjadi dimasa kini bisa dilakukan. Dalam dunia medis misalnya, dizaman sekarang para pakar kesehatan sudah mengenal metode pencangkokan organ dalam atau transplantasi yang memiliki banyak manfaat, yaitu salah satunya menolong orang-orang yang memiliki penyakit kronis dan memerlukan transplantasi sebagai jalan satu-satunya untuk tetap hidup. Hal ini banyak diperbincangkan oleh banyak orang-orang dari berbagai perspektif, tak ubahnya pleh kita kaum muslim dengan point of view menurut islam. Lalu bagaimana sih penjelasan atau hukum donor organ menurut islam itu sendiri? Tim Cahayaislam akan membahasnya secara detail disini.

Donor Organ berdasarkan beberapa ketentuan

Ketika berbicara tentang hukum donor organ menurut islam, maka kita tidak boleh melewatkan beberapa tinjauan pakar medis yang menggeluti dunia donor organ. Terutama mereka yang bekerja dengan perspektif islam yang dalam, salah satunya Doktor Joseph Al-Qardhawi dan Doktor Wahbah Zuhaliyi yang mengemukakkan bahwasanya ada 3 tipe donor organ tubuh: (1) Organ tubuh yang ada satu-satunya (contoh seperti hati, otak, jantung dan lainnya), (2) Organ tubuh dalam yang berpasangan (ginjal), dan (3) Organ tubuh yang tampak dari luar (mata, tangan, kaki). Sedangkan pendonor ada dua ketegori, yaitu pendonor yang masih hidup atau pendonor yang sudah meninggal dan bersedia memberikan organnya kepada orang yang membutuhkan. Nah, dengan mengetahui kategori-kategori tersebut, maka akan bisa diterangkan lebih jelas mana yang boleh dan mana yang tidak.

Pendapat tentang tidak bolehnya mendonorkan organ

Tim Cahayaislam telah mencari berbagai sumber kajian tentang permasalahan ini. Menurut pendapat salah satu guru hadits besar di Yogyakarta, yaitu Ustadz Hafid, mengatakan bahwasanya ada pendapat dimana hal ini dilarang menurut islam. Dasar dari tidak bolehnya mendonorkan organ ini dilandaskan dari salah satu hadits Rasulullah tentang perintah untuk menyegerakan mayit untuk dikebumikan. Jenazah yang akan mendonorkan organnya tidak mematuhi perintah Rasulullah dengan tidak disegerakan ke liang kubur dan itu menjadi salah satu penyebab dilarangnya donor organ.

عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (أَسۡرِعُوا بِالۡجَنَازَةِ، فَإِنۡ تَكُ صَالِحَةً فَخَيۡرٌ تُقَدِّمُونَهَا، وَإِنۡ تَكُ سِوَى ذٰلِكَ، فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنۡ رِقَابِكُمۡ)

Dalam kategori diatas kita mengetahui kategori pendonor yaitu orang yang masih hidup dan kategori organ yang didonorkan yaitu organ yang hanya satu-satunya. Seseorang tidak boleh mendonorkan organ satu-satunya ketika masih hidup dan berkorban demi menolong seseorang yang membutuhkan, karena hukumnya dianggap bunuh diri. Dan bunuh diri memiliki konsekuensi yang sangat berat.

Selain pendapat berdasarkan kategori diatas, ada beberapa ulama yang menggunakan dasar hadits riwayat Ibn Majjah dan Abu Dawud yang berbunyi “meremukkan tulang orang yang telah mati adalah sama seperti meremukkan tulangnya ketika masih hidup”. Banyak ulama yang menggunakan dasar hadits ini sebagai pendukung opini mereka pada mutlaknya larangan tentang hukum donor organ menurut islam. Selain itu mereka juga berpendapat bahwa ada dua hal yang membuat keadaan ini (donor organ) memiliki banyak mudharat. Salah satunya adalah rasa sakit yang akan dirasakan oleh si pendonor dan kemungkinan berhasilnya transplantasi yang tidak pasti.

Pendapat tentang bolehnya mendonorkan organ

Disamping pendapat yang mengemukakan bahwa mendonorkan organ tidak diperbolehkan, Ustadz Hafid juga menyatakan bahwa ada pula pendapat tentang bolehnya melakukan hal itu. Hal ini berlandaskan hadits tentang perintah Rasulullah untuk membantu saudaranya yang tertimpa musibah/kemalangan. Beberapa ulama lain juga mengatakan bahwa donor bisa disamakan dengan bersedekah, dan seperti yang kita ketahui! Bersedekah dianjurkan di dalam Islam.

Ada beberapa pendapat dari ulama lain yang juga mengemukakan bahwa donor organ merupakan salah satu bentuk amal jariyah yang bisa kita lakukan karena bila kita mendonorkan organ kita kepada orang muslim yang lain dan digunakan selama hidupnya untuk beramal sholih dan beribadah, maka itu baik dan kita akan mendapatkan aliran amalan meskipun kita telah meninggalkan dunia ini. Namun menurut mayoritas ulama yang tim Cahayaislam temui, pendapat perihal amal jariyah dengan donor organ disini lemah karena tidak memiliki dasar hadits yang kuat.

Nah kira-kira itu yang bisa tim cahayaislam sampaikan tentang hukum donor organ menurut islam untuk saat ini. Yang pasti adalah apakah anda ingin mendonorkan organ baik dengan cara langsung atau dengan cara mendaftar donor organ tubuh dalam forum donor organ tubuh maupun asosiasi lainnya, hukum boleh tidaknya tergantung dari pribadi masing-masing. Be wise sobat Cahayaislam.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!