Mengenang Soeharto yang Meninggal 14 Tahun Lalu

0
1040
Mengenang Soeharto

Mengenang Soeharto – Artikel kali ini akan membahas aksi lampau untuk mengenang Soeharto, Presiden ke-2 Republik Indonesia yang meninggal dunia pada 14 tahun lalu.

Beliau mengalami gagal multiorgan, kemudian usai menjalani perawatan selama 23 hari akhirnya dinyatakan wafat pada usianya yang kala itu menginjak 86 tahun.

Ada sejumlah kisah di mana menguak aksi yang dilakukan pada saat Presiden Soeharto memimpin negeri ini.

Mulai dari pantang makan di tempat mahal dan mewah dan lebih menikmati bekal dari Bu Tien yang hanya dengan lauk seadanya.

Hingga tetap bangkit meski saat itu kondisi Indonesia sedang terpuruk dan memprihatinkan.

Beliau juga berusaha mengulik informasi dari para petani demi bisa mewujudkan slogannya yang sederhana.

Yakni cukup pangan, cukup papan, cukup sandang, cukup lapangan pekerjaan dan pendidikan.

Presiden Soeharto juga tidak enggan terjun ke bawah untuk berkeliling daerah terpencil.

Hanya demi menyaksikan sendiri bagaimana hasil pembangunan yang sudah didanai oleh negara.

Bahkan saat melakukan blusukan, beliau tidak pernah tidur di hotel dan lebih memilih menginap di rumah penduduk atau rumah milik kepala desa.

Hal ini bertujuan karena Beliau ingin mencari tahu daerah mana yang harus ditingkatkan lagi progres pembangunannya.

Meskipun merasa lelah tetapi Bapak Soeharto tidak pernah mengeluh apalagi menyerah, karena baginya pembangunan adalah perjuangan yang sengit.

Mengenang Soeharto yang Meninggal 14 Tahun Lalu, Aksi Wibawanya Disorot Islam

Setelah membahas aksi baiknya yang penuh wibawa dalam artikel yang bertujuan untuk mengenang Soeharto ini,

Maka kita juga perlu mengetahui bahwa sifat yang dimilikinya tersebut sesuai dengan syariat agama Islam.

Sebagaimana yang telah Rasulullah SAW senantiasa lakukan yakni baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Disebutkan dalam firman Allah Ta’ala dalam QS. Al-Ahzab Ayat 21 yang berbunyi:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah teladan bagi kita semua umat manusia, tak terkecuali dalam hal kepemimpinan.

Beliau selalu menjadi pemimpin yang mampu mencapai tujuan utama yakni membangun suatu masyarakat yang madani dan berlandaskan pada nilai-nilai ilahi.

Akhlak mulia yang ada dalam diri Rasul yang disebut sebagai pondasi utama dalam keberhasilannya saat memimpin banyak orang.

Beberapa Sifat Nabi Muhammad SAW yang Harus Diteladani Saat Menjadi Pemimpin, antara lain:

1.     Tegas dan Bijak

Dalam menegakkan hukum, seorang pemimpin haruslah tegas, tidak boleh menetapkannya karena ada alasan belas kasihan, pilih kasih, atau pun tebang pilih.

Mengenang Soeharto

Tidak berpihak pada siapa pun, baik itu orang terkemuka seperti pejabat atau penguasa lainnya, keluarga, karabat, sahabat, atau bahkan anaknya sendiri.

2.     Mengutamakan Kebersamaan

Agar tidak menjadi masyarakat yang terpecah belah, seorang pemimpin harus bisa mendahulukan kebersamaan yang bisa mensejahterakan berbagai pihak.

3.     Memiliki Empati

Seperti yang dilakukan Nabi Muhammad, beliau tidak pernah memarahi seseorang atau menegur kesalahannya.

Tidak pula mencari-cari kesalahan dan hanya mengucapkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Mengenang Soeharto

Maka sebagai pemimpin, hendaklah meluruskan apa yang salah dan mencegah terjadinya hal yang mungkar.

Demikian di atas merupakan ulasan artikel yang bertujuan mengenang Soeharto yang wafat pada 14 tahun silam, serta bagaimana aksi wibawanya dalam sorotan Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY