Bupati Pandeglang – Beberapa hari ini nama bu Irna sebagai Bupati Pandeglang menjadi viral lantaran tindakan beraninya mencopot jabatan Kadispora dan mengumumkannya secara terang – terangan.
Fakta seperti ini menyebabkan terjadinya dua kubu yakni kelompok pro dan kontra terhadap pencpotan jabatan tersebut.
Sobat Cahaya Islam, pencopotan jabatan yang Bupati Pandeglang dilakukan sebab merasa bahwa kinerja Kadispora sangatlah buruk.
Apa yang Menyebabkan Bupati Pandeglang Mencopot Jabatan Kadispora?
Sobat Cahaya Islam, jika umat ingin memberikan sikap terkait fakta yang yang melibatkan berita Bupati Pandeglang, seharusnya mereka dapat menilik fakta tersebut secara keseluruhan. Sehingga kesimpulan yang umat ambil tidak sampai salah sasaran.


Pemecatan Kadispora yang Bu Irna lakukan bisa saja menuai kontroversi. Kejadian tersebut bermula saat viralnya hadiah Bupati Cup hanya sekitar Rp. 95.000.
Memang, bukan lomba yang menjadi permasalahan. Namun, mengingat level lombanya adalah tingkat kotamadya sudah seharusnya hadiah bisa sesuai dengan level lembaga yang mengadakan.
Hanya saja, hal tersebut terjadi di luar kendali. Pihak Kadispora memiliki alasan yang jelas mengapa budget hadiah hanya sampai nominal di bawah Rp. 100.000.
Setelah diusut lebih lanjut, nyatanya wajar saja hadiah tersebut nominalnya sedikit sebab perlombaannya harus segera terlaksana dan pendanaannya kurang cukup.
Di sisi lain, pihak dari Bu Irna tentu menolak klarifikasi dari pihak Kadispora. Sebab, pihak dari Bu Irna merasa bahwa tak ada program pelaporan olahraga di tingkat Bupati.
Sehingga hal itu menjadi salah satu landasan bagi pihak Bu Irna untuk mencopot jabatan tersebut. Namun, kendati demikian, ada umat yang menyayangkan sikap Bupati. Sebab bisa saja kesalahan tersebut bisa saja terjadi karena human error.
Bagaimana Seharusnya Pemimpin Menempatkan Diri?
Sobat Cahaya Islam, menjadi pemimpin tentu tidaklah mudah. Ada beberapa hal yang harus pemimpin senantiasa lakukan agar ia tetap dapat mendapatkan cinta dan kasih dari umat.
1. Mengutamakan Kesejahteraan Rakyat
Salah satu kepribadian yang harus melekat dalam diri para pemimpin yakni senantiasa berusaha untuk mengutamakan kesejahteraan rakyat.
Misalnya dengan menjalankan program dan kebijakan yang dapat memberikan dampak positif bagi umat. Terutama bagi mereka yang ada di kalangan menengah dan bawah. Jika tidak demikian, tentu pemimpin yang hanya punya tendensi pada umat tertentu malah menimbulkan kekacauan.
Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Maidah ayat 57 yakni :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَكُمْ هُزُوًا وَّلَعِبًا مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ اَوْلِيَاۤءَۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman.
2. Mencintai Rakyat
Selain itu, kepribadian pemimpin yang baik adalah mereka yang sangat mencintai rakyatnya.
Semakin pemimpin menunjukkan kecintaannya terhadap pemimpin, tentunya rakyat juga akan selalu mendo’akan pemimpin agar selalu dalam lindungan Allah Ta’ala.


Tentu, kecintaan yang pemimpin berikan bagi umat bukanlah kecintaan palsu tapi merupakan cinta yang tulus. Jelas, pancaran ketulusan tersebut tentu akan sangat berbeda.
Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai Bupati Pandeglang dan beberapa tips bagi para pemimpin untuk selalu bisa umat cintai.
Sebab, sia –sia kehidupan para pemimpin jika tak ada pembiasaan dalam diri untuk bisa mencintai dan berusaha mensejahterakan rakyatnya.
Semoga ulasan ini dapat menjadi referensi bagi umat agar selalu memahami bagaimana posisi pemimpin seharusnya.
Ke depan, semoga akan ada lebih banyak pemimpin yang menyadari pentingnya pemimpin bagi keberlangsungan dan kesejahteraan umat. Aamiin Yarobbal ‘Aalaamiin.
































