Mengenal Pertanda Bahwa Anda Telah Menjadi Budak Dunia (Bagian 4)

0
304

Dunia ini tak ubahnya adalah sebuah rimbun pohon besar tempat seorang musyafir menyandarkan dirinya untuk berteduh dari menyengatnya matahari. Dia hanya berteduh sebentar untuk beristirahat, lalu kemudian melanjutkan perjalanan yang ditempuhnya. Dunia hanyalah sebatas demikian itu dan kita harus meyakini serta menyadari hal itu. Kita harus tahu bahwa senikmat dan segemerlapnya hal-hal yang dunia ini sajikan untuk anda, tiada akan bertahan bersama anda ketika anda terbungkus kain kafan. Hal-hal berupa kekuasaan, kekayaan dan kedigdayaan takkan mampu menemani anda ketika sukma berpisah dengan raga.

Pertanyaannya adalah apakah anda menyadari akan hal itu? Apakah anda adalah seorang musyafir yang tahu bahwa suatu saat anda akan meninggalkan pohon tempat anda berteduh itu untuk melanjutkan perjalanan? Atau malah anda telah menyublimkan diri anda untuk menjadi para pengikut dan budak-budak dunia?. Pada kesempatan kali ini, tim cahayaislam akan melanjutkan ulasan tentang tanda bahwa seseorang telah menjadi pengikut dan budak dari dunia. Kali ini, kami akan mengangkat satu kutipan ayat Allah yang indah yang tertera dalam surat Al Hadid ayat 20.

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Dalam Firman yang termaktub dalam surat Al Hadid diatas Allah SWT memperingatkan kita agar menyadari dengan sungguh bahwasanya “kehidupan dunia adalah permainan yang menciptakan kelalaian”. Dalam ayat tersebut Allah menggambarkannya dengan perhiasan dan kemegahan, serta rasa bangga pada gelimang harta dan anak. Penggambaran itu tak ayalnya bagaikan para petani yang bergembira melihat hijaunya tanaman mereka yang diterpa hujan. Subur dan menyenangkan hati. Hingga akhirnya tanaman itu menguning dan kering (mati). Dan diakhir ayat tersebut, Allah mengancam bahwa siksa-Nya sangatlah keras. Sama pula seperti kerasnya ridha dan Ampunan dari-Nya.

Anda selalu terkagum pada Lifestyle orang-orang kaya dan mendambakan gaya hidup yang sama

Bila anda sering termangut-mangut dalam kekaguman pada gaya hidup orang-orang kaya dan mendambakan kehidupan yang sama maka bisa jadi anda telah tercemar dan menjadi budak dunia. Gaya hidup orang-orang kaya dalam konteks ini adalah kehidupan glamor yang berlebih-lebihan, cenderung foya-foya dan hedonis. Gaya hidup semacam demikian memang terlihat menyenangkan, namun seperti yang tercantum dalam ayat Allah diatas kita wajib menyadari bahwa tiada dari gemerlapnya gaya hidup seperti demikian itu yang nyata. Melainkan adalah sebuah kesenangan yang menyebabkan lalai.

Banyak orang kaya diluar sana memiliki gaya hidup boros, menghambur-hamburkan uang. Padahal disekeliling mereka banyak sekali orang-orang miskin yang membutuhkan bantuan. Rasulullah sendiri pernah mewasiatkan nasihat kepada umatnya untuk mendekati dan menyayangi orang-orang miskin disekitar kita. Lifestyle yang cenderung acuh pada keadaan sosial tersebutlah yang akan meracuni diri anda sedikit-demi sedikit hingga akhirnya anda menjadi budak dunia seutuhnya.

Memiliki ketertarikan pada kehidupan orang-orang yang terkenal seperti selebriti papan atas dan semacamnya

Masih berkaitan dengan poin diatas. Menjadikan orang-orang terkenal semacam selebriti dengan gaya hidup hedon sebagai “role model” kita juga termasuk jalan yang membutakan mata hati kita atas kenyataan bahwa dunia adalah kesenangan yang menipu. Alangkah lebih baik bila kita melihat dan menjadikan contoh kehidupan Rasulullah yang sederhana. Atau kehidupan sahabat yang kaya raya, namun tetap qona’ah dan getol dalam membelanjakan hartanya di jalan Allah. Semoga dengan ini kita menjadi pribadi-pribadi yang lebih zuhud dan memiliki gaya hidup yang sesuai ajaran Allah dan Rasul. Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!