Cara Mengaplikasikan Alim dan Faqih di dalam Kehidupan Sehari-hari

0
1048
Mengaplikasikan Alim dan Faqih dalam Kehidupan

Mengaplikasikan Alim dan Faqih – Menjadi seorang alim dan faqih sangat penting bagi umat muslim. Sayangnya, banyak orang yang berilmu, paham fiqih, dan mengerti agama Islam tapi tidak mampu mengaplikasikannya ke dalam kehidupan. Padahal, ada banyak contoh perilaku yang mencerminkan alim dan faqih yang bisa sobat Cahaya Islam aplikasikan baik di sekolah, rumah, tempat kerja, dan lain sebagainya.

Mengaplikasikan Alim dan Faqih dengan Terus Menuntut Ilmu

Di Arab, ada sebuah kata-kata mutiara yang sangat popular yang menjelaskan betapa pentingnya menuntut ilmu:

اُطْلُبُوْ الْعِلْمُ مِنَ الْمَهْدِ اِلَي الْلَحْدِ

“Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat.”

Maksudnya, kita wajib mencari ilmu sepanjang hidup kita. Tak perlu menunggu sekolah atau mengaji di TPA maupun pondok pesantren, kita sudah harus mulai belajar sejak lahir, bahkan ketika masih dalam kandungan. Oleh karena itu, orangtua terlebih ibu, harus sering-sering membacakan Al-Qur’an agar kelak anaknya terbiasa dengan Al-Qur’an dan lebih mudah mempelajarinya.

Menuntut ilmu juga tidak berhenti ketika sudah lulus sekolah atau kuliah, maupun setelah lulus dari pondok pesantren. Tapi, selama kita masih hidup di dunia ini, kita tidak boleh berhenti belajar karena ilmu begitu luas.

Mengajari Orang Lain yang Tidak Tahu

Manfaat dari ilmu yang kita pelajari memang kembali ke diri kita sendiri. Dengan ilmu, kita hidup dengan tuntunan yang benar. Tapi, akan jauh lebih baik lagi jika kita tidak hanya membiarkan ilmu yang kita miliki berhenti di diri kita sendiri. Artinya, sebisa mungkin kita mengajari orang lain yang belum tahu. Rasulullah bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (1)

Tidak harus menjadi guru, ustadz, atau kiyai, kita bisa memulai dari keluarga. Maksudnya, sebagai orangtua kita harus punya andil memberikan pendidikan, terlebih pendidikan agama kepada anak-anak kita. Begitu juga seorang suami ke istrinya, atau kakak ke adiknya. Bahkan, mengajarkan ilmu yang bermanfaat termasuk amal jariyah, yang mana pahalanya tidak akan terputus meski sudah meninggal dunia.

Tetap Rendah Hati Meski Alim dan Faqih

Menjadi seorang yang alim dan faqih adalah sebuah kemuliaan. Tapi, jangan sampai hal itu membuat kita lebih hebat dari orang lain. Justru, seseorang yang benar-benar berilmu tahu betul akan pentingnya bersikap rendah hati (tawadhu’). Sebagaimana hadits Nabi berikut ini:

وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّ

“Tidaklah seseorang punya sifat rendah hati (tawadhu’) karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan (derajat)nya.

Demikian beberapa contoh perilaku alim dan faqih yang bisa kita aplikasikan ke dalam hidup kita. Di manapun kita berada, penting untuk bisa menerapkan ilmu yang kita miliki tanpa merasa tinggi hati dan lebih mulia daripada orang lain.


Referensi:

(1) Musnad Ahmad 412

(2) Sahih Muslim 2588

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY