LRB dan Muhammadiyah Meningkatkan Ketangguhan Nakes

0
429
LRB dan Muhammadiyah

LRB dan Muhammadiyah bersama dengan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan Bencana. Bimbingan ini diperuntukkan untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) dan Rumah Sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah (RSMA) pada gelombang kedua.

Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 9 sampai 11 Januari di Hotel New Saphire Yogyakarta. Budi Setiawan selaku Ketua Lembaga Resiliensi Bencana PP Muhammadiyah, telah menyampaikan terkait pentingnya kesiapan seorang relawan saat dibutuhkan dalam penanggulangan bencana.

Penjelasan tentang LRB dan Muhammadiyah

Budi Setiawan mengatakan bahwa relawan dari LRB dan Muhammadiyah yang akan bekerja di unit masing-masing. Di mana relawan tersebut harus siap menjadi pionir dalam kegiatan penanggulangan bencana, sekaligus tenaga yang siap dipanggil. Terutama, pada saat dibutuhkan untuk penanggulangan bencana di daerah tertentu.

1. Pengalaman Bencana Menjadi Pelajaran

Budi berharap pengalaman bencana yang terjadi di Indonesia bisa menjadi pelajaran bagi Sobat Cahaya Islami.

Hal ini dilakukan agar Masyarakat bisa bekerja sama sebagai relawan persyarikatan Muhammadiyah.

Budi Setiawan juga mengungkapkan terkait pengalamannya pada gempa yang terjadi di Jogja, tsunami Aceh, Lewotobi, gempa Cianjur, bencana di Lombok dan Palu.

2. Urusan Kebencanaan Perlu Disadari

Sementara itu, Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah, Agus Setiawan mengungkapkan bahwa urusan kebencanaan ini perlu disadari secara bersama. Rumah Sakit Muhammadiyah akan selalu siap untuk mengatasi berbagai urusan kebencanaan.

Bahkan, kedepannya ada program simulasi di setiap rumah sakit. Program tersebut sebagai salah satu bentuk keseriusan Muhammadiyah melalui MDMC dan MPKU PP Muhammadiyah. Terutama, dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di PRTMA dan RSMA untuk menghadapi potensi bencana tanah air.

3. Didaftarkan ke World Health Organization

Sementara itu, Kepala Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kemenkes, Sumarjaya, mengemukakan bahwa Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) ikut didaftarkan ke World Health Organization (WHO).

Pendaftaran ini bersamaan dengan empat lembaga lainnya dalam penyelenggaraan pertolongan pada kondisi gawat darurat bencana.

MDMC saat ini sedang diregistrasikan untuk ikut melakukan asistensi klasifikasi sertifikasi Emergency Medical Technician (EMT) ke WHO.

4. Memiliki Komitmen dan Kontribusi Nyata

LRB dan Muhammadiyah

Sumarjaya meneruskan bahwa Muhammadiyah saat ini memiliki komitmen dan kontribusi nyata dalam penanggulangan bencana. Hal ini terutama pada aspek tenaga cadangan kesehatan di rumah sakit.

Beliau juga telah mengusulkan, pendampingan dari Asthma Australia untuk EMT tipe 2. Pada bagian tipe 2, MDMC akan masuk sebagai anggotanya.

Hal ini alasan kenapa acara MDMC beliau selalu datang. Sebab, MDMC akan selalu memberikan kontribusi dan kerja sama yang baik.

5. MDMC Terdaftar dalam EMT

Buktinya, MDMC saat ini telah terdaftar dalam EMT tipe 2. Kerja sama PKK Kemenkes dan MDMC PP Muhammadiyah juga telah diresmikan sejak penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) di Bandung beberapa waktu yang lalu.

MoU tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah dan Muhammadiyah dalam meningkatkan resiliensi kebencanaan, baik nasional maupun internasional.

Acara tersebut telah dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai perwakilan LRB dan Muhammadiyah, RSMA serta PTMA se-Indonesia.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY