Hukum Penggunaan Indodax dalam Islam

0
44
indodax

Indodax Sepanjang tahun 2018 – platform Indodax sering kali dikunjungi. Platform tersebut digunakan sebagai wadah transaksi jual beli aset yakni cryptocurrency (mata uang kripto). Misalnya, Bitcoin, Etheum, Ripple dan masih banyak lainnya. Bahkan di musim pandemi tampaknya banyak dari kaum muslimin ikut memanfaatkan platform tersebut.

Sobat Cahaya Islam, sebagai seorang muslim sudah selayaknya mengerti hukum dari setiap aktivitas yang dilakukan seperti pemanfaatan Indodax. Walaupun ternyata terdapat keuntungan yang menggiurkan, bagaimana jika hakikatnya malah mendatangkan kemudharatan? Tentu hal ini sangat disayangkan.

Benarkah jika penggunaan Indodax diharamkan dalam Islam?

Islam sendiri secara tegas menjelaskan bahwa benda mati memiliki sebuah kadar, termasuk Indodax sendiri. Sedangkan keharaman yang terdapat pada benda tersebut disebabkan oleh landasan pembuatannya secara syar’i ataupun tidak. Telah diketahui bersama, bahwa penggunaan platform ini sudah diresmikan sebagai alat pembayaran di negara – negara tertentu khususnya pada aset bitcoin.

 Namun, di Indonesia sendiri, Badan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa terdapat keharaman jika menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran. Kesepakatan ini tentu saja merujuk dari keempat sumber mutlak dalam Islam yakni AlQur’an, Hadits, Ijma’, dan Qiyas. Tentu diperlukan kajian yang lebih mendalam terkait letak yang menjadikan penggunaan tersebut menjadi haram.

Dampak Negatif dari Memperoleh Rezeki yang Haram

1. Tidak Diterima Do’anya

Sebagai seorang muslim, tentu akan sangat merugi bila Allah SWT memberikan jaminan tidak akan menerima do’a yang umat muslim panjatkan. Mengapa demikian? Hal ini tentu saja dapat terjadi manakala telah masuk dalam diri umat muslim hal – hal yang diharamkan, seperti makanan dan minuman yang dibeli dari uang yang haram.

Hal ini sesuai dengan apa yang difirmankan oleh Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 172 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.

Dibandingkan mengais rejeki dari sesuatu yang tidak benar secara syar’i, alangkah baiknya untuk memproduktifkan diri mencari suatu pekerjaan yang halal walaupun gaji yang diberikan memang sedikit. Hal ini tentu akan membuat nilai diri kaum muslim menjadi lebih baik dibandingkan berharta banyak tapi tidak berkah.

2. Ilmu akan Sulit Masuk

Bahaya dari memperoleh rejeki yang tidak syar’i yakni kesulitan menyerap ilmu. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Lagi – lagi yang perlu diperhatikan adalah asupan yang masuk ke dalam diri entah itu makanan, minuman maupun informasi harus selalu dipastikan dalam keadaan halal. Artinya, jika terdapat celah makanan, minuman bahkan informasi itu ternyata haram maka dipastikan ilmu akan sulit masuk dalam diri.

Pasalnya, Rasulullah SAW menggambarkan bahwa ilmu itu cahaya, sedangkan diri yang ternodai dengan keharaman itu berada dalam kegelapan. Bagaimana cahaya bisa masuk ke dalam diri umat jika sudah terhalang kegelapan? Tentu hal yang sangat mustahil bukan?

Nah Sobat Cahaya Islam, itu tadi beberapa dampak negatif ketika umat memperoleh kebemanfaatan dari jalan yang tidak dibenarkan, misalnya pengunaan indodax serta aset bitcoin di dalamnya.

Dalam kehidupan serba glamour sekarang, memang umat dituntun untuk selalu bisa menguasai segalanya, termasuk harta kekayaan yang melimpah. Namun sebagai kaum muslimin sudah selayaknya diri memperhatikan aspek syar’i sebelum melakukannya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY