Hukum Penggunaan Indodax dalam Islam

0
120
indodax

Indodax Sepanjang tahun 2018 – platform Indodax sering kali di kunjungi. Platform tersebut di gunakan sebagai wadah transaksi jual beli aset yakni cryptocurrency (mata uang kripto). Misalnya, Bitcoin, Etheum, Ripple dan masih banyak lainnya. Bahkan di musim pandemi tampaknya banyak dari kaum muslimin ikut memanfaatkan platform tersebut.

Sobat Cahaya Islam, sebagai seorang muslim sudah selayaknya mengerti hukum dari setiap aktivitas yang akan kita lakukan seperti pemanfaatan Indodax. Walaupun ternyata terdapat keuntungan yang menggiurkan, bagaimana jika hakikatnya malah mendatangkan kemudharatan? Tentu hal ini sangat sayang bukan?

Benarkah jika penggunaan Indodax di haramkan dalam Islam?

Islam sendiri secara tegas menjelaskan bahwa benda mati memiliki sebuah kadar, termasuk Indodax sendiri. Sedangkan keharaman yang terdapat pada benda tersebut di sebabkan oleh landasan pembuatannya secara syar’i ataupun tidak. Telah kita ketahui bersama, bahwa penggunaan platform ini sudah resmi sebagai alat pembayaran di negara – negara tertentu khususnya pada aset bitcoin.

 Namun, di Indonesia sendiri, Badan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa terdapat keharaman jika menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran. Kesepakatan ini tentu saja merujuk dari keempat sumber mutlak dalam Islam yakni AlQur’an, Hadits, Ijma’, dan Qiyas. Tentu perlu kajian yang lebih mendalam terkait letak yang menjadikan penggunaan tersebut menjadi haram.

Dampak Negatif dari Memperoleh Rezeki yang Haram

1. Tidak Di terima Do’anya

Sebagai seorang muslim, tentu akan sangat merugi bila Allah SWT memberikan jaminan tidak akan menerima do’a yang umat muslim panjatkan. Mengapa demikian? Hal ini tentu saja dapat terjadi manakala telah masuk dalam diri umat muslim hal – hal yang di haramkan, seperti makanan dan minuman yang di beli dari uang yang haram.

Hal ini sesuai dengan apa yang di firmankan oleh Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 172 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.

Di bandingkan mengais rejeki dari sesuatu yang tidak benar secara syar’i, alangkah baiknya untuk memproduktifkan diri mencari suatu pekerjaan yang halal walaupun gaji yang di berikan memang sedikit. Hal ini tentu akan membuat nilai diri kaum muslim menjadi lebih baik di bandingkan berharta banyak tapi tidak berkah.

2. Ilmu akan Sulit Masuk

Bahaya dari memperoleh rejeki yang tidak syar’i yakni kesulitan menyerap ilmu. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Lagi – lagi yang perlu diperhatikan adalah asupan yang masuk ke dalam diri entah itu makanan, minuman maupun informasi harus selalu dipastikan dalam keadaan halal. Artinya, jika terdapat celah makanan, minuman bahkan informasi itu ternyata haram maka dipastikan ilmu akan sulit masuk dalam diri.

Pasalnya, Rasulullah SAW menggambarkan bahwa ilmu itu cahaya, sedangkan diri yang ternodai dengan keharaman itu berada dalam kegelapan. Bagaimana cahaya bisa masuk ke dalam diri umat jika sudah terhalang kegelapan? Tentu hal yang sangat mustahil bukan?

Nah Sobat Cahaya Islam, itu tadi beberapa dampak negatif ketika umat memperoleh kebemanfaatan dari jalan yang tidak di benarkan, misalnya pengunaan indodax serta aset bitcoin di dalamnya.

Dalam kehidupan serba glamour sekarang, memang umat di tuntun untuk selalu bisa menguasai segalanya, termasuk harta kekayaan yang melimpah. Namun sebagai kaum muslimin sudah selayaknya diri memperhatikan aspek syar’i sebelum melakukannya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY