Aldi Taher Kontroversial, Adab Berargumen dalam Islam

0
66
Aldi Taher

Aldi Taher – Baru – baru ini, Aldi Taher kembali muncul lantaran dikabarkan tengah bersinggungan dengan Deddy dalam channel podcastnya dan sederet artis lainnya. Setahun belakangan ini, memang konten Aldi Taher sering menjadi buah bibir karena anti – mainstream.

Sobat Cahaya Islam, semakin merebaknya kecanggihan teknologi tidak seharusnya menjadikan umat bisa berbuat apa saja seperti yang dilakukan oleh Aldi Taher. Dampak dari perbuatannya, tentu akan memberikan kerugian pada sejumlah pihak. Selain itu, bagi umat muslim sudah seharusnya memahami bagaimana tata cara serta adab dalam menyampaikan argumen agar tak sampai menyinggung perasaan.

Bagaimana Umat Menyikapi Konten Aldi Taher yang Kontroversial?

Aldi Taher

Sobat Cahaya Islam, fenomena konten kontroversial memang banyak ditemukan. Pasalnya, isu yang menjadikan jurang antara argumen pro dan kontra sangat diminati dan ramai dikunjungi. Itulah salah satu motif bagi konten kreator dalam mengembangkan ide serta inovasi pembuatan kontennya.

Akan menjadi suatu kegagalan bagi konten kreator apabila konten yang dibuat tak sesuai dengan keinginan para viewers. Padahal, tak selamanya apa yang diminati oleh para viewers sejalan dengan syariat islam. Malah masih banyak konten yang mengajarkan untuk melanggar syariat.

Beberapa diantaranya yakni, prank yang mengandung unsur kebohongan. Konten prank walaupun berisikan candaan, tetap saja akan menjadi ma’lumah (informasi) baru bagi si penonton. Jika hal tersebut banyak diminati, maka akan terjadi kewajaran. Apabila sudah demikian, maka umat melakukan pelanggaran syariat secara massal bukan?

Kemudian juga terdapat konten yang berisikan candaan namun melibatkan hinaan dan sindiran. Tentu hal tersebut bukanlah yang sesuai dalam Islam. Pasalnya, seorang umat haruslah memahami adab dalam berargumen. Baik itu disampaikan dengan cara yang serius atau candaan, tetaplah argumen tersebut disampaikan secara jujur tanpa ada unsur bohong.

Terdapat pengecualian bila kebohongan yang disampaikan termasuk dalam hal perkara yang dibolehkan dalam Islam. Hanya saja, sulit rasanya bagi umat bila tidak berbohong agar kontennya viral. Faktanya, konten kejujuran lebih sedikit viewers nya dibandingkan konten prank dan lain – lain.

Bagaimana Seharusnya Menyampaikan Argumen dalam Islam?

Aldi Taher

Sobat Cahaya Islam, komunikasi adalah hal dasar yang harus dipahami oleh umat. Sehingga di dalam Islam, tata cara dalam berkomunikasi juga diatur salah satunya yakni ketika menanggapi maupun menyampaikan argumen kepada lawan bicara.

Hal ini disampaikan Allah melalui firmanNya di surat An Nahl ayat 125 yakni :

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ 

Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

Berdasarkan dalil diatas, maka umat diminta agar menaympaikan argumen dengan hasan, yakni sikap yang ramah dan lemah lembut. Penyampaian argumen dengan cara menyindir, hinaan maupun makian bukanlah yang diajarkan Islam.

Bayangkan saja, jika para Ulama’ menyampaikan pesan kepada para umat dengan cara demikian? Lantas, bilamana hidayah bisa dijemput oleh umat? Maka dari itulah, perilaku lemah lembut adalah hal yang diwajibkan bagi umat untuk dilakukan ketika menyampaikan argumen.

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah penjelasan mengenai isu konten kontroversial Aldi Taher dan pandangannya dalam Islam. Semoga kita termasuk umat yang mampu memahami tata cara dalam berargumen sehingga tak sampai mendzalimi umat lainnya. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY