Kesetaraan Gender dalam Islam Menurut Al-Qur’an dan Sunnah

0
1871
Kesetaraan Gender dalam Islam

Kesetaraan Gender dalam Islam – Islam adalah agama yang sempurna dengan ajaran yang lengkap. Artinya, Islam tidak hanya membahas masalah ketakwaan dan keimanan saja, tapi juga hal-hal lain, termasuk keadilan. Salah satu topik yang selalu hangat di masyarakat adalah kesetaraan atau keadilan gender. Allah dan Rasul-Nya pun telah membahasnya dalam Al-Qur’an dan sunnah. Sebagai umat muslim, sobat Cahaya Islam harus tahu prinsip-prinsip keadilan gender menurut perspektif Islam.

Kesetaraan Gender dalam Islam untuk Meraih Kemuliaan di Sisi Allah

Dalam Islam, Allah tidak membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan untuk bisa mendapatkan kemuliaan di sisi-Nya. Baik laki-laki maupun perempuan, mereka punya kesempatan yang sama. Pasalnya, kemuliaan di sisi Allah tidak tergantung gender, melainkan ketakwaannya. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ

“Sungguh orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu.” (1)

Pada ayat di atas, Allah menegaskan bahwa Dia menciptakan laki-laki dan perempuan dalam berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Tujuannya adalah agar saling mengenal. Namun, untuk meraih kemuliaan di sisi-Nya, perlu adanya ketakwaan.

Takwa sendiri artinya takut. Maksudnya, orang yang bertakwa adalah orang yang takut kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya seperti shalat, zakat dan puasa, serta menjauhi larangan-larangan-Nya seperti judi, mabuk, zina, dll.

Setiap Laki-laki dan Perempuan Adalah Pemimpin

Dalam rumah tangga, suami memang berstatus sebagai kepala rumah tangga. Tapi di sisi Allah, laki-laki dan perempuan sama-sama harus bertanggung jawab atas apa yang mereka pimpin. Sebagaimana sabda Nabi dalam hadits sahih berikut ini:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ، فَالإِمَامُ رَاعٍ وَهْوَ مَسْئُولٌ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِهِ وَهْوَ مَسْئُولٌ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَهْىَ مَسْئُولَةٌ

“Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya, dan akan dimintai pertanggungjawabannya.” (2)

Jadi, setiap dari kita, baik laki-laki maupun perempuan, adalah pemimpin. Dan Allah akan memintai pertanggungjawaban kita di akhirat kelak. Meski berbeda peran, laki-laki dan perempuan sama-sama berstatus sebagai pemimpin dan memiliki pertanggungjawaban masing-masing.

Allah Tidak Membeda-bedakan Amal Laki-laki dan Perempuan

Dalam Al-Qur’an, Allah juga menerangkan bahwa Dia menerima semua amal kebaikan setiap hamba-Nya, baik itu laki-laki maupun perempuan. Hal itu berdasarkan dalil ayat Al-Qur’an sebagai berikut:

 اَنِّيْ لَآ اُضِيْعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنْكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى

“Sungguh Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan.” (3)

Ayat di atas menunjukkan betapa Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana. Artinya, Islam benar-benar memperhatikan kesetaraan atau keadilan gender. Jika ada yang mengatakan bahwa terdapat diskriminasi perempuan dalam ajaran Islam, pasti mereka belum mengetahui ajaran Islam yang sebenarnya.

Faktanya, Allah sangat memuliakan semua hamba-Nya yang beriman & bertakwa kepada-Nya, tanpa membeda-bedakan gender, suku, dan ras, dan warna kulit. Jadi, berhentilah menggaungkan ketidak-adilan gender dan melakukan perbuatan dzalim atas nama agama!


Referensi:

(1) Q.S. Al-Hujurat 13

(2) Sahih al-Bukhari 5188

(3) Q.S. Ali Imran 195

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY