Kedatangan Jessica Stern – Sobat Cahaya Islam, baru-baru ini kedatangan Jessica Stern mendapat penolakan keras dari seluruh elemen masyarakat Indonesia. Seperti yang diketahui bahwa Jessica Stern merupakan utusan khusus Amerika Serikat untuk memajukan hak kaum LGBT QI+.
Rencananya Jessica Stern akan datang ke Indonesia pada tanggal 7 -9 Desember 2022, namun kemudian dibatalkan oleh pihak Amerika Serikat. Sebelumnya gejolak penolakan atas kedatangan wanita ini terus berlangsung hingga MUI pun angkat bicara dan menolak dengan tegas.
Ancaman Terhadap Moral dan Akhlak Generasi Muda Jika Kedatangan Jessica Stern Diperbolehkan
Dukungan terhadap kaum LGBTQI+ atau Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Queer, Interseks dan lainnya yang menjadi fokus kedatangan Jessica Stern, merupakan sebuah ancaman besar bagi generasi mendatang. MUI dan elemen keagamaan lainnya dengan tegas dan keras menolak ini.
Jika Jessica Stern tetap diizinkan masuk ke Indonesia, maka itu merupakan sebuah sinyal pengakuan terhadap eksistensi kaum ini. Sementara sudah jelas kaum ini tidak mendapat panggung dan ruang untuk menunjukkan keberadaannya di Indonesia.
Siapakah Jessica Stern
Selain berkunjung ke Indonesia, Stern juga dijadwalkan melakukan lawatan ke Myanmar dan Vietnam. Namun dipastikan bawa kunjungannya ke Indonesia dibatalkan. Siapaka Jessica Stern yang namanya kini mencuat ini?
Wanita berusia 64 tahun ini ternyata merupakan seorang profesor riset yang sudah mengajar selama 20 tahun di Boston University, Harvard bahkan CIA. Bidang keilmuan yang diampunya adalah materi kontra-terorisme. Kedatangan Jessica Stern sebagai utusan khusus Amerika Serikat sangat ditentang.
Ia diketahui menjabat sebagai Direktur Eksekutif Outright Action International, yaitu sebuah organisasi yang memperjuangkan hak-hak kaum LGBTQI+ selama 10 tahun. Dengan latar belakang ini, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menunjuknya sebagai utusan khusus untuk mencari dukungan HAM terhadap penganut LGBTQI+ di seluruh dunia.
Pandangan Islam Terhadap Penyimpangan Seksual
Allah berfirman melalui ayat 80 dan ayat 81 Surat al-A’raaf:
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعَالَمِينَ, إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ. الاعرف: ۸۰-۸۱
Dan (Kami telah mengutus) Luth, ketika ia berkata kepada kaumnya: “mengapa kamu mengerjakan perbuatan faakhisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelumnya. Sesungguhnya engkau mendatangi laki-laki untuk melepaskan nafsumu, bukan kepada wanita. Sungguh kamu ini kaum yang melampaui batas.” (Surat A-A’raaf : 80-81)
Disini Allah menegaskan larangan terhadap perbuatan gay dan menganggapnya sebagai penyimpangan yang melampaui batas. Sebagaimana perilaku menyimpang lainnya seperti lesbian maupun transgender.


Tentu kita semua mengetahui bagaimana keji nya perilaku umat Nabi Luth sehingga diganjar dengan azab yang sangat pedih. Penyimpangan seksual adalah sebuah dosa besar yang sangat dibenci oleh Allah
Mengapa Penyimpangan Seksual dan Perkawinan Sesama Jenis Sangat Berbahaya?
Salah satu fungsi perkawinan adalah untuk mendapatkan keturunan, sebagaimana sabda Allah dalam surah An Nahl ayat 72,
وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ بَنِيْنَ وَحَفَدَةً وَّرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِۗ اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَتِ اللّٰهِ هُمْ يَكْفُرُوْنَۙ
Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah? (QS An Nahl : 72)
Perkawinan sejenis tidak akan menghasilkan keturunan, karena itu jika LGBT tidak diberantas dan pengikutnya semakin banyak, maka umat manusia bisa mengalami kepunahan. Atas dasar ini semua agama menolak tegas disorientasi seksual semacam ini.


Perilaku menyukai sesama jenis juga merupakan sebuah dosa besar yang bisa menimbulkan azab bukan hanya kepada diri pelaku tetapi kepada lingkungan di sekitarnya, seperti yang dialami oleh kaum Nabi Luth. Apakah kita ingin mendapatkan murka Allah seperti halnya kaum nabi Luth?
Sobat Cahaya Islam, mari kita perkuat tameng moral dan tauhid bagi generasi mendatang. Penolakan terhadap kedatangan Jessica Stern ke Indonesia merupakan salah satu langkah nyata dalam melindungi masa depan negara tercinta berikut anak cucu kita.
































