Kecelakaan Jatibarang Semarang – Di Indonesia, kasus kecelakaan terbilang masih tinggi, seperti yang terjadi baru-baru ini yaitu kecelakaan Jatibarang Semarang. Insiden tersebut melibatkan truk tangki air dan empat kendaraan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
Kejadiannya sendiri berada di Jalan Untung Suropati, Jatibarang, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah pada Senin, 24 Juli 2023.
Begini Kronologi Kecelakaan Jatibarang Semarang
Kecelakaan yang melibatkan truk tangki air dengan empat kendaraan ini berawal dari rem truk blong. Sopir truk, Anton Budi Setiono, menjelaskan bahwa kendaraannya mengalami masalah rem pada saat melalui jalan turunan di lokasi kejadian.
Lebih lanjutnya, Anton mengatakan jika dirinya sudah mencoba banting setir ke kiri sampai ke bahu jalan dengan tujuan agar truknya terbalik sehingga tidak sampai terjadi kecelakaan fatal. Namun ternyata truk tidak dapat terbalik sesuai rencana akibat adanya gundukan.
Alhasil truknya malah melaju ke kanan kemudian menabrak sejumlah kendaraan yang melaju dari arah berlawanan. Pada saat kejadian, sang supir truk berusaha membanting stir ke kiri, tetapi hal itu juga tidak berhasil.
Berdasarkan keterangan saksi yang melihat kecelakaan tersebut di tempat kejadian, mereka melihat truk hilang kendali yang awalnya berada di jalur kiri tetapi pindah ke jalur kanan. Setelah menabrak empat kendaraan berupa 3 motor dan 1 mobil, truk akhirnya berhenti karena membentuk semak dan tebing.
Akibatnya, satu orang pengendara motor terkonfirmasi meninggal dunia, supir truk dan tiga pengendara lainnya luka-luka, serta kerusakan kendaraan.
Adab Berkendara dalam Ajaran Islam
Dalam berkendara, Islam mengajarkan beberapa adab agar dilindungi oleh Allah SWT dan harapannya selamat sampai tujuan. Sebenarnya tidak perlu prosesi yang rumit, tetapi sering terlupa. Untuk itu, kali ini akan dibahas apa saja adab dalam berkendara yang baik dan benar.
1. Tidak Tergesa-gesa


Tergesa-gesa merupakan hal yang bisa sangat merugikan karena berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Ketika melakukan janji temu dengan orang lain, sebaiknya berangkat dari rumah dengan memperkirakan jarak dan waktu tempuhnya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut:
التَّأَنِّي مِنَ اللَّهِ، وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ
Terjemah: “Kehati-hatian dari Allah, sedangkan ketergesa-gesaan itu dari setan.” (HR. Al-Baihaqi No. 20767)
2. Berdoa Sebelum Berkendara


Bagi yang belum hafal doa safar, sebaiknya mulai sekarang menghafalnya. Jangan khawatir, lafadz doanya cukup ringkas dan mudah Sahabat Cahaya Islam hafalkan. Doanya sendiri sesuai dengan hadits nabi di bawah ini:
سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Terjemah: “Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami.” (HR. Muslim No. 1342)
3. Tidak Boleh Melakukan Tindakan yang Membahayakan
Dalam berkendara, ada banyak tindakan yang membahayakan, misalnya saja mengonsumsi obat-obatan terlarang, minum arak, ngebut, dan lain sebagainya. Tindakan ini sangat terlarang sebab membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain. Berikut hadits yang mengaturnya:
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
Terjemah: “Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.” (HR. Ahmad No. 2862; HR. Ibnu Majah No. 2340)
































