Kecanduan Musik, Ini Bahayanya!

0
85
Kecanduan Musik

Kecanduan Musik – Sebenarnya, perihal perkara musik seringkali para ulama terdahulu menyinggungnya.

Fatalnya, tidak banyak yang meyakini, bahwa musik hukumnya adalah haram dalam Islam. Dengan menuruti hawa nafsunya, maka tak sedikit yang pada akhirnya kecanduan musik. Namun, sudah tahukah apa bahayanya?

Mereka yang mengagungkan keinginan semata, pastinya mengabaikan keharaman musik itu sendiri. Sehingga mereka memilih tidak peduli dan tetap saja mendengarkan musik sampai hukum haramnya menjadi kian tersamarkan hingga kini.

Islam sendiri tidak serta merta mengharamkan dengan tanpa tujuan, melainkan, ada suatu maksud dan hikmah dari adanya larangan tersebut. Ternyata, banyak sekali bahaya dari mendengarkan musik. Demikian ulasannya.

Kecanduan Musik, Ini Bahayanya!

Nah, Sobat Cahaya Islam, berikut ini merupakan beberapa bahaya dari mendengarkan music sebagaimana syariat telah menjelaskan:

1.     Tidak Mendatangkan Manfaat

Apa manfaat dari mendengarkan musik? Selain hanya demi kesenangan duniawi belaka. Bahkan tak jarang, banyak yang mabuk kepayang karena dentuman musik yang merasuki isi kepala dan hatinya.

Sedangkan, kita hidup di dunia ini sepatutnya melakukan hal-hal baik agar bisa menjadi bekal ke akhirat nantinya. Namun orang-orang yang terlalu mencintai musik seringnya lupa akan urusan akhirat, sebab terlalu menikmatinya.

2.     Lupa Dzikir dan Membaca Alquran

Bukan hal yang baru lagi, mereka yang menyukai musik sudah pasti jarang berdzikir dan membaca Alquran. Mereka lebih asyik menghafal lirik-lirik lagu dan mengabaikan kewajiban kita menjalankan perintah Allah SWT.

Kecanduan Musik

Parahnya lagi, mereka sampai melalaikan shalat wajib saat sedang mencandu musik itu sendiri. Seperti mendatangi konser dan lain-lain.

Sebagaimana sudah ada penjelasannya tertera pada Qs. Al-Furqan ayat 30 yang berbunyi:

وَقَالَ الرَّسُوْلُ يٰرَبِّ اِنَّ قَوْمِى اتَّخَذُوْا هٰذَا الْقُرْاٰنَ مَهْجُوْرًا

Dan Rasul (Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini diabaikan.”

Tak hanya itu, orang yang teramat mencintai musik maka tidak bisa mencintai Alquran sepenuhnya. Mengapa? Karena nyanyian hanya akan menghalangi hati seseorang untuk dekat dengan ayat-ayat Allah.

Sungguh Alquran dan nyanyian tidak akan bisa hidup berkumpul dalam hati seseorang selamanya. Karena keduanya sangatlah berlawanan.

3.     Mengajak pada Perbuatan Keji

Nyanyian adalah salah satu penyebab terbesar yang bisa menjerumuskan seseorang ke lembah kemaksiatan. Buktinya, mereka yang sering mendatangi konser atau club pasti melakukan perbuatan kotor, keji dan zalim.

Nyanyian juga kita nilai dapat meningkatkan syahwat. Lalu menghancurkan suatu kehormatan dari seseorang, bahkan ada sebutan sebagai “pengganti khamr”.

Sehingga ada istilah: mereka yang mabuk musik, maka akan berbuat sebagaimana yang sedang mabuk khamr. Naudzubillah min dzalik.

4.     Lebih Cinta pada Penyanyi dari Allah SWT

Yang paling perlu kita khawatirkan adalah bahaya yang terakhir ini. yakni, mereka yang menggilai musik seringkali lebih mencintai sosok penyanyi favorit atau idolanya. Daripada mencintai Allah SWT Tuhan semesta alam ini.

Kecanduan Musik

Panggilan adzan tidak mereka hiraukan, shalat mereka lalaikan, namun jika mendengar lagu kesukaan sedang diputar, tak segan ikut bernyanyi.

Saat ada gelaran konser musik, mereka tak sulit datang bahkan meski harus mengocek saku cukup dalam.

Firman Allah ‘Azza wa jalla,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Lukman: 6)

Nah, Sobat, demikian di atas merupakan ulasan mengenai bahaya dari kecanduan musik yang harus kita perhatikan. Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak berlaku zalim. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY