Jangan Sampai Salah! Ini Hukum Menggunakan Jimat Menurut 4 Madzhab

0
33
Jimat Menurut 4 Madzhab

Jimat menurut 4 madzhab – Kita sering beranggapan kalau menggunakan jimat adalah perbuatan yang musyrik, tapi taukah Sobat kalau penggunaan jimat ini mengandung pertentangan.

Ada sebuah penjelasan yang memperbolehkan penggunaan jimat. Penjelasan penggunaan jimat menurut empat madzhab, yaitu Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki, Madzhab Syafi’i, dan Madzhab Hambali.

Kok bisa empat madzhab ini memperbolehkan perlakuan itu? Apakah mereka tidak mengikuti ajaran Islam? Jangan sampai kita salah pengertian, Sobat.

Keempat madzhab ini memang memperbolehkan penggunaan jimat, tetapi ada syarat tentang penggunaan jimat ini. Jadi, kita tidak boleh sembarangan menggunakannya.

Sobat Cahaya Islam bisa menjadikan pendapat dari madzhab ini sebagai referensi dan pegangan untuk menanamkan pengertian tentang penggunaan jimat. Tujuannya agar tidak salah dan bisa terhindar dari perlakuan musyrik.

Jangan hanya karena sudah ada landasan yang memperbolehkan kita menggunakan jimat. Kita jadi asal menggunakannya dan menganggap bahwa jimat itu memiliki kekuatan jauh lebih besar.

Sehingga membuat kita lebih mempercayai jimat tersebut daripada Allah. Perlakuan seperti itu tetap tidak benar, ya.

Bahkan Rasulullah sendiri memberikan peringatan tentang hal ini yang berbunyi:

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

Artinya: “Sesungguhnya ruqyah (pengobatan dengan doa), jimat dan tiwalah (sejenis susuk daya pikat) adalah perbuatan yang meyebabkan syirik.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Abu Ya’la).

Kita hidup dan kita ada di dunia ini karena Allah, maka segala sesuatu yang terjadi di dunia ini berdasarkan kehendaknya. Jadi, jangan sampai adanya jimat ini membuat kita ingkar dan tidak lagi patuh kepada-Nya.

Jimat Menurut 4 Madzhab

Kita pasti bertanya-tanya tentang penjelasan empat madzhab tersebut, untuk itu marilah kita simak saja penjelasan dari empat madzhab ini agar kita semua bisa mengerti dan paham tentang penggunaan jimat yang sebenarnya.

Jimat Menurut 4 Madzhab

1.      Madzhab Hanafi

Sobat Cahaya Islam pasti sudah mengetahui sedikit tentang Madzhaf Hanafi yang menjadi dominan di beberapa negeri mayoritas Muslim seperti Turki, Pakistan, Uni Emirat Arab dan beberapa negeri lainnya. Madzhab Hanafi mengatakan tentang diperbolehkannya penggunaan jimat, asalkan isi dari jimat tersebut adalah ayat Al-Quran dan semacamnya.

Sobat Cahaya Islam dapat menemukan penjelasan ini dalam kitab Al-Maghrib yang mengatakan:

قال القتبي: وبعضهم يتوهم أن المعاذات هي التمائم, وليس كذلك إنما التميمة هي الخرزة, ولا بأس بالمعاذات إذا كتب فيها القرآن أو أسماء الله عز وجل

Artinya: “Al-Qutbi mengatakan bahwa ma’adzat (pengobatan) adalah tamimah (jimat jahiliyah). Padahal bukan. Karena tamimah itu dibuat dari manik. Ma’adzah tidak apa-apa asalkan yang ditulis di dalamnya adalah Al-Quran atau nama-nama Allah.”

2.      Madzhab Maliki

Merupakan madzhab yang dianut sebagian umat Muslim yang kebanyakan berada di kawasan Hijaz, terutama Madinah.

Memiliki pendapat yang sama, yaitu memperbolehkan penggunaan jimat. 

Abdul Bar dalam At-Tahmid XVI/171 menyatakan:

وقد قال مالك رحمه الله : لا بأس بتعليق الكتب التي فيها أسماء الله عز وجل على أعناق المرضى على وجه التبرك بها إذا لم يرد معلقها بتعليقها مدافعة العين, وهذا معناه قبل أن ينزل به شيء من العين ولو نزل به شيء من العين جاز الرقي عند مالك وتعليق الكتب

Artinya: “Malik berkata: Boleh menggantungkan kitab yang mengandung nama-nama Allah pada leher orang yang sakit untuk tabarruk (mendapat berkah) asal menggantungkannya tidak dimaksudkan untuk mencegah bala/penyakit. Ini sebelum turunnya bala/penyakit. Apabila terjadi bala, maka boleh melakukan ruqyah dan menggantungkan tulisan di leher.” 

3.      Madzhab Syafi’i

Mayoritas penduduk Indonesia menganut madzhab ini, loh. Madzhab yang sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. 

Madzhab Syafi’i  ini pun menyatakan hal yang sama, memperbolehkan penggunaan jimat. Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmuk Syarhul Muhadzab IX/77 menyatakan:

روى البيهقي بإسناد صحيح عن سعيد بن المسيب أنه كان يأمر بتعليق القرآن , وقال : لا بأس به , قال البيهقي: هذا كله راجع إلى ما قلنا: إنه إن رقى بما لا يعرف, أو على ما كانت عليه الجاهلية من إضافة العافية إلى الرقى لم يجز وإن رقى بكتاب الله آو بما يعرف من ذكر الله تعالى متبركا به وهو يرى نزول الشفاء من الله تعالى لا بأس به والله تعالى أعلم

Artinya: “Baihaqi meriwayatkan hadits dengan sanad yang sahih dari Said bin Musayyab bahwa Said memerintahkan untuk menggantungkan Quran dan mengatakan “Tidak apa-apa”. Baihaqi berkata: Ini semua kembali pada apa yang kita katakan: Bahwasanya apabila ruqyah (pengobatan) dilakukan dengan sesuatu yang tidak diketahui atau dengan cara jahiliyah maka tidak boleh. Apabila ruqyah dilakukan dengan memakai Al-Quran atau dengan sesuatu yang tidak diketahui atau dengan cara jahiliyah maka tidak boleh. Apabila ruqyah dilakukan dengan memakai Al-Qur’an atau dengan sesuatu yang dikenal seperti dzikir pada Allah dengan mengharap berkahnya dzikir dan berkeyakinan bahwa penyembuhan berasal dari Allah maka tidak apa-apa.”

4.      Madzhab Hambali

Sudahkah Sobat Cahaya Islam ketahui kalau Madzhab Hambali ini adalah madzhab resmi Arab Saudi? Nah, Madzhab Hambali ini pun berpendapat nih tentang penggunaan jimat. Madzhab Hambali juga memperbolehkan penggunaan jimat.

Al-Mardawi dalam kitab Tash-hihul Furu’ II/173  menyatakan:

قال في آداب الرعاية : ويكره تعليق التمائم ونحوها, ويباح تعليق قلادة فيها قرآن أو ذكر غيره , نص عليه , وكذا التعاويذ , ويجوز أن يكتب القرآن أو ذكر غيره بالعربية , ويعلق على مريض , ( وحامل ) , وفي إناء ثم يسقيان منه ويرقى من ذلك وغيره بما ورد من قرآن وذكر ودعاء

Artinya: “Dalam kitab Adabur Ri’ayah dikatakan: Hukumnya makruh menggantungkan tamimah dan semacamnya. Dan boleh menggantungkan/memakai kalung yang berisi ayat Quran, dzikir, dll. Begitu juga pengobatan. Juga boleh menulis ayat Quran dan dzikir dengan bahasa Arab dan digantungkan di leher yang sakit atau wanita hamil. Dan (boleh dengan) diletakkan di wadah berisi air kemudian airnya diminum dan dibuat pengobatan (ruqyah) dengan sesuatu yang berasal dari Quran, dzikir atau do’a.”

Syarat Penggunaan Jimat

Lalu, syarat apa saja sih yang harus kita ingat agar penggunaan jimat ini tidak menyeleweng dari kewajiban kita sebagai umat Muslim.

  1. Berisi ayat-ayat Allah atau Asma Allah, atau apa pun yang mengandung doa di dalamnya.
  2. Bukan berisi perkara yang tidak dapat dimengerti maksudnya atau asal-asalan, tidak ada tujuannya.
  3. Tidak meyakini kalau jimat itu memiliki kekuatan besar seperti-Nya. Tidak menyekutukan Allah.

Kita hanya perlu tau lebih dalam lagi untuk dapat mengerti dan memahami tentang penggunaan jimat itu dan syaratnya.

Jimat Menurut 4 Madzhab

Penjelasan tentang penggunaan jimat menurut empat madzhab ini cukup membantu kita agar kita tidak salah dalam mempercayai sesuatu dan agar kita tidak masuk ke dalam jalan yang salah, musyrik atau menyekutukan Allah. Semoga dengan adanya pembahasan ini bisa menghindari kita dari murkanya Allah. Aamiin ….

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY