Hikmah Hujan Menurut Islam, Wujud Nyata Rahmat Allah

0
780
Hikmah Hujan Menurut Islam

Hikmah Hujan Menurut Islam – Hujan sering kali menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang seperti petani. Tapi, kadang juga menjadi penyebab berbagai masalah seperti banjir. Islam punya pandangan sendiri tentang hujan, karena merupkan Rahmat Allah untuk makhluk-makhluk-Nya, termasuk manusia.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ

“Dan Dia-lah yang menurunkan hujan setelah mereka putus asa dan menyebarkan Rahmat-Nya.” (1)

Maksud ‘rahmat-Nya’ dalam ayat di atas adalah hujan. Lalu, apa hikmah turunnya hujan?

Hikmah Hujan Menurut Islam: Rezeki bagi Semua Makhluk

Pertama, hujan merupakan Rahmat, bukan hanya bagi manusia melainkan juga seluruh makhluk di dunia ini. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ

“Dan di langit terdapat rezeki dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.” (2)

Menurut Ibnu ‘Abbas, rezeki di langit pada ayat di atas maksudnya adalah hujan. Sementara itu, Ath Thobari menjelaskan bahwa turunnya hujan dari langit merupakan sebab keluarnya berbagai macam rezeki seperti makanan dan selainnya.

Hujan Sebagai Alat Bersuci

Salah satu syarat sahnya shalat adalah bersuci dan bersuci harus menggunakan air yang suci-mensucikan. Air hujan termasuk salah satu air yang suci dan mensucikan. Oleh karena itu, turunnya hujan bisa menjadi berkah bagi orang-orang yang tinggal di daerah yang kesulitan air. Allah berfirman:

وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّن السَّمَاء مَاء لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ

“Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu.” (3)

Dalam ilmu fiqih, kita bisa menggunakan air hujan untuk mensucikan hadats kecil dan besar. Artinya, sah berwudhu atau mandi junub menggunakan air hujan.

Hujan Juga Bisa Menjadi Adzab Atas Kemaksiatan

Memang, hujan adalah Rahmat. Tapi dalam sejarahnya, Allah juga pernah menurunkan hujan untuk meng-adzab para pelaku maksiat. Salah satu contohnya adalah di zaman Nabi Nuh. Allah mengadzab kaum Nabi Nuh dengan banjir besar yang menghanyutkan semua manusia, kecuali orang-orang yang beriman dan mengikuti Nabi Nuh.

Sampai-sampai, ‘Aisyah menceritakan bahwa raut wajah Rasulullah berbeda Ketika melihat mendung. Karena penasaran, ‘Aisyah pun bertanya kepada beliau. Beliau pun menjawab:

يَا عَائِشَةُ مَا يُؤْمِنِّي أَنْ يَكُونَ فِيهِ عَذَابٌ 

“Wahai ‘Aisyah, apa yang bisa membuatku merasa aman? Siapa tahu ini adalah adzab.” (4)

Oleh karena itu, hendaknya kita berdoa Ketika turun hujan. Dan salah satu doa yang Rasulullah ajarkan kepada umatnya saat hujan turun adalah sebagai berikut:

اللّهُمَّ صَيِّـباً نافِـعاً

“Ya Allah, jadikanlah hujan ini menjadi hujan yang bermanfaat.” (5)

Mudah-mudahan kita semua senantiasa dalam lindungan Allah. Agar hujan yang Allah turunkan tidak menjadi adzab, hendaknya kita sebagai hamba-Nya selalu bertawa dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.


Referensi:

(1) Q.S. Asy-Syuura 28

(2) Q.S. Adz-Dzariyat 22

(3) Q.S. Al-Anfal 11

(4) Sahih al-Bukhari 4828

(5) Hisn al-Muslim 172

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY