Hari Perempuan Nasional, Inilah Prinsip Persamaan Gender dalam Islam!

0
59

Hari Perempuan Nasional – Setiap tanggal 8 Maret, diperingati sebagai Hari Perempuan Nasional dan dunia. Peringatan ini sebagai salah satu tanda adanya kesetaraan gender baik dalam bidang sosial, politik, ekonomi dan sebagainya.

Sobat Cahaya Islam, kesetaraan gender sebagai salah satu tanda bahwa tidak ada diskriminasi antara perempuan dan laki-laki. Satu hal yang menjadi catatan, perbedaan antara laki-laki dan perempuan dari segi biologis yang merupakan suatu kodrat. Di dalam Islam terdapat beberapa prinsip terkait persamaan gender.

Prinsip Persamaan Gender dalam Islam

Di dalam Islam, adanya kesetaraan gender menjadi salah satu bukti tidak adanya diskriminasi antara kaum laki-laki dan perempuan. Senantiasa menghilangkan persepsi bahwa perempuan merupakan kaum yang lemah.

Seorang perempuan pun memiliki hak untuk beraktualisasi, meningkatkan kemampuan serta potensi diri guna menggapai apa yang dicita-citakan. Menilik pada penelitian ya g dilakukan Nasaruddin Umar, dengan bantuan ilmu heurmeunetik, mengkaji terkait kesetaraan gender dalam perspektif Al-Qur’an.

Selanjutnya, terdapat beberapa variabel yang dapat dijadikan sebagai stndar prinsip kesataraan gender dengan mengacu pada ayat-ayat Al-Qur’an. Di antara prinsip tersebut yakni sebagai berikut:

1. Kesamaan sebagai Seorang Hamba

Baik laki-laki maupun perempuan sama-sama seorang hamba Allah SWT. Di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa seorang hamba yang ideal yakni Muttaqin (orang-orang yang bertaqwa).

Untuk mencapai derajat tersebut tentunya tidak memandang jenis kelamin, suku, ras suatu bangsa. Setiap manusia memiliki kebebasan untuk meningkatkan derajatnya di hadapan Sang Khaliq, tanpa diskriminasi gender.

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ – ١٣

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. (QS. Al-Hujurat: 13)”

2. Manusia sebagai Khalifah di Bumi

Prinsip lainnya yakni seorang manusi baik laki-laki maupun perempuan merupakan seorang khalifah di muka bumi. Setiap manusia akan dituntut pertanggungjawaban setiap tugas sebagai pemimpin di bumi ini. Hal ini tentunya tanpa membedakan kaum laki-laki dan perempuan.

Allah SWT secara tegas menerangkan hal ini dalam surat Al-An’am dan suray Al-Baqarah. Keberadaan ayat tersebut menjadi salah satu penegas bahwa antara laki-laki dan perempuan hendaknya tidak memicu sebuah diskriminasi.

 3. Sama-sama Berpotensi Meraih Kesuksesan

Selain itu, baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama untuk meraih kesuksesan. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan potensi serta kemampuan yang dimiliki.

Tanpa memerhatikan gender, Islam mewajibkan setiap umatnya untuk mencari ilmu pengetahuan. Peluang untuk meraih kesuksesan dijelaskan pula dalam beberapa surat yakni surat Al-Imran, An-Nisa, dan An-Nahl.

Seperti yang bisa disaksikan, kini para perempuan mengekspresikan diri dengan hal-hal bermanfaat yang disesuaikan dengan potensi yang dimiliki.

 4. Kesamaan dalam Menerima Perjanjian Awal dengan Tuhan

Baik laki-laki maupun perempuan setara perihal menerima perjanjian awal dengan Tuhannya. Hal ini ditegaskan dalam ayat suci Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 172.

Pada dasarnya, Islam tidak melakukan diskriminasi terhadap laki-laki dan perempuan. Allah SWT senantiasa memuliakan anak cucu Adam tanpa membedakan gender, kecuali satu yakni derajat ketaqwaannya.

Demikianlah Sobat Cahaya Islam, itulah ulasan singkat terkait prinsip kesataraan gender dalam perspektif Islam. Dengan adanya peringatan Hari Perempuan Nasional, semoga senantiasa pengingat untuk menghilangkan persepsi yang mendiskriminasi terhadap kaum perempuan. Mari sama-sama berusaha untuk menjadi khalifah yang baik di hadapan Allah SWT.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY