Gempa Pangandaran dan Pesan dari Para Nabi tentang Gempa Bumi

0
25

Gempa Pangandaran – Gempa mengguncang bumi Pangandaran, Jawa Barat dengan kekuatan sekitar 5,9 magnitudo tepatnya Minggu, 25 Oktober 2020 pukul 07.57 WIB. Setelah itu, di hari Senin, 26 Oktober kembali mengguncang lagi dengan kekuatan 4,5 magnitudo.

Dampak dari gempa tersebut, yang mencapai 17 wilayah yakni, puluhan rumah rusak dan mayoritas atapnya ambruk. Sedangkan, getaran gempa Pangandaran bisa dirasakan sampai Banyumas, Kebumen, Kulonprogo, Gunung Kidul, Bantul hingga wilayah Tegal.

Manusia tidak tahu menahu kapan gempa itu secara tiba-tiba menimpa wilayah. Hanya saja, kadang bisa diprediksi dengan ilmu seismograf menggunakan alat pendeteksi gempa. Tetapi namanya alat kadang meleset kebenarannya.

Sobat Cahaya Islam, jadi bisa dimungkinkan gempa adalah suatu hal yang tidak mudah diprediksi meski ada tanda-tandanya. Seperti halnya, persepsi kematian merunut agama Islam yang mana manusia diberi tanda-tanda kematian, tetapi hanya Allah SWT yang tahu kapan waktunya.

Oleh karena itu, sebagai seorang muslim kita perlu tahu ada apa gerangan di balik gempa yang misteri ditelaah dari pesan para nabi.

Gempa Pangandaran dan Pesan Para Nabi tentang Gempa

Gempa bisa memiliki banyak makna tersirat di dalamnya. Di antaranya terkait pesan para nabi, berikut penjelasannya.

  1. Tanda-tanda Hari Kiamat

Rasulullah SAW. Lewat beberapa hadis yang diriwayatkan oleh sahabat bahwa salah satu tanda-tanda hari kiamat yakni adanya gempa. Terkait dengan hal itu, juga disebutkan bahwa gempa bumi termasuk dalam kelompok amat kecil yang melanda hanya beberapa wilayah saja.

  1. Pertanda Azab

Setiap perbuatan pasti ada tuahnya. Perbuatan yang tercela bisa mendatangkan azab, sebaliknya perbuatan terpuji bisa membuahkan nikmat. Adapun terkait gempa yang bisa dikatakan pertanda azab telah terjadi kenyataannya pada zaman Nabi Luth As.

Kaum Nabi Luth As yang bernama kaum Samud membangkang apa yang ajaran yang diperintahkan oleh Nabi Luth As. Mereka justru melakukan tindakan yang hina dan belum ada yang melakukan sebelumnya yaitu homoseksual.

Akibatnya, kaum Samud yang tinggal di Kota Sodom ditimpakan azab berupa gempa dan hujan batu. Sebagaimana dalam Al-Qur’an surah Huruf ayat 82.

  1. Sebuah Cara Allah SWT Menguji Kaumnya

Kehidupan tidak lepas dari istilah ujian. Selama mau naik tingkat maka akan diuji sudah mampukah bila naik tingkat? Allah SWT juga menguji hamba-hamba-Nya dengan memberikan gempa, suatu hal yang tidak diinginkan agar terlihat jelas siapa saja yang beriman kepada Allah SWT.

Berikut, dalil yang menjelaskan gempa (keburukan) sebagai bentuk ujian atau cobaan yang tertuang dalam Al-Qur’an surah Al-Anbiya’ ayat 35.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS. Al-Anbiya : 35)

Berdasarkan ayat di atas menunjukkan bahwa Allah SWT akan menguji hamba-hamba-Nya dengan dua keadaan yaitu kebaikan dan ke burukan. Sehingga, bisa terlihat kadar keimanannya sabar atau tidak bila ditimpakan musibah, ingat kepada Allah SWT tidak ketika diberi kebahagiaan dengan bersyukur.

Sobat Cahaya Islam, itu pesan para nabi tentang gempa yang mempunyai banyak tanda. Sedangkan, bila ditelaah dari ilmu pengetahuan gempa bisa berarti sebuah fenomena alam yang bisa terjadi karena adanya lempengan lapisan bumi yang bertabrakan. Semoga gempa Pangandaran tidak terjadi kembali. Aamiin.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY