Demi Allah! Sungguh Bukan Marabahaya Kemiskinan yang Kukhawatirkan! – oleh Rasulullah SAW

0
458

Sobat cahayaislam percaya nggak sih kalau sebenarnya marabahaya sesungguhnya dalam kehidupan kita sebagai orang islam yang beriman kepada Allah dan Rasulullah di dunia ini bukanlah kemiskinan melainkan kekayaan? – Mungkin ada beberapa dari sobat menolak hal ini dengan mengatakan bahwa kekayaan itu penting untuk membela dan membesarkan islam.

Hal itu tidak ada salahnya. Memang agama islam perlu diperjuangkan, salah satunya dengan harta benda. Namun, bukan dalam konteks itulah arah pertanyaan kami kali ini. Maksud ‘marabahaya’ disini adalah kemelut yang bisa merusak indahnya keimanan seorang mukmin. Sobat pembaca cahayaislam masih ingat dong dengan kisah semut dan setetes madu yang pernah kami ulas sebelumnya (DISINI). Nah, dalam perspektif itulah ulasan tersebut mengarah. Bahkan ada satu hadits yang melandasi hal ini.

Bukan kemelaratan yang dikhawatirkan oleh Rasulullah! Melainkan Kekayaan yang melimpah

حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، – يَعْنِي ابْنَ حَرْمَلَةَ بْنِ عِمْرَانَ التُّجِيبِيَّ – أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، أَنَّ الْمِسْوَرَ بْنَ مَخْرَمَةَ، أَخْبَرَهُ أَنَّ عَمْرَو بْنَ عَوْفٍ وَهُوَ حَلِيفُ بَنِي عَامِرِ بْنِ لُؤَىٍّ وَكَانَ شَهِدَ بَدْرًا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بَعَثَ أَبَا عُبَيْدَةَ بْنَ الْجَرَّاحِ إِلَى الْبَحْرَيْنِ يَأْتِي بِجِزْيَتِهَا وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم هُوَ صَالَحَ أَهْلَ الْبَحْرَيْنِ وَأَمَّرَ عَلَيْهِمُ الْعَلاَءَ بْنَ الْحَضْرَمِيِّ فَقَدِمَ أَبُو عُبَيْدَةَ بِمَالٍ مِنَ الْبَحْرَيْنِ فَسَمِعَتِ الأَنْصَارُ بِقُدُومِ أَبِي عُبَيْدَةَ فَوَافَوْا صَلاَةَ الْفَجْرِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَلَمَّا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم انْصَرَفَ فَتَعَرَّضُوا لَهُ فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حِينَ رَآهُمْ ثُمَّ قَالَ ‏”‏ أَظُنُّكُمْ سَمِعْتُمْ أَنَّ أَبَا عُبَيْدَةَ قَدِمَ بِشَىْءٍ مِنَ الْبَحْرَيْنِ ‏”‏ ‏.‏ فَقَالُوا أَجَلْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ‏”‏ ‏”‏ فَأَبْشِرُوا وَأَمِّلُوا مَا يَسُرُّكُمْ فَوَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ ‏.‏ وَلَكِنِّي أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ

Dalam hadits riwayat Muslim 2961 diatas dikisahkan bahwa suatu hari Rasulullah mengutus Abu Ubaidah ‘Ala’ bin Hadrami menuju Bahrain untuk mengambil jizyah pajak dari gencatan senjata di daerah tersebut. Para orang Anshar mendengar kabar kedatangan mereka kembali ke Madinah setelah itu dengan membawa banyak harta. Mereka berbondong-bondong meramaikan masjid pada waktu shalat subuh bersama Rasulullah.

Setelah paripurnanya shalat subuh mereka mendekat kehadapan Rasulullah untuk mendapatkan ‘bagian’ dari jizyah yang dibawa pulang oleh Abu Ubaidah dan Ala’ bin Hadrami. Rasulullah tersenyum melihat hal itu, kemudian bersabda:

“Demi Allah, sejatinya itu bukanlah kemelaratan yang kutakutkan akan memberi bahaya pada kalian. Namun, yang kutakutkan ialah bila dunia ini telah dibentangkan luas untuk kalian, sebagaimana telah dibentangkannya juga (oleh Allah) untuk orang-orang sebelumnya. Lalu kalian pun pada akhirnya sama berlomba-lomba untuk meraihnya bak seperti bagaimana orang-orang terdahulu berlomba untuk mendapatkannya. Hingga akhirnya kalian pun akan binasa, sebagaimana cara mereka binasa”

Bagaimana agar kita aman dari marabahaya kekayaan yang dimaksudkan Rasulullah diatas?

Tentunya menjadi seorang aghniya bukanlah sebuah kesalahan. Bahkan menjadi orang kaya dengan harta yang melimpah ruah memberikan kita akses yang lebih luas untuk lebih getol membela agama Allah. Membangun pesantren, masjid, menyantuni anak yatim dan banyak bersedekah pada orang yang membutuhkan misalnya.

Yang pasti menjadi kaya yang aman dari marabahaya yang dimaksudkan Rasulullah dalam hadits Muslim 2961 diatas adalah dengan “melandasi kekayaan kita dengan ketaqwaan”. Dengan menjadi orang kaya yang bertaqwa insha Allah kekayaan yang kita miliki pastilah akan selalu berorientasi pada akhirat dan mencari ridho dari Allah. Semoga bermanfaat ya!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!