Buya Arrazy, Ikhlas Menerima Takdir Allah

0
1755
Buya Arrazy

Buya Arrazy – Berita memilukan baru-baru ini kita dengar berasal dari Buya Arrazy. Seorang pendakwah yang cukup terkenal di Indonesia. Anak kedua beliau yang berusia 3 tahun, wafat karena tidak sengaja tertembak oleh kakaknya yang masih berusia 5 tahun.

Sebagai seorang manusia, sebagai seorang Ayah, tentu kejadian ini sangat berat bagi beliau. Tapi sudah tersiar kabar di media massa bahwa beliau dan istri, sudah ikhlas terhadap takdir ini. Sobat Cahaya Islam, seperti yang kita ketahui, takdir adalah hal yang harus kita yakini sebagai umat Islam, karena merupakan bagian dari rukun iman.

Mengambil Hikmah ,dari Keikhlasan Buya Arrazy

Dalam keadaan apa pun, senang atau sedih, manusia harus menerima takdir. Takdir adalah kehendak Allah SWT yang tidak bisa diubah. Ilmu ikhlas tampaknya mudah diucapkan, tetapi sulit dilakukan. Hanya sedikit orang yang setia pada nasib yang menimpanya.

Banyak yang tidak kuat menerima takdir, memilih jalan ingkar dan lain-lain. Ketegaran dan keikhlasan Buya Arrazy benar-benar menggetarkan hati kita. Mari bertanya pada diri sendiri, sudahkah kita selama ini menerima ketentuan Allah atas takdir dengan ikhlas?

Bagaimana kita bisa benar-benar menerima takdir Allah SWT?

Tidak ada cara terbaik untuk percaya pada takdir Allah SWT, selain menerimanya dengan terus berprasangka baik kepada Allah SWT. Allah Yang Maha Esa tahu apa yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya. Buya Arrazy telah memberikan teladan sikap sebagai seorang pendakwah kepada umat.

Berikut cara ikhlas menerima takdir Allah yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita juga bisa menjadikannya sebagai amalan rutin yang kuta niatkan agar Allah membantu untuk melapangkan hati kita.

1.      Percaya Bahwa Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Buya Arrazy

Muslim harus benar-benar percaya bahwa  Allah yang Maha Esa memiliki rencana yang paling indah dan terbaik untuk hamba-hamba-Nya. Nasib yang telah ditentukan Tuhan Yang Maha Esa bagi hamba-hambanya harus diyakini sebagai pilihan terbaik Allah, baik itu kemiskinan, kekayaan, kesehatan, penyakit, kegagalan atau kesuksesan.

Karena kebaikan ataupun yang kita anggap bukan kebaikan adalah ujian kita terhadap dunia. Pada dasarnya, berkah takdir diwujudkan oleh reaksi manusia terhadapnya, apakah seorang hamba menerimanya dengan prasangka baik atau tidak.

Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji” (HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath, 3/302. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 285).

2.      Berprasangka Baik

Baiknya prasangka adalah cerminan dekatnya hati kepada Allah, diliputi ketenangan dan kedamaian dalam hati. Berprasangka baik menjadi salah satu cara untuk menerima takdir dari Allah.  Dengan berprasangka baik, pikiran dan hati akan lebih tenang, sehingga sikap dan ucapan menjadi lebih terkontrol

3.      Memohon Pertolongan Kepada Allah SWT

Buya Arrazy

Takdir adalah bagian dari kekuasaan Allah Yang Maha Esa. Dalam menghadapinya, seorang Muslim harus meminta pertolongan pada sang pemilik hidup. Jangan berlepas diri dari Allah, karena Allah tempat meminta segala sesuatu.

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ

Artinya: “Allah tempat meminta segala sesuatu,” (QS. Al-Ikhlas [112]: 2)

Sobat Cahaya Islam, Dalam kondisi apa pun kita memang harus ikhlas menerima ketentuan Allah SWT. Seberapa berat pun keadaan yang dialami Buya Arrazy, beliau tetap tabah dan ikhlas menghadapi ini. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan meneladani sikap-sikap baik para ulama.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY