Benarkah Sang Habib Rizieq Shihab Mengalami Ketidakadilan?

0
83
Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab – Beberapa hari ini, pemberitaan tentang Habib Rizieq Shihab bermunculan kembali. Berita ini mencuat kembali ke publik lantaran pembahasan vonis dipenjarakannya beliau. Kendati demikian, sepak terjang beliau dalam mendakwahkan Islam menjadikan ummat bersimpati adanya saat beliau ditimpa masalah. Ada yang pro dan kontra terhadap penangkapannya.

Sobat Cahaya Islam, kasus yang dialami ulama besar Habib Rizieq Shihab bukanlah kasus pertama. Sebelumnya, sebagian ummat juga mengenal ulama kondang kenamaan seperti Abu Bakar Ba’asyir maupun Buya Hamka yang semasa hidupnya juga pernah bersinggungan dengan pemerintah. Bahkan sampai menyebabkan dipenjara.

Mengapa Habib Rizieq Shihab Harus Dipenjara?

Habib Rizieq Shihab

Salah satu faktor yang menyebabkan Habib Rizieq Shihab dipenjara yakni kasus Petamburan. Selain itu, sebelumnya beliau juga pernah dideportasi dari Indonesia dan akhirnya beberapa bulan menetap di Arab Saudi. Kepulangan beliau di Indonesia, disambut oleh ribuan umat yang menanti dan merindukan beliau.

Bagaimana seharusnya Memperlakukan seorang Ulama’?

Sobat Cahaya Islam, ulama’ adalah seseorang yang mewarisi para nabi. Sebab itulah perkataan ulama’ adalah kepanjangan dari perkataan para Rasulullah SAW. Maka dari itu, sudah selayaknya umat memuliakan para ulama’. Hal ini juga merupakan Sunnah yang diamalkan oleh Rasulullah SAW sewaktu beliau masih hidup yakni dengan memuliakan para sahabatnya.

Namun nampaknya kondisi kehidupan sekarang menyebabkan polarisasi dalam mendefinisikan seorang ulama’. Seseorang dikatakan sebagai ulama’ yang benar jika kajian yang disampaikan seputar ibadah spiritual dan amalan nafilah. Namun, ulama’ akan mendapatkan permasalahan bahkan bersinggungan dengan pemerintah jika pembahasannya sampai mengarah pada persatuan Islam dengan jalan politik.

Padahal sejatinya Islam juga mengatur pembahasan politik. Bukti nyata dari pengaturan Islam terkait politik yakni berbagai aturan yang Allah SWT berikan di berbagai aspek kehidupan seperti pergaulan, hukum, bahkan pendidikan.

Bahkan Umat harus mendapatkan lisensi bila ingin tetap melanjutkan dakwah karena kemunculan sertifikasi ulama’. Hal itu dimaksudkan agar umat terhindar dari ulama’ radikal. Padahal, sampai sekarang negeri saja masih bingung indikator generasi yang radikal.

Kalaupun ada yang menuduh seseorang termasuk ke dalam aliran yang radikal, ternyata hal itu disebabkan karena seseorang tersebut mencoba belajar Islam secara mendalam. Sehingga, kondisi era sekarang yang menyebabkan Ulama’ terpolarisasi adalah salah satu ujian yang harus diterima oleh mereka.

Adapun permasalahan yang lain, hari ini umat juga melihat secara nyata kehadiran ulama’ Su’. Ulama yang dikabarkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya. Mereka tidak termasuk ke dalam golongan orang benar secara syariat namun mendapat tempat mulia seperti halnya Ulama’ Hanif. Ulama’ ini memang sejatinya berilmu namun perangainya snagat buruk. Mereka mengajarkan kebaikan pada manusia, tapi tidak diterapkan dirinya sendiri.

Bagaimana Strategi untuk Mengenali Ulama’ Su’?

Habib Rizieq Shihab

Sobat Cahaya Islam, tidak semua ulama’ dapat diklaim sebagai ulama’ Su’. Apalagi jika ulama’ tersebut mantan narapidana ataupun seringkali menyampaikan kebenaran tentang Islam yang jarang diketahui banyak orang. Rasulullah SAW telah memberikan petunjuk untuk mengenali mereka. Hal itu telah Rasullah SAW sebutkan dalam haditsnya yakni :

يُؤْتَى بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُ بَطْنِهِ فَيَدُورُ كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِالرَّحَى فَيَجْتَمِعُ إِلَيْهِ أَهْلُ النَّارِ فَيَقُولُونَ يَافُلَانُ مَالَكَ أَلَمْ تَكُنْ تَأْمُرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ فَيَقُوْلُ بَلَى قَدْ كُنْتُ آمُرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَلاَ آتِيْهِ وَأَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيْهِ

Artinya : Seorang laki-laki didatangkan pada hari kiamat lalu dilemparkan ke dalam neraka, sehingga isi perutnya terurai, lalu ia berputar-putar seperti keledai berputar-putar mengitari alat giling (tepung). Para penghuni neraka mengerumuninya seraya bertanya, ‘Wahai Fulan! Ada apa denganmu? Bukankah engkau dahulu menyuruh orang melakukan perbuatan ma’ruf dan mencegah perbuatan munkar?’ Ia menjawab, ‘Benar. Aku dahulu biasa menyuruh orang melakukan perbuatan ma’ruf tapi aku tidak melakukannya. Aku mencegah kemunkaran, tetapi justru aku melakukannya. HR. Bukhori no. 3267 dan HR. Muslim no. 2989.

Nah Sobat Cahaya Islam, itulah ulasan mengenai permasalahan yang dialami Habib Rizieq Shihab. Semoga beliau segera mendapat keadlian dari kasus yang dialami dan di masa depan tak ada lagi ulama’ yang harus mengalami persekusi seperti beliau.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY