Benarkah Malam 1 Suro Istimewa? Inilah Pandangannya dalam Islam

0
1712
malam 1 suro

Malam 1 Suro – Tahun Baru Islam adalah momen dimana umat merayakan kemenangan yang biasa umat sebut Malam 1 Suro.

Malah, dalam budaya masyarakat Jawa sendiri malam ini dikatakan sebagai malam untuk mengumpulkan kekuatan. Benarkah? Mungkin iya bagian sebagian umat lain.

Sobat Cahaya Islam, kepercayaan yang mengatakan bahwa Malam 1 Suro sebagai malam istimewa bisa saja menjangkiti umat muslim.

Masalahnya, konteks keistimewaan yang umat berikan untuk malam ini bukan atas landasan syariat. Melainkan untuk hal – hal mistis yang tidak sesuai syariat Islam.

Bagaimana Umat Islam Menyikapi Malam 1 Suro?

malam 1 suro

Sobat Cahaya Islam, umat perlu mengetahui bahwa semua hari sangatlah istimewa karena manusia tak ada yang mampu untuk menebak apa yang terjadi dengan dirinya di hari itu.

Kehadiran malaikat pencatat amal kebaikan juga menjadi salah satu indikasi bahwa Allah adalah Sang Maha Baik.

Suasana malam 1 Suro seharusnya menjadi malam yang penuh dengan totalitas komitmen untuk lebih taat.

Awalan tahun baru Islam juga seharusnya menjadi pengingat agar diri dapat lebih bertakwa dan mendekat pada Allah Ta’ala.

Selain itu, umat juga perlu menyadari betapa Allah SWT sangat mencintai hambaNya dengan jatah usia yang masih Dia beri.

Sobat Cahaya Islam, 1 Muharram adalah penanda hijrahnya Rasulullah sekaligus bangunan peradaban Islam dapat tegak dan menjadi landasan kehidupan bagi umat. Masya Allah bukan?

Sewaktu Rasulullah SAW menegakkan kalimatullah di bumi Yatsrib, beliau menemukan begitu banyak tantangan. Mulai dari pertentangan bahkan sampai akhirnya harus bersebrangan pendapat dengan para kabilah.

Biidznillah, Allah SWT menakdirkan Yatsrib sebagai tempat pertama berdirinya Daulah Islam.

Disinilah akhirnya Rasulullah SAW menjadikan Islam sebagai pusat segala peraturan baik itu ekonomi, politik, agama, budaya bahkan sampai hankam sekalipun.

Mengapa Umat Memiliki Kepercayaan Mistis terhadap Awal Bulan Muharram?

malam 1 suro

Sobat Cahaya Islam, umat perlu menilik lebih dalam mengenai kepercayaan yang mengatakan bahwa malam awal tahun baru Islam dapat menjadi kekuatan gaib.

Jika hal ini dibiarkan, maka tentu saja dapat menjadikan aqidah umat turun dan bisa menjadikan dirinya jauh dari Allah SWT.

Mengapa demikian? Sebab kepercayaan bahwa awal tahun baru memiliki kekuatan super, bermakna bahwa ada kekuatan yang lebih daripada sang Pencipta.

Padahal, umat Islam tak boleh meyakini ada kekuatan yang hebat selain dari Allah SWT. Hal ini bisa saja terkategorikan sebagai kesyirikan dan mendatangkan dosa bagi umat tersebut.

Malam awal tahun baru, akan tetap menjadi suatu keistimewaan tersendiri bagi umat karena alasan syariat, bukan sebab hal mistis lainnya.

Untuk itu, alangkah lebih baik bila umat lebih memperbanyak amalan daripada berbuat hal yang di luar syariat.

Beberapa amalan yang dapat umat lakukan yakni, melakukan dzikrullah, membaca Al Qur’an, bershalawat, mengkaji Islam, menghadiri majelis ilmu bila memungkinkan.

Terutama menyambut dengan berpuasa pada tanggal tertentu di bulan Muharram. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW dari Abu Qotadah Al Anshoriy berkata,

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Artinya : “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”(HR. Muslim no. 1162).

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai malam 1 Suro dan bagaimana umat menyikapinya.

Semoga ke depan, umat dapat lebih bijak dalam memahami sebuah hari yang istimewa dalam lingkup syariat, bukan lantaran karena hal lain. Aamiin Yarobbal ‘Alamin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY