MTS Harapan Baru – Baru – baru ini, Indonesia kembali berduka karena pemberitaan kecelakaan yang terjadi pada generasi harapan bangsa tepatnya yang menimpa para siswa MTS Harapan Baru.
Melansir pemberitaan dari berbagai media, ternyata sebagian dari siswa sekolah tersebut harus menjadi korban lantaran terjadi kecelakaan saat menjalan program susur pantai.
Sobat Cahaya Islam, kejadian yang menimpa para siswa MTS Harapan Baru adalah sebuah takdir yang tak dapat umat hindari.
Namun, kendati demikian sebagian umat tetap memberikan kritik dan saran pada program tersebut sebab memang dapat menimbulkan dampak negatif pada para korban.
Bagaimana Kronologi Peristiwa Kecelakaan MTS Harapan Baru?
Sobat Cahaya Islam, kecelakaan yang terjadi pada 11 siswa MTS Harapan Baru tersebut lantaran program susur pantai yang sudah menjadi budaya dalam sekolah tersebut.
Naasnya, kesebelas siswa tersebut harus menemui maut dalam program yang sejatinya sudah direncanakan secara matang.


Sebagian umat termasuk para orang tua korban yang memberikan kepercayaan penuh terlihat kecewa akibat kejadian maut tersebut.
Di sisi lain, sekolah tersebut juga harus kembali mendapat peninjauan terkait program yang sudah memakan 11 korban tersebut.
Tips Rencanakan Edukasi yang Matang
Sobat Cahaya Islam, mendirikan sebuah lembaga pendidikan memang bukanlah hal yang mudah. Umat perlu menyiapkan beberapa plan untuk tercapainya visi – misi pendidikan yang umat inginkan.
Terlebih lagi jika ingin membangun sebuah kelembagaan yang menyongsong gemilangnya peradaban Islam. Beberapa diantaranya yakni :
1. Tentukan Visi Misi Lembaga Pendidikan
Sobat Cahaya Islam, salah satu hal yang perlu umat lakukan agar lembaga yang umat bentuk dalam berjalan dengan baik yakni penentuan visi dan misi sebuah lembaga.
Tentu, umat membutuhkan waktu yang cukup lama dalam merenungkan kedua hal tersebut. Sebab, dari visi misi lah sebuah lembaga akan berusaha untuk menjalankan setiap poin yang sudah tercantum dalam visi misi.


2. Rekrut dan Lakukan Kaderisasi
Selain itu, bagi sebuah lembaga pendidikan yang baru berdiri sudah semestinya para founder juga memikirkan terkait strategi dalam melakukan rekrutmen karyawan maupun para pengajar. Pada umunya, agar semua karyawan dapat menjiwai visi misi lembaga.
Perlu umat ingat, bahwa kaderisasi bukan aktivitas mendoktrinasi. Jika karyawan malah memahami visi misi sebagai doktrinasi belaka, maka lembaga akan sia – sia. Sebab para karyawan hanya akan menjalankan pekerjaan sebatas profesional kerja saja.
Apalagi jika kelembagaannya ingin mencetak generasi peradaban, tentu penyampaian filosofi visi dan misi harus lebih menjiwai agar target yang lembaga inginkan dapat tercapai.
3. Bangun Jaringan yang Luas
Selain penentuan visi dan misi, maka umat juga perlu membangun jaringan komunikasi yang luas.
Bukan hanya antar orang yang satu visi misi saja ya, tapi juga menggali potensial dari lembaga lain misalnya dari segi metodologi pembelajaran maupun penggunaan media.
Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai MTS Harapan Baru serta tips bagi umat dalam rangka penyelenggaraan program pendidikan supaya lebih matang.
Semoga, tulisan ini dapat menjadi rekomendasi bagi banyak lembaga, sekolah maupun instansi yang ada supaya program penyelenggaraan pendidikan dapat lebih terlaksana dengan baik dan berjalan lancar.































