Belajar Bersyukur dalam Hidup dari Bulan Ramadhan

0
1167
Belajar Bersyukur dalam Hidup dari Bulan Ramadhan

Bersyukur dalam Hidup – Biasanya, orang-orang mengidentikkan Ramadhan sebagai bulan untuk bersabar. Tak ada yang salah dengan hal itu. Namun, Ramadhan tak hanya mengajarkan tentang sabar, tapi juga Syukur. Oleh karena itu, kita harus menjadi orang yang selalu bersyukur, bisa kita mulai dengan mensyukuri datangnya bulan Ramadhan yang agung ini.

Ramadhan Mengajarkan Bersyukur dalam Hidup

Sekarang, coba perhatikan penggalan ayat dalam Al-Qur’an di bawah ini:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ…..

    وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ……

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an . . . . . Barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah . . . . . agar kamu bersyukur.” (1)

Ayat di atas menunjukkan betapa besarnya nikmat di bulan Ramadhan sehingga hendaknya kita bersyukur. Dalam Majmu’ Al-Fatawa, Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa seseorang harus menjalani Syukur dengan mengakui nikmat dalam hati, lisan, dan anggota badan.

Saat menafsirkan tentang Syukur dalam ayat di atas, Ibnu Katsir mengatakan bahwa seseorang yang telah melakukan perintah Allah, meninggalkan keharaman, serta menjaga Batasan-batasan Allah, ia termasuk orang yang bersyukur.

Hakekat Syukur kepada Allah

Pada hakekatnya, seseorang harus membuktikan Syukur dengan taat kepada Allah. Abu Hazim berkata bahwa setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah musibah. Selain itu, Mukhollad bin Al Husain berkata bahwa Syukur ialah dengan meninggalkan maksiat.

Dengan bersyukur, nikmat akan terus ada dan bahkan bertambah. Jadi, hakekat Syukur itu sendiri adalah melakukan ketaatan serta menjauhi maksiat. Dalam hal ini, mari kita ingat firman Allah dalam ayat Al-Qur’an:

 لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ

“Jika kalian bersyukur, akan Ku-tambah (nikmat) bagi kalian.” (2)

Oleh karena itu, hendaknya sobat Cahaya Islam jangan sampai lupa untuk bersyukur atas nikmat apapun yang Allah berikan. Bahkan, sebisa mungkin kita memperbanyak Syukur baik dengan hati, ucapan, maupun perbuatan.

Bahayanya Tidak Bersyukur

Jika bersyukur membawa nikmat yang lebih banyak, sebaliknya tidak bersyukur akan membawa bencana. Allah berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri.” (3)

Al Hasan Al Bashri mengatakan bahwa sesungguhnya Allah memberi nikmat kepada siapapun yang Dia kehendaki. Jika seseorang tidak bersyukur atas nikmat tersebut, maka nikmat itu dapat berbalik menjadi siksa.

Mudah-mudahan kita semua dapat mengambil hikmah Ramadhan yang mana bulan penuh berkah ini akan mengantarkan kita kepada derajat Syukur. Semoga Allah memberi taufik untuk mempermudah kita menjadi hamba yang pandai bersyukur. Aamiin.


Referensi:

(1) Q.S. Al-Baqarah Ayat 185

(2) Q.S. Ibrahim Ayat 7

(3) Q.S. Ar-Ra’d Ayat 11

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY