Begini Cara Memastikan Program Vaksin Covid – 19

0
26
vaksin Covid - 19

Vaksin Covid – 19 – Akhir – akhir ini, pembahasan tentang penggunaan vaksin Covid – 19 menjadi trend pemberitaan baik bagi media massa maupun cetak. Harapan pemerintah sederhana, yakni umat dapat menjalankan vaksin sesuai jadwal baik dari lembaga tempat bekerja maupun desa.

Namun, faktanya hanya sebagian umat yang merasa akan pentingnya menggunakan vaksin. Sehingga hal ini menjadi hambatan tersendiri bagi pemerintahan untuk menyuntikkan vaksin kepada rakyat Indonesia.

Sobat Cahaya Islam, penyebab vaksin Covid – 19 di Indonesia mendapat respon pro dan kontra sebab beberapa dampak penggunaannya berbeda – beda. Belum lagi aksi nyata yang sengaja umat pertontonkan baik melalui dunia nyata maupun maya terkait bahaya vaksinasi.

Bagaimana Seharusnya Umat Islam Bersikap terkait Program Vaksin Covid – 19 tersebut?

Sobat Cahaya Islam, vaksinasi merupakan aktivitas baru dalam Islam sebagai hasil dari teknologi dan karya intelektualitas di zaman sekarang. Sehingga umat perlu mengkaji dan menganalisis lebih dalam terkait hukumnya.

Penggalian ini haruslah berdasar dari seluruh sumber syariat yang ada. Bukan hanya dari sisi Al Qur’an maupun As Sunnah saja ya. Dua sumber lainnya yakni berasal dari Ijma’ dan Qiyas. Ijma’ secara sederhana yakni kesepakatan sahabat.

Makna sahabat yakni orang – orang yang secara sukarela berjuang menegakkan syariat Allah di muka bumi tanpa paksaan. Mereka adalah orang – orang yang hidup di zaman Rasulullah SAW atau biasa disebut Assabiqunal ‘Awwalun.

Di antaranya yakni Abu Bakar Ash Siddiq, Umar Ibn Khattab, Khadijah dan masih banyak sahabat lainnya. Sehingga secara tidak langsung hal tersebut menandakan bahwa kesepakatan tersebut sudah berhenti sejak masa para sahabat telah wafat. Sehingga jika ada golongan umat yang berdalih melakukan Ijma’, tentu hal tersebut tidaklah benar Sobat Cahaya Islam.

Beralih kepada pembahasan vaksin, berikut dua faktor penting yang menyebabkan zat tersebut akhirnya boleh untuk digunakan bagi umat yakni sebagai berikut :

1. Zat yang Terkandung di dalamnya tidak Mengandung Keharaman

vaksin Covid - 19

Hal utama dari penggunaan sebuah obat yakni halal dan haramnya. Sebab keharaman yang menjadi penyebab menumpuknya dosa bukan hanya karena aktivitas maksiat saja, namun juga zat yang masuk ke dalam tubuh umat.

Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 168 yakni :

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Artinya :  Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.

Semua hal akan mendapat jatah perhitungan secara detail tanpa terlewatkan. Masya Allah bukan?

2. Prosedur Pembuatan tidak Melanggar Syariat Islam

vaksin Covid - 19

Hal lain yang perlu pengkondisian yakni proses pembuatannya. Walaupun komposisi bahannya sudah terjamin halal, namun alat produksi yang terpakai juga bebas dari keharaman. Maksudnya bagaimana? Misalnya, tidak tercampur dengan pengolahan bahan yang diharamkan seperti bebas pengolahan babi, alkohol maupun hal lainnya yang terkategorikan haram.

Perlu diingat, walaupun seandainya vaksin tersebut berasal dari komposisi bahan herbal maka harus ada pemastian proses pengambilan bahan tersebut. Bagaimana dengan mencuri? Tentu saja, vaksin tersebut akan terkategorikan sebagai zat haram sebab salah satu syarat kehalalannya hilang.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai vaksin Covid – 19 serta bagaimana umat menyikapi program tersebut. Kondisi untuk melakukan vaksinasi atau tidak adalah sebuah pilihan bagi kaum muslimin. Jika memang ingin berikhtiar sembuh maka bisa ikut programnya. Namun, jika tidak maka hal itupun tidak bermasalah selama bisa menangani dampak dari penyikapan mandiri tersebut.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY