Hakikat Kehidupan Sementara di Dunia yang Perlu Kita Renungkan

0
197
Hakikat kehidupan sementara di dunia

Hakikat kehidupan sementara di dunia – Sobat Cahaya Islam, terkadang kita perlu untuk merenungkan apa sebenarnya hakikat kehidupan sementara di dunia ini? Dunia yang fana dan sementara menjadi panggung ujian bagi setiap insan.

Terutama bagi Muslim, kita mendapat ajaran agar tidak terlalu terpaku pada kesenangan duniawi semata, sebab dunia ini bukanlah tempat abadi. Melainkan dunia ini tempat persinggahan yang penuh akan cobaan.

Manusia seringkali terlena akan gemerlap duniawi, sehingga melupakan tujuan hakiki hidup ini. Kehidupan yang semestinya mengarahkan kita agar senantiasa beribadah dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah mati. Sebagaimana pengingat yang Allah tuangkan dalam Al-Quran maupun hadis, bahwa hidup ini singkat dan agar beramal shaleh.

Memahami Hakikat Kehidupan Sementara di Dunia

Memahami hakikat kehidupan sementara di dunia sangat penting khususnya bagi setiap Muslim. Tujuannya agar hidupnya senantiasa berada pada jalur yang benar dan mendapat berkah dari Allah SWT.

Allah menciptakan dunia ini bukan sebagai tempat menetap, melainkan sebagai tempat beramal dan berjuang untuk menyiapkan bekal di akhirat. Oleh karena itu, mari kita telaah beberapa poin penting yang mengandung makna mendalam tentang kehidupan dunia dan bagaimana Islam memandangnya.

1. Dunia Hanya Sementara dan Penuh Ujian

Kehidupan dunia yang kita jalani ini memang bersifat sementara dan juga penuh dengan ujian. Sebagaimana firman Allah SWT:

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu adalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling bermegah-megahan di antara kamu, serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan…” 1

Ayat tersebut menjelaskan bahwa segala kesenangan dunia ini hanya sementara dan tidak kekal. Maka dari itu, kita sebagai Muslim harus menempatkan dunia sebagai lading amal dengan tak terbuai dengan gemerlapnya. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak seorang Muslim yang tertimpa musibah berupa kesusahan, penyakit, kesedihan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus dosa-dosanya karena itu.” 2

Sarana pengujian keimanan dan kesabaran kita sebagai manusia juga Allah berikan berupa ujian dan cobaan yang ada di dunia.

2. Dunia Hanya Tipu Daya

Sebagai seorang Muslim perlu kita ingat agar tak tertipu oleh kemilau dunia yang bersifat sementara dan dapat menyesatkan jika kita mengutamakan dunia di atas akhirat. Tapi dunia juga bukan berarti musuh, melainkan tempat untuk berlomba dalam ketaatan, bukan keburukan.

Hakikat kehidupan sementara di dunia

Kesadaran tersebut akan memandu kita untuk menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Sebagaimana firman Allah:

“… dunia hanya tipu daya dan perhiasan, dan sesungguhnya akhirat itu lebih baik dan lebih kekal…” 3

Dengan memahami hakikat kehidupan dunia serta perannya sebagai ladang amal shaleh, Sobat dapat memaknai setiap tindakan sebagai investasi akhirat, bukannya pemenuhan keinginan duniawi. Rasulullah SAW mengingatkan kita dalam sebuah hadis:

“Jadilah kamu di dunia seolah-olah kamu orang asing atau pengembara.” 4

Sudah seharusnya kita untuk selalu sadar akan kefanaan dunia ini dan berfokus pada kehidupan akhirat sebagaimana hakikat dunia menurut Islam. Kita hendaknya menyeimbangkan antara usaha di dunia dengan persiapan untuk akhirat agar hidup ini memiliki makna serta keberkahan.

Sobat Cahaya Islam, hakikat kehidupan sementara di dunia harus selalu menjadi pijakan kita dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Bahwa dunia ini memang penuh pesona, tapi semua itu hanyalah sementara dan tak akan memerikan kebahagiaan sejati jika tidak kita sertai dengan keimanan dan amal shaleh.


  1. (QS. Al-Hadid ayat 20) ↩︎
  2. (HR. Bukhari No. 5641) ↩︎
  3. (QS. Al-Anfal ayat 53) ↩︎
  4. (HR. Bukhari No. 6416) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY