Apakah Takdir Buruk Ada?

0
694
Apakah Takdir Buruk Ada ya

Apakah Takdir Buruk Ada – Sebagai umat mukmin, kita harus beriman kepada qadha dan qadar. Banyak manusia beranggapan bahwa ada takdir baik dan buruk. Lalu, benarkah takdir buruk itu ada? Kalau memang ada, apakah takdir Allah kejam? Tentu saja, pemahaman ini harus kita luruskan agar tidak ada kesalahan dalam memahami takdir Allah.

Beriman Kepada Takdir Baik dan Buruk, Apakah Takdir Buruk Ada?

Suatu ketika, para sahabat sedang duduk bersama Rasulullah. Kemudian, datang seorang laki-laki berpakaian putih dan duduk di depan Rasulullah. Lalu, lelaki itu menanyakan beberapa hal kepada Rasulullah. Saat ia bertanya tentang iman, Rasulullah menjawab:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ

“(Iman adalah) engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir (kiamat), dan takdir Allah yang baik dan yang buruk.” (1)

Dari hadits inilah kita mengenal adanya ketetapan baik dan buruk. Sebagai umat Islam, kita harus beriman pada keduanya. Artinya, apapun yang terjadi kepada kita, itu semua adalah kehendak Allah dan kita harus menerima takdir yang Allah berikan.

Semua Takdir Itu Baik

Ketika ditanya tentang qadha dan qadar, Imam Ahmad menjawab dengan mengutip Q.S. Al-Baqarah ayat 20, yakni sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar mengatakan bahwa semua perkara tergantung pada takdir-Nya.

Lalu, apakah ketetapan Allah yang buruk itu benar-benar ada? Dalam hal ini, Rasulullah bersabda:

وَالشَّرُّ لَيْـسَ إِلَـيْك

“Yang buruk itu tidak boleh disandarkan kepada Allah.” (2)

Itulah kenapa Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsimin berkata bahwa tidak ada ketetapan Allah yang buruk karena yang buruk itu yang dirasakan oleh manusia. Intinya, dipandang dari perbuatan Allah, takdir itu semuanya baik.

Bisa Jadi Yang Buruk Itu Sebenarnya Baik

Memang, baik/buruknya sesuatu yang terjadi adalah tergantung perspektif manusia. Kalaupun seseorang merasa mendapatkan nasib buruk, bisa jadi ada kebaikan di dalamnya namun ia tidak menyadarinya. Sebagaimana firman Allah:

وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu.” (3)

Pada hakikatnya, setiap yang terjadi pada kita adalah yang Terbaik dari Allah. Dalam sebuah hadits sahih, Rasulullah bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْضِي لِلْمُؤْمِنِ قَضَاءً إِلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh Allah tidak menakdirkan sesuatu untuk seorang mukmin melainkan itulah yang Terbaik untuknya.” (4)

Kalaupun seseorang mendapatkan cobaan yang terasa sangat berat, itu karena Allah tahu batas kemampuan setiap hamba-Nya. Selain itu, selalu ada hikmah di setiap ketetapan Allah. Oleh karena itu, justru kita-lah yang harus pandai-pandai mencari hikmah di balik setiap kejadian yang menimpa kita.


Referensi:

(1) Arbain Nawawi Hadits ke 2

(2) Hisn al-Muslim 29

(3) Q.S. Al-Baqarah Ayat 216

(4) H.R. Ahmad 3:117

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY