Anya Geraldine, Nama Baiknya Tercemar, Larangan Menodai Nama Baik Orang Lain

0
149

Anya Geraldine – Beberapa hari yang lalu artis Indonesia sempat menjadi korban atas perlakuan yang tidak baik dengan beredarnya foto yang dinilai tidak pantas diedarkan. Salah satu korbannya yakni artis kelahiran Jakarta, 15 Desember 1995 ini.

Di sorot dalam media, pasalnya foto tidak pantas itu mirip dengan Anya Geraldine. Ia menyebutkan bahwa foto itu adalah hoax, bahkan ia dengan tegas ingin melaporkan penyebar hoax kepada pihak kepolisian.

Pencemaran nama baik memang sering terjadi dalam kehidupan. Apalagi pencemaran itu di zaman sekarang dengan mudah bisa dilakukan lewat media. Padahal, media diciptakan untuk memudahkan manusia, bukanlah menodai nama baik orang lain.

Sobat Cahaya Islam, untuk Islam mencemari nama baik jelas dilarang oleh agama. Hal ini disebabkan oleh beberapa dalih dan akibat yang bisa terjadi bila mencemari nama baik orang lain.

Larangan Menodai Nama Baik seperti yang Menimpa Anya Geraldine

Menodai nama baik orang lain dilarang menurut agama Islam dan hukum yang berlaku di Indonesia. Hal ini bisa dijelaskan dengan mempertimbangkan apa saja yang bisa menjadi dampak dari pencemaran nama baik.

Dampak Pencemaran Nama Baik

Berikut ini beberapa dampak pencemaran nama baik, yang menjelaskan bahwa pencemaran nama baik benar-benar dilarang oleh agama Islam.

  1. Sama Halnya Menyakiti Orang Lain

Mencemari nama baik orang lain bisa dikatakan dapat berarti menyakiti orang lain. Sebab, bisa berujung pada penilaian buruk. Sedangkan menyakiti orang lain saja itu termasuk hal yang dilarang sebagaimana dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 58.

وَالَّذِيۡنَ يُؤۡذُوۡنَ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ وَالۡمُؤۡمِنٰتِ بِغَيۡرِ مَا اكۡتَسَبُوۡا فَقَدِ احۡتَمَلُوۡا بُهۡتَانًا وَّاِثۡمًا مُّبِيۡنًا

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh, mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (QS. Al-Ahzab: 58)

Ayat di atas menjelaskan bahwa menyakiti orang lain, padahal orang yang disakiti tidak berbuat suatu kesalahan. Maka bisa ditarik sama halnya pelaku itu membuat kebohongan yang mendatangkan dosa yang nyata.

  1. Mendatangkan Prasangka Buruk

Apabila pencemaran nama baik itu dilakukan, maka bisa membuat prasangka buruk di ranah masyarakat, yang parah lagi bisa korban pencemaran nama baik bahkan bisa dikucilkan. Tetapi kenyataannya tidak seperti yang diedarkan.

Ingat, prasangka buruk sendiri saja termasuk dalam perbuatan yang dilarang, sehingga muslim dianjurkan untuk senantiasa berhusnuzon atau berbaik sangka.

  1. Bisa Menjadi Dosa Jariyah

Menyebar berita-berita hoax berisi pencemaran nama baik itu bisa menjadi dosa jariyah. Mungkin bagi muslim lebih familiar dari amal jariyah dibandingkan dengan dosa jariyah. Dosa jariyah dalam pencemaran nama baik, sehingga kabar itu menyebar luas.

Mengingat juga di masa sekarang, di mana media memudahkan informasi secara cepat. Hati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum jelas kenyataannya.

 

  1. Merusak Penilaian terhadap Orang Lain

Bukan hanya korban yang berdampak, orang yang menyebarkan dan awal muasal pencemaran itu bisa merusak penilaian terhadap orang lain. Pelaku pencemaran nama baik itu pasti dipandang buruk dalam masyarakat.

  1. Bisa Dituntut

Poin ini yang paling berbahaya. Pelaku pencemaran bisa dituntut  dalam hukum dengan hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dituntut yang paling mengerikan itu dituntut menurut agama, bisa membuat dosa.

Sobat Cahaya Islam, semoga pencemaran nama baik tidak terjadi lagi bagi Indonesia seperti yang menimpa Anya Geraldine. Semoga pula muslim terhindar dari pencemaran nama baik yang tidak diinginkan. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY