Anies Baswedan, Semoga Musibahnya Berbuah Pahala

0
32
anies baswedan

Anies Baswedan – Beberapa hari yang lalu, gubernur Jakarta yang bernama Bapak Anies Baswedan masuk dalam pemberitaan surat kabar dan media sosial karena tragedi terperosok got di area Koja.

Tentu saja, tragedi ini merupakan indikasi kesedihan bagi sebagian umat yang menaruh cinta pada kepemimpinan beliau.

Banyak dari para warga baik dari wilayah Jakarta maupun kota lain ikut menyemangati dan mendo’akan kesehatan beliau.

Sobat Cahaya Islam, tragedi yang Bapak Anies Baswedan alami bisa saja juga terjadi pada umat lainnya. Sebab, tidak ada yang bisa menjamin keselamatan umat selain daripada Allah SWT itu sendiri.

Bagaimana Seharusnya Sikap Muslimin Merespon Tragedi Bapak Anies Baswedan?

anies baswedan

Sobat Cahaya Islam, tragedi terperosoknya Bapak Anies Baswedan merupakan salah satu takdir yang sudah Allah SWT gariskan dalam Lauhul Mahfudz.

Walaupun tragedi tersebut sepele, sudah selayaknya umat ikut bersimpati kepada beliau sebab Ia mendapatkan musibah manakala sedang menjalankan tugasnya. Innalillahi.

Namun, nampaknya ini hanya terjadi pada sebagian umat saja. Sebab, ada pula sebagian umat yang malah senang dan sangat bersyukur dengan musibah yang pemimpinnya alami.

Sejatinya, umat Islam sudah seharusnya senantiasa mendo’akan para pemimpin dengan kalimat yang baik. Bukan malah mengolok -olok bahkan menghina.

Memang, tak semuanya pemimpin itu baik dalam menjalankan segala kebijakan dengan baik.

Hanya saja, peran umat untuk senantiasa mendo’akan pemimpin adalah kewajiban mereka seburuk apapun model kepemimpinannya.

Kondisi rakyat ideal seperti ini akan sulit umat dapatkan faktanya sebab tak banyak yang bisa menghargai para pemimpinnya.

Bahkan malah sampai mengumpat. Adanya kecanggihan teknologi hari ini, malah menjadikan umat semakin hebat dalam menyebarkan info negatif bahkan hoaks jika tidak suka dengan pemimpinnya. Naudzubillah.

Apa Saja Faktor yang Menjadikan Umat Berani Mengumpat Pemimpin?

anies baswedan

Sobat Cahaya Islam, adalah cuitan maupun umpatan rakyat terhadap pemimpin baik tingkat daerah maupun internasional merupakan hasil dari kurangnya pembelajaran adab.

Konsep dari pembelajaran adab sendiri harusnya dapat menjadikan umat untuk bersikap bijak dan berlaku baik.

Selain itu, umat perlu mengetahui bahwa ucapan yang baik di hadapan Allah SWT yang akan Allah ridhoi yakni ucapan yang baik dan mengandung hikmah.

Ucapan baik dan mengandung hikmah adalah cara umat dalam menyampaikan pendapat secara gamblang namun tidak sampai mendzalimi lawan bicara dan orang sekitar.

Sobat Cahaya Islam, maka dari itu Rasulullah SAW selalu mengajarkan bahwa jika memang umat tak dapat mengucapkan kalimat yang baik, seharusnya mereka lebih baik diam. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yakni :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah.” (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47).

Sebab, perkataan yang tidak baik atau malah tak bermanfaat hanya akan menjadikan umat terjerumus pada kemaksiatan.  

Selain itu, ibrah dari diamnya seorang muslim dari perkataan yang buruk akan menjadi representasi keribadian umat.

Nah, Sobat Cahaya Islam demikianlah ulasan mengenai musibah yang Bapak Anies Baswedan alami di Koja kala itu.

Semoga aktivitas beliau yang mengantarkan pada musibah terperosok dalam got dapat menjadi wasilah serta hujjah di depan Allah SWT sebagai calon pemimpin yang amanah.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY