Amalan Sederhana yang Bermanfaat Besar bagi Sesama

0
605
Amalan Sederhana yang Bermanfaat Besar bagi Sesama

Amalan Sederhana yang Bermanfaat – Setiap orang pasti berharap menjadi pribadi yang baik. Bahkan, setiap muslim punya impian untuk menjadi pribadi yang bermanfaat, khususnya bagi sesama manusia. Sebagaimana pesan dari Rasulullah:

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia.” (1)

Sebenarnya, tidak sulit untuk menjadi baik, bahkan tidak perlu modal besar. Lalu, bagaimana caranya?

Amalan Sederhana yang Bermanfaat: Berkata Baik atau Diam

Terkadang, diam bisa menjadi kebaikan, bahkan bermanfaat bagi sesama. Pasalnya, tidak semua orang bisa tetap diam, dengan tujuan menjaga lisan.Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berkata yang baik atau diam.” (2)

Dari hadits ini, kita mendapat dua pilihan. Pertama, kita harus bertutur kata yang baik kepada orang lain. Tapi, jika kita tidak bisa, lebih baik diam saja. Memang, terkadang diam menjadi pilihan yang lebih baik daripada membicarakan orang lain, berbohong, atau berkata kasar dan jorok. Intinya, di sini kita harus bisa menjaga lisan dari perkataan-perkataan yang tidak baik, apalagi kalau sampai merugikan orang lain.

Terpelesetnya lidah sering kali mendatangkan malapetaka, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Faktanya, banyak konflik atau permusuhan terjadi akibat ucapan yang tidak terjaga. Oleh karena itu, ada kalanya diam kita lebih bermanfaat bagi sesama untuk mencegah terjadinya konflik dan permusuhan.

Menjaga Lisan Kunci Keselamatan Seseorang

Dengan diam, seseorang juga bisa lebih sadar akan pentingnya menjaga lisan. Lebih lagi, kita bisa menggunakan diam kita untuk berdzikir kepada Allah. Saat diam, kita akan lebih bijak bertindak, dapat mengurangi ego, dan lebih mudah dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Leboh jauh lagi, keselamatan seseorang bergantung banyak pada apakah ia bisa menjaga lisan atau tidak, sebagaimana sabda Rasulullah:

إِنَّكَ لَمْ تَزَلْ سَالِمًا مَا سَكَتَّ

“Kamu tetap aman selagi kamu diam (menjaga lisan).” (3)

Bahkan, Abu Bakar as-Shiddiq pernah berkatan bahwa lisan adalah segala sumber baginya. Maksudnya, beliau menganjurkan kepada kita semua agar dapat menjaga lisan sekuat tenaga. Pasalnya, lisan adalah faktor utama yang bisa membawa celaka di dunia dan akhirat.

Orang yang Perkataannya Kotor Akan Dijauhi Orang Lain

Sobat Cahaya Islam, jangan sampai orang lain menjauhi kita karena kita kerap berkata kotor. Bahkan, Rasulullah pernah mengingatkan kepada ummatnya dalam sebuah hadits:

 إِنَّ مِنْ شَرِّ النَّاسِ مَنْ تَرَكَهُ النَّاسُ أَوْ وَدَعَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ فُحْشِهِ

“Sungguh termasuk manusia yang paling buruk ialah seseorang yang dijauhi orang lain karena takut akan perkataan keji dan kotornya.” (4)

Dari sini, kita tahu betapa pentingnya untuk menjaga lisan. Pasalnya, orang yang kerap berkata kasar, bohong, atau tidak baik akan kehilangan kepercayaan orang lain dan akhirnya merusak hubungan sosial dengan sesama. Jadi, marilah kita lebih berhati-hati, khususnya dalam bertutur kata. Dan ada kalanya kita lebih baik diam daripada ucapan kita menyinggung atau menyakiti orang lain.


Referensi:

(1) H.R. Thabarani, Al-Mu’jam Al-Kabir no 13280                                              

(2) Arbain Nawawi Hadits No 15

(3) H.R. Baihaqi, Syu’aibul Iman 35/7

(4) Jami’ at-Tirmidhi 1996

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY