Aksi Widy Vierratale Memicu Isu Pornografi, Bagaimana Islam Menyikapinya?

0
41
Aksi Widi Vierratale

Aksi Widy Vierratale – Siapa sangka jika aksi buka baju yang dilakukan artis Widy Soediro Nichlany alias Widy Vierratale saat konser di Palu akan berbuntut panjang. Aksinya ini dinilai memicu isu pornografi yang meresahkan masyarakat sehingga berbuntut somasi.

Kronologi Kejadian Yang Memicu Kontroversi

Aksi yang dianggap seronok dilakukan oleh Widy, vokalis band Vierratale saat manggung di Palu, Sulawesi Selatan. Pada awalnya konser berlangsung normal. Hingga Widy melemparkan benda pribadi berupa sarung tangan putih kea rah penonton.

Melihat antusiasme penonton, Widy lalu membuka T-Shirt putih yang dikenakannya dan ikut dilemparkan kea rah penonton yang rata-rata berusia remaja. Sontak saja seluruh penonton histeris sementara Widy berlalu dari atas panggung.

Aksi Widy tersebut dinilai tidak senonoh sehingga Forum Pemuda Sulawesi kemudian mengajukan somasi dan melaporkan aksi ini ke Mabes Polri dengan tuduhan melakukan pornoaksi.

Namun, Widy Vierratale masih menanggapi somasi tersebut dengan santai. Ia menganggap apa yang dilakukannya merupakan bagian dari aksi panggung. Tidak ada niat melakukan pornoaksi karena Widy mengenakan sportbra di balik T-Shirt nya.

Bagaimana Pandangan islam terkait Dengan Isu Pornografi dan Pornoaksi Lewat Aksi Widy Vierratale

Pornoaksi merupakan tindakan yang mengarah pada hal-hal terkait dengan kegiatan seksual sehingga dapat mempengaruhi orang yang melihat kegiatan tersebut. Secara substansial tidak ada pengertian pornografi dalam ketentuan agama Islam.

Namun secara jelas, dalam fikih Islam diatur tentang ketentuan dan larangan bagi umat Islam untuk membuka aurat di depan umum ataupun di depan siapapun yang bukan mahramnya. Hal ini berlaku bagi muslim dan muslimah.

Aksi Widi Vierratale

Dalam pandangan Fikih Islam, sangat terlarang untuk mempertontonkan bagian tubuh yang termasuk aurat di depan orang yang bukan mahram. Apalagi di depan publik. Penayangan aurat di depan publik inilah yang bisa dikategorikan sebagai pornografi atau pornoaksi.

Dalil Yang Menyatakan Larangan Terhadap perbuatan Pornografi dan Pornoaksi

Hal yang paling utama dalam pandangan Islam mengenai konsep pornografi dan pornoaksi adalah ketentuan untuk menutup aurat. Tentu saja karena sudah bertentangan dengan konsep menutup aurat, maka pornografi dan pornoaksi merupakan hal yang dilarang.

Aksi Widi Vierratale

Berikut ini beberapa dalil yang memperkuat larangan untuk melakukan pornografi dan pornoaksi yang bertentangan dengan hukum Islam, yaitu:

1. Q.S Surah Al Ahzab ayat 59

Secara tegas Allah SWT menurunkan perintah untuk menurut aurat melalui Q.S Surah Al Ahzab ayat 59 berikut ini,

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَاۤءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّۗ ذٰلِكَ اَدْنٰىٓ اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Dari firman Allah tersebut dapat disimpulkan bahwa pornografi merupakan hal yang diharamkan, karena mempertontonkan aurat berarti melanggar ketentuan Allah SWT.

2. Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim

Pornografi dan pornoaksi termasuk kedalam perbuatan dosa besar, bukan hanya bagi pelakunya namun bagi mereka yang menikmatinya. Hal ini tertuang dalam hadits Bukhari No. 6243 dan H.R Muslim No. 2657 sebagai berikut,

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari Zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah bisa berzina dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang diharamkan). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang dmeikian itu atau mendustakannya.” (H.R Bukhari no. 6243 dan H.R Muslim no. 2657)

Dari hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa perbuatan pornografi dan pornoaksi sangat berbahaya dan merupakan bagian dari perbuatan zina yang termasuk dalam dosa besar dan harus dihindari oleh umat Islam.

3. Hadits Riwayat Ahmad

Rasulullah bersabda,

“Kelak di akhir umatku (akhir zaman) aka nada sejumlah laki-laki yang menaiki pelana seperti tokoh; mereka turun (singgah) di pintu-pintu masjid; (akan tetapi) isteri-istri mereka berpakaian (seperti) telanjang; kepala laki-laki tersebut dibalut serban besar, mirip punuk unta berleher panjang yang kurus. Kutuklah istri mereka tersebut, sebab mereka adalah perempuan terkutuk. Seandainya di belakang kamu ada umat lain, tentu istri mu meniru istri mereka sebagaimana istri-istri umat sebelum kamu menirumu.”(HR. Ahmad dalam Musnadnya, kitab Musnad al-Muktsirin min asl-Shahabah, bab Mus-nad’Abdillah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, no. 6787).

Hadits diatas dijadikan landasan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan Fatwa MUI mengharamkan pornografi dan pornoaksi melalui ketetapan No. 287 Tahun 2001.

Sobat Cahaya Islam, dari tiga dalil diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa aksi Widy Vierratale merupakan hal yang sangat tidak patut untuk ditiru. Aksi tersebut bertentangan dengan hukum Islam sehingga siapapun yang mengikutinya akan menerima dosa yang besar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY