Contoh Penerapan Akhlaqul Karimah dalam Lingkungan Kerja

0
1201
akhlaqul karimah dalam lingkungan kerja

Akhlaqul karimah dalam lingkungan kerja – Seorang muslim diperintahkan untuk bekerja demi mencukupi kebutuhan sehari-hari dan tidak meminta-minta. Banyak ayat Al Quran dan Hadist yang menjelaskan akhlaqul karimah dalam lingkungan  kerja. Akhlak dalam dunia kerja berkaitan dengan nilai moral dan etika. Sebab, akhlak terpuji akan meningkatkan kualitas kerja serta kepuasan atasan.

Penerapan Akhlaqul Karimah dalam Lingkungan Kerja

Bekerja dalam Islam merupakan kewajiban setiap manusia. Tujuan bekerja yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup, sehingga tidak menjadi beban bagi orang lain. Mencari nafkah tergolong fi sabilillah. Manusia yang beriman selalu bekerja dengan baik, sehingga hasil karya bermanfaat bagi sesamanya.

Indikator dari manusia yang bekerja dengan baik yaitu melakukannya dengan profesional. Hal tersebut sesuai dengan hadist yang berbunyi:

“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, mengerjakannya secara profesional”. 1

Berikut ini contoh akhlak dalam bekerja yang harus dimiliki seorang muslim:

1.     Kerjasama Tim

Jika Sobat Cahaya Islam bekerja sama dalam bekerja, maka akan menghindarkan seseorang dari perpecahan. Selain itu, kerjasama tim akan menghadirkan manfaat bagi kelangsungan pekerjaan. Namun, ketika sesama muslim tidak bisa mengamalkan akhlaqul karimah dalam lingkungan kerja, maka menimbulkan masalah.

akhlaqul karimah dalam lingkungan kerja

Dasar dari kerjasama tim terdapat dalam ayat Al Quran berikut ini:

Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. 2

2.     Bersikap Terbuka

Atasan maupun bawahan di perusahaan harus bersikap saling terbuka baik dalam urusan proyek maupun keuangan. Selain itu, keterbukaan juga harus Sobat Cahaya Islam lakukan berkaitan dengan segala bentuk pekerjaan demi kemajuan perusahaan.

Tujuan dari sikap terbuka yaitu agar perusahaan maju dan karyawan di dalamnya mengetahui semua tentang tempatnya bekerja. Ketika sesama pekerja atau dengan atasan tidak ada keterbukaan, maka perusahaan akan jatuh dalam keterpurukan. Oleh karena itu, kejujuran dalam pekerjaan harus Anda lakukan demi keberlangsungan perusahaan.

3.     Akhlak ke Sesama Teman Kerja

Akhlaqul karimah dalam lingkungan kerja tidak terlepas dari perilaku ke sesama teman kerja. Sesama rekan kerja hendaknya saling menghormati dan tidak saling menjatuhkan. Sebab, jika hati sudah iri dan dengki, maka akan memunculkan keinginan untuk menjatuhkan rekan kerja.

Padahal dalam ajaran Islam selalu menjunjung tinggi akhlakul karimah, serta melarang perbuatan dengki. Pada dasarnya, seorang muslim merupakan saudara bagi muslim lainnya, sehingga tidak boleh saling menyakiti.

Oleh karena itu, sesama teman kerja tidak boleh iri dan dengki, apalagi tidak bertegur sapa. Hubungan yang tidak baik dengan rekan kerja akan mempengaruhi fokus saat bekerja. Sifat iri dan dengki juga akan mendatangkan kemudharatan untuk diri sendiri. Allah sangat membenci sifat iri dan dengki.

4.     Bermuamalah dengan Allah

Seorang muslim tidak hanya harus berinteraksi atau bermuamalah dengan manusia, melainkan juga dengan Allah. Sebab, Allah Maha pemberi rezeki untuk seluruh umat manusia. Jika perintah Allah tidak Sobat Cahaya Islam laksanakan lantas saat meminta kepadaNya, boleh jadi Allah menundanya.

akhlaqul karimah dalam lingkungan kerja

Akhlaqul karimah dalam lingkungan kerja harus tetap menjalankan perintah Allah. Seorang muslim harus mendahulukan ibadah daripada kerja. Jangan sampai pekerjaan Sobat Cahaya Islam melalaikan kewajiban beribadah kepada Allah.

Ketika Anda meninggalkan ibadah, maka jangan berharap pekerjaan dan urusan akan selesai dengan mudah.

Akhlaqul karimah dalam lingkungan kerja wajib Sobat Cahaya Islam terapkan sesuai dengan Al Quran dan Hadits. Tanpa membangun hubungan baik dengan rekan kerja, maka kenyamanan tidak akan tercipta.


  1. (HR. Thabrani, No: 891, Baihaqi, No: 334). ↩︎
  2. (QS. Al Maidah ayat 2) ↩︎

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY