EMT Muhammadiyah Membantu Perkuat Layanan Kesehatan Penyintas Gempa NTT

0
6
EMT Muhammadiyah

EMT Muhammadiyah dikerahkan untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Tim medis tersebut berangkat bertugas untuk membantu memastikan kebutuhan kesehatan penyintas tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Puluhan Personel Disiapkan untuk Respons Medis

Muhammadiyah Disaster Management Center atau MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengirim 22 personel dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Jumat (21/8) malam. Satu personel tambahan sudah dijadwalkan menyusul untuk melengkapi kekuatan tim di wilayah terdampak demi mempercepat tugas di NTT.

Pengerahan EMT Muhammadiyah dilakukan atas arahan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Langkah tersebut telah melalui diskusi panjang, terutama setelah adanya permintaan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. 

Menteri Kesehatan meminta agar Muhammadiyah turut mengerahkan tim medis internasional untuk mendukung penanganan kesehatan pasca gempa NTT. Tim yang berangkat tersebut telah menjalani proses verifikasi sesuai standar World Health Organization atau WHO. 

Komposisi personel juga telah melalui persiapan matang untuk memenuhi kebutuhan layanan medis sekaligus mendukung operasional selama berada di lokasi bencana. Dari 22 personel yang diberangkatkan, tujuh orang merupakan perempuan dan 15 lainnya laki-laki. 

Tim tersebut terdiri atas dokter spesialis emergensi, dokter spesialis bedah umum, perawat, bidan, tenaga administrasi medis, serta personel logistik. Komposisi lengkapnya mencakup satu dokter spesialis emergensi, satu dokter spesialis bedah umum, delapan perawat, dan satu bidan. 

Selain itu, terdapat satu admin medis, dua personel logistik medis dari unsur farmasi, tujuh personel logistik umum, serta seorang Safety and Security Officer atau SSO. EMT Muhammadiyah direncanakan ditempatkan di Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. 

Tim akan memperkuat pelayanan di Puskesmas Dampek yang mengalami kerusakan berat akibat gempa. Dalam menjalankan tugas, tim akan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat. Pelayanan mencakup poliklinik, Instalasi Gawat Darurat (IGD), serta dukungan proses rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Tim juga mendapat arahan untuk menyiapkan dukungan layanan rawat inap di lokasi respons. Pelaksanaan layanan akan menyesuaikan kebutuhan masyarakat serta kondisi fasilitas kesehatan yang masih tersedia.

EMT Muhammadiyah Bawa Logistik dan Perkuat Kolaborasi

Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah Aulia Taarufi mengatakan pengerahan tim medis. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam membantu penanganan dampak gempa NTT. Emergency Medical Team  akan berkoordinasi bersama pemerintah serta fasilitas kesehatan setempat. 

Tujuannya untuk memastikan layanan kesehatan untuk masyarakat yang terdampak gempa tetap berjalan sebagaimana mestinya. Dukungan tenaga medis dan logistik kesehatan telah disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan. Selain tenaga kesehatan, EMT Muhammadiyah membawa logistik medis dan logistik umum. 

EMT Muhammadiyah

Perbekalan tersebut digunakan untuk menunjang operasional pelayanan selama masa respons darurat berlangsung. MDMC menegaskan respons kemanusiaan akan terus diperkuat melalui kerja sama dengan pemerintah dan berbagai pihak.

Kolaborasi tersebut bertujuan agar kebutuhan penyintas dapat ditangani secara cepat dan tepat. Dengan pengerahan EMT Muhammadiyah, dukungan terhadap fasilitas kesehatan di wilayah terdampak semakin optimal. Kehadiran tim juga menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat penyintas gempa memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan di lapangan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY