PBNU menggelar jelajah turots baru-baru ini, Nahdlatut Turots (NT) sendiri merupakan sebuah asosiasi. Asosiasi ini nantinya akan mewadahi para pegiat, peneliti, hingga pemilik naskah keilmuan ulama berbasis pesantren bakal menggelar event skala Nasional.
Event ini bertajuk Jelajah Turots Nusantara atau disingkat Jalantara. Organisasi ini lahir atas dorongan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), khususnya Rais Aam KH. Miftahul Achyar.
PBNU Menggelar Jelajah Turots
Selama ini, kiprah PBNU menggelar jelajah turots telah mendapatkan perhatian serius dari Kiai Miftahul Achyar. Kiprah tersebut juga meliputi inventarisasi, konservasi, eksplorasi hingga revitalisasi terhadap manuskrip, cetak tua dan karya tulis lainnya.
Menurut Romo Kiai Miftah, apa yang telah dilakukan oleh Nahdlatut Turots ini selaras dengan visi Nahdlatul Ulama dalam membangun peradaban. Turats ulama inilah yang harus bisa mengisi peradaban tersebut.
1. Memperluas Gerakan Turots
Atas kesamaan visi tersebut, Kiai Miftah telah mendorong NT untuk memperluas gerakan. Tidak hanya parsial di Jawa dan Madura saja.
Namun, juga meluas ke seluruh Indonesia. Dorongan ini telah diwujudkan dengan menggelar Jelajah Turots Nusantara yang nantinya akan mencakup seluruh Indonesia.
Jelajah Turots Nusantara atau disingkat Jalantara ini akan dihelat di lima zona. Meliputi Zona Jawa-Madura, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan hingga Indonesia Timur.
Masing-masing zona juga akan menjadi lokus gerakan turots yang lebih terstruktur, sistematis dan masif. Sebagai gelaran perdana, Jalantara akan dimulai dari Zona Jawa-Madura yang ditempatkan di Kabupaten Kudus sebagai lokasi kick off.


2. Pusat Kegiatan di Masjid Menara Kudus
Kegiatan ini juga akan dipusatkan di Masjid Menara Kudus dan daerah sekitarnya pada 13 Juli mendatang. Kudus sendiri memiliki positioning penting dalam lanskap turats ulama Nusantara.
Bahkan di kota ini, tidak hanya ada Sunan Kudus sebagai sosok Walisongo yang masyhur. Namun, dari kota ini juga banyak melahirkan para ulama mumpuni yang memiliki peninggalan karya tulis ilmiah.
Hal ini bisa menjadi inspirasi gerakan pemuliaan turots di Zona Jawa-Madura. Salah satu ulama dari Kudus yang akan diekspos dalam Kick Off Jalantara kali ini adalah Syaikh Abdul Hamid Kudus (w. 1334 H).
Ia merupakan sosok ulama berdarah Kudus yang mengarungi karier intelektualnya di Makkah. Bahkan di kota suci itu, ia mengajar di Masjidil Haram dan menulis banyak kitab dalam berbagai cabang keilmuan.
Selama ini, Syaikh Abdul Hamid Kudus ini seringkali disalahpahami sebagai ulama asal timur tengah. Padahal dari sejumlah bukti yang kuat, beliau juga merupakan keturunan Kudus, Jawa Tengah.
3. Mengangkat Tema tentang Syaikh Abdul Hamid Kudus
Melalui kegiatan ini, bermaksud menghadirkannya kembali di kampung halamannya. Mulai dari Pengajian Akbar, seminar nasional, pameran sampai peluncuran kitab yang semuanya mengangkat tema tentang Syaikh Abdul Hamid Kudus.
Bahkan, banyak kiai, cendekiawan, akademisi, hingga peneliti yang akan terlibat dalam kegiatan ini. Di antaranya adalah KH. Miftahul Achyar sendiri, Kiai Zulfa Mustofa, Gus Rozin, dan lain sebagainya.
Selain itu, juga akan digelar Workshop Jalantara yang merupakan salah satu upaya peningkatan teknis pemuliaan turots. Pelatihan ini akan menjangkau para pemilik naskah, pesantren dan komunitas pernaskahan yang berjejaring dengan Nahdlatut Turots.
Setelah dibekali oleh ilmu, mereka nanti akan diaktivasi untuk pemuliaan turots di daerahnya masing-masing. Mulai dari tahapan preservasi, digitalisasi hingga desiminasinya.
Acara yang berlangsung secara terbuka itu diharapkan juga akan memantik kesadaran masyarakat luas. Menjalin kerja bersama semua pihak untuk memuliakan turots. Ia berterima kasih secara khusus kepada Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), Pemkab Kudus, UIN Sunan Kudus, dan Struktural Nahdlatul Ulama. PBNU menggelar jelajah turots juga diikuti Pesantren Bendan dan semua stakeholder yang terlibat menyukseskan kegiatan ini.






























