PBNU Bertemu Jokowi Bahas IKN hingga Tambang

0
683
PBNU bertemu Jokowi

PBNU bertemu Jokowi dan elemen masyarakat sipil di sejumlah daerah di Tanah Air pada hari Kamis (22/08/2024). Hal ini bertujuan untuk melakukan aksi bertajuk “Peringatan Darurat Indonesia”.

Tentu, ini sebagai salah satu bagian dari aksi menolak pengesahan Revisi Undang-Undang No.10 tahun 2016 tentang Pilkada yang semula akan dilakukan pada Kamis (22/08/2024). Tidak hanya mahasiswa dan buruh, namun sebenarnya ada sejumlah dosen, tokoh masyarakat, hingga artis yang turut “turun gunung”.

PBNU Bertemu Jokowi Bahas IKN

Sejumlah masyarakat memang melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Aksi unjuk rasa ini juga berlangsung serentak di beberapa kota, misalnya saja seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, hingga Makassar.

Sementara itu, pada saat yang bersamaan organisasi kemasyarakatan (ormas) Nahdlatul Ulama (NU) bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana, Jakarta, Kamis (22/08/2024) siang. Berikut ini sudah ada penjelasan terkait alasan  PBNU melakukan pertemuan dengan Jokowi,antara lain:

1. Pengelolaan Tambang

PBNU bertemu Jokowi

PBNU bertemu Jokowi sebenarnya bukan berkaitan dengan aksi “Peringatan Darurat Indonesia”. Namun, membahas pengelolaan tambang oleh ormas sampai investasi di Ibu Kota Negara Nusantara.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya juga mengatakan bahwa pertemuan tersebut sebenarnya sudah dijadwalkan sebelumnya.

Bahkan, dilakukan setelah PBNU mendapatkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dari pemerintah.

Gus Yahya setelah bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (22/08/2024) juga telah mengatakan bahwa sudah menghadap Jokowi.

Namun, karena segera terbit IUP, Izin Usaha Pertambangan untuk NU, maka harus menghadap Presiden lagi dan diberi mulai jam 10.30 Kamis kemarin.

Selain itu, disampaikan pula rasa terima kasih kepada Presiden yang telah memberikan konsesi sampai dengan terbitnya IUP. Jadi sekarang PBNU akan siap mengerjakan usaha pertambangan di lokasi yang sudah ditentukan.

2. Kesediaan Mengurus Tambang

Gus Yahya sendiri juga telah menjelaskan, pertemuan ini pihaknya juga menyampaikan kesediaan mengurus tambang. Tujuannya untuk bisa langsung berinvestasi di Ibu Kota Negara Nusantara.

Sementara itu, disampaikan pula kepada Bapak Presiden bahwa PBNU dengan senang hati ikut berinvestasi di IKN. Hal ini tentunya karena akan membeli tanah di IKN tersebut sampai 100 hektare.

Tujuannya untuk digunakan dalam membangun sejumlah fasilitas organisasi serta fasilitas pendidikan, kesehatan, fasilitas keagamaan dan masih banyak lainnya.

3. Berkomunikasi dengan Otorita IKN

PBNU bertemu Jokowi

Diketahui presiden juga akan segera mengambil langkah-langkah untuk berkomunikasi dengan otorita IKN. Diharapkan hal tersebut bisa segera diwujudkan dengan mudah oleh Sobat Cahaya Islami.

Itu saja yang dibicarakan dengan Bapak Presiden, namun ada sejumlah saran dari dirinya mengenai lokasi yang bagus. Tujuannya agar tanah tersebut lebih mudah dibeli oleh NU di IKN.

Selain itu, sudah ada fasilitas lainnya yang mungkin dibangun oleh NU di IKN. Dengan begitu, NU juga akan lebih mudah beraktifitas di IKN.

Jadi bisa dikatakan tujuan PBNU bertemu Jokowi adalah kerja sama agar menguntungkan IKN.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY